www.halopolisi.com menyajikan berita dan informasi seputar dunia kriminal dan kegiatan kepolisian, kegiatan TNI, serta peristiwa umum. || Dapatkan info jadwal SIM dan Samsat Keliling Jatim setiap hari di halopolisi.com. || Jika Anda menemui penyimpangan tindakan anggota Polri atau PNS Polri, catat nama, pangkat dan kesatuan anggota tersebut. Laporkan ke Div Propam Polri melalui No Telp (021-7218615) atau pengaduan di Website Div Propam Polri (www.propam.polri.go.id) atau twitter Div Propam Polri (@propampolri) atau Facebook Div Propam Polri(propam.polri).

Lewati Batas Tanah, Bos SPBU Jadi Tersangka

hadi utomoSURABAYA (halopolisi.com) – Sengketa tanah ukuran 40 cm x 11 meter di Jl Kalianak 152-C membawa SO, bos SPBU depan Koramil Krembangan itu menjadi tersangka.

Tersangka dilaporkan Kurniawan Soedewo,  ke Polda Jatim berdasar LP/751/X/2012/SPKT/tanggal 12 Oktober 2012, terkait tindak pidana menempati tanah orang lain tanpa hak dan penyerobotan tanah.

“Senin (4/8/2014) lalu, berkas sudah kami limpahkan tahap kedua berikut barang bukti dan tersangka,” terang Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono, Jumat (8/8/2014).

Sementara itu, menurut Kasubdit Harda Bangtah AKBP Hadi Utomo barang bukti yang disertakan untuk pelimpahan tahap kedua antara lain akta sewa dan foto copy legalisir PN Surabaya gambar hasil ukur independen dari PT Senopati Samudera Perkasa.

“Sebelumnya untuk berkas P-21 sudah ditetapkan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim pada 30 Januari berdasar Surat Kejati Nomor B-576/0.5.4/EPP.I/I/2014. Pasal yang dijeratkan 167 KUHP yaitu memasuki pekarangan orang lain,”ujarnya.

Alumni Akpol’93 ini menambahkan, sengketa lahan ini bermula ketika SPBU milik terlapor berencana akan memperluas sarana umum untuk pelanggannya. Karena tanah yang disewa dari PT Senopati Samudera Perkasa tak ada sisa, diam-diam pihak SPBU memperluas bangunannya dengan melewati batas tanah 40 cm sepanjang 11 meter yang merupakan tanah dari dealer Hino.

Merasa pihaknya dirugikan maka bos PT Hino ini melaporkan ke Polda Jatim. Hasil dari gelar perkara itu, kasus ditangani Subdit II Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Jatim.

Dari lidik, petugas yang terjun ke lapangan menemukan bukti bahwa bangunan pagar tembok beton antara tanah yang disewa itu melewati batas ukuran. Sehingga pada  tanggal 12 Nopember 2013 terlapor diperiksa dan langsung ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara itu kuasa hukum pelapor Rizal Haliman SH MH berharap agar proses hukum di kejaksaan bisa berjalaan baik sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Dalam kasus ini pelanggarannya sudah jelas, sesuai dengan hasil penyidikan Polda Jatim. Kami berharap Kejaksaan serius menanganinya,” ujar Rizal. (wis/abi)

Foto: AKBP Hadi Utomo menunjukkan barang bukti berkas kasus tanah (wis)


Baca juga:

  • Ahli Waris Gagal Temui Manajemen Grand City
  • Tiga Pejabat Pemkot Surabaya Dilaporkan ke Polda Jatim
  • Serobot Tanah Jl Greges, Bebas Penjara Langsung Ditangkap Polda Jatim
  • Polda Hentikan Kasus Ciputra World
Tentang Kami || Redaksi|| Kontak || Disclaimer||
Copyright © 2014 HALOPOLISI.