Satlantas Polrestabes Surabaya Ajak Klub Motor Ikrar Anti Balap Liar

????SURABAYA (halopolisi.com) – Setelah Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim mengumpulkan bikers se-Gerbang Kertasusila (Gresik, Bangkalan, Kertosono, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan), aksi serupa juga digelar Satlantas Polrestabes Surabaya. Sebanyak 150 klub motor se-Surabaya dikumpulkan di Taman Bungkul untuk mendeklarasikan ikrar anti balap liar, Jumat (12/6/2015) malam.

Wakasatlantas Polrestabes Surabaya, Kompol I Madhe Dhanu mengatakan, korps lalu lintas memang sengaja mengumpulkan para anggota klub motor. Sebab, mereka juga menjadi bagian dari pengguna jalan. Pasca tragedi di Jalan Ngagel Jaya Selatan, para bikers memang terkena imbasnya.

”Masyarakat jadi banyak yang salah persepsi tentang identitas klub motor,” kata Kompol Dhanu.

Maka dari itu, polisi mencoba untuk menampung aspirasi para bikers tersebut. Selama ini, Satlantas Polrestabes Surabaya sudah memiliki data base klub-klub motor yang berasal dari Surabaya. Meski begitu, bila ada beberapa embrio klub baru yang belum terdaftar, masih bisa untuk didaftarkan. Bahkan, polisi mengimbau agar mereka mendaftar. Tidak perlu saling menunggu.

Sebagai bagian dari pencinta motor, para bikers punya tanggung jawab saat di jalan raya. Terkait dengan balap liar yang ada, mereka sama-sama satu visi untuk melawannya. Namun perlawanan itu tidak ditunjukkan dengan adu otot.

Nantinya, para bikers ini menjadi contoh bagi pengguna jalan lainnya, termasuk bagi para ABG (anak baru gede) yang doyan balap liar. Contohnya kecilnya, mereka berhenti di belakang garis stop line saat berada di traffic light.

”Para anggota klub motor ini adalah pelopor tertib berlalulintas,” tambah Kompol Dhanu.

Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 2002 ini juga mengatakan, para bikers yang jumlahnya banyak ini selalu menjadi sorotan masyarakat umum. Jadi, bila mereka berkendara dengan santun, tentunya masyarakat akan mengapresiasinya dengan hal positif.

Tidak hanya soal tata cara berkendara. Dari segi kelengkapan kendaraan, para bikers ini juga mempunyai tanggung jawab. Sebagai pencinta dunia otomotif, mereka tidak perlu untuk merombak alias memodifikasi tunggangannya. Sebab, segala jenis kelengkapan sudah diatur di dalam UU nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas.

”Tidak perlu knalpotnya diganti aneh-aneh, ataupun lainnya. Klub motor bisa kok dijadikan contoh,” tegas Kompol Dhanu.(wis/ziz)

FOTO: Satlantas Polrestabes Surabaya saat membacakan ikrar anti balap liar bersama anggota klub motor di Taman Bungkul.(wis)