www.halopolisi.com menyajikan berita dan informasi seputar dunia kriminal dan kegiatan kepolisian, kegiatan TNI, serta peristiwa umum. || Dapatkan info jadwal SIM dan Samsat Keliling Jatim setiap hari di halopolisi.com. || Jika Anda menemui penyimpangan tindakan anggota Polri atau PNS Polri, catat nama, pangkat dan kesatuan anggota tersebut. Laporkan ke Div Propam Polri melalui No Telp (021-7218615) atau pengaduan di Website Div Propam Polri (www.propam.polri.go.id) atau twitter Div Propam Polri (@propampolri) atau Facebook Div Propam Polri(propam.polri).

Polda Jatim Bentuk Tim Khusus Antisipasi WNI Terlibat ISIS

isisSURABAYA (halopolisi.com) – Polda Jatim membentuk tim khusus untuk mengantisipasi potensi masyarakat yang diduga terlibat Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf mengatakan tim khusus itu sudah dibentuk oleh Direktorat Intelijen.

“Tim khusus ini akan memantau serta memprofiling seluruh potensi keluarga yang diduga ikut ISIS,” kata Irjen Pol Anas kepada wartawan di Mapolda Jatim, Senin (16/3/2015). Tim ini sudah disampaikan kepada pihak inteljen pusat untuk membantu melakukan penyelidikan, walaupun hanya dalam bentuk profil warga yang diduga ikut terlibat jaringan ISIS.

“Kami berkomunikasi dengan rekan Interpol setiap hari, karena yang bisa mendorong rekan-rekan Ankara di Turki dalam mempercepat pencarian WNI adalah tim Interpol,” kata Kapolda yang pernah mengenyam pendidikan di Interpol ini.

Kapolda yakin bahwa Pemerintahan Turki sangat konsern dalam mencegah jaringan ISIS. Pemerintah Turki tidak ingin ada ekspansi dari jaringan ISIS di wilayah Turki maupun di Indonesia.

Ditambahkan, Kementerian Luar Negeri RI sudah menyampaikan bahwa 17 WNI yang ditangkap oleh Pemerintahan Turki itu bukan warga Jawa Timur yang dinyatakan hilang bersama rombongan tur.

Langkah yang akan dilakukan oleh pihak kepolisian ketika WNI itu pulang adalah memeriksa terlebih dahulu, apabila ada indikasi keterlibatannya dengan jaringan ISIS, maka WNI itu akan diproses hukum, namun apabila tidak ada indikasi kepada jaringan itu, maka mereka akan langsung dipulangkan.  “Namun mereka akan terus diawasi dan akan terus dikawal,” tandas dia.

Pengawasan dan kawalan itu, menurut dia, diharapkan tidak hanya dari pihak kepolisian, namun dari pihak Kementerian Agama dan ulama diharapkan juga ikut mengawasinya, supaya tidak menyebarkan kepada orang lain, termasuk tetangganya. “Setelah profiling, kami akan antisipasi dan akan kawal terus,” ujar Irjen Pol Anas Yusuf.(wis/abi)

FOTO: ilustrasi


Baca juga:

  • Soal Jilbab Polwan, Polda Jatim Tunggu Pengadaan Mabes Polri
  • Kapolda Jatim: Darmabaktikan Waktu dan Tenaga untuk Masyarakat
  • Kapolda Jatim Pantau Pelatihan Menembak pada Ribuan Siswa Brigadir Polwan
  • Polda Akan Dipraperadilankan Terkait SP3 Ciwo
Tentang Kami || Redaksi|| Kontak || Disclaimer||
Copyright © 2014 HALOPOLISI.