www.halopolisi.com menyajikan berita dan informasi seputar dunia kriminal dan kegiatan kepolisian, kegiatan TNI, serta peristiwa umum. || Dapatkan info jadwal SIM dan Samsat Keliling Jatim setiap hari di halopolisi.com. || Jika Anda menemui penyimpangan tindakan anggota Polri atau PNS Polri, catat nama, pangkat dan kesatuan anggota tersebut. Laporkan ke Div Propam Polri melalui No Telp (021-7218615) atau pengaduan di Website Div Propam Polri (www.propam.polri.go.id) atau twitter Div Propam Polri (@propampolri) atau Facebook Div Propam Polri(propam.polri).

BNNP Jatim Sosialisasi Bahaya Narkoba di Kota Probolinggo

BNNP Jatim Sosialisasi Bahaya Narkoba di Kota ProbolinggoPROBOLINGGO (halopolisi.com) – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim bekerja sama dengan Dewan Pendidikan Kota Probolinggo menggelar sosialisasi mengenai bahaya Narkoba pada para siswa mulai jenjang SD hingga SMA di wilayah Kota Probolinggo.

Sosialisasi bahaya Narkoba ini digelar selama dua hari pada 6-7 Agustus 2015.

Sosialisasi ini dihadiri langsung Kasi Pemberdayaan Masyarakat BNNP Jatim Destina Kawanti, SSi., MIP serta Ketua Dewan Pendidikan KH. Abdul Aziz, SAg. dan dibuka langsung oleh Walikota Probolinggo Hj. Rukmini, SH., MSi.

“Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah para kepala sekolah, guru, dan perwakilan OSIS tingkat SD, SMP, dan SMA se-Kota Probolinggo,” kata Destina Kawanti, Jumat (7/8/2015).

Selain sosialisasi bahaya Narkoba, BNNP Jatim juga membeberkan kurikulum anti Narkoba yang memuat P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) yang telah dirancang BNNP Jatim dan sudah mulai diujicobakan di sekolah-sekolah di Kota Surabaya.

“Kita berharap kurikulum ini bisa juga diterapkan di Probolinggo,” kata Destina Kawanti.

Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Pendidikan Kota Probolinggo, KH. Abdul Aziz, SAg mengaku gembira dan siap menerapkan kurikulum anti Narkoba di sekolah-sekolah di Probolinggo.

“Kami sangat antusias dengan masuknya kurikulum anti Narkoba ini,” kata KH. Abdul Aziz, SAg.

Sekadar diketahui, data BNN tahun 2011 menunjukkan sebanyak 2,2 persen masyarakat Indonesia merupakan korban peredaran gelap Narkoba.

Di samping itu, tercatat sebanyak 4,2 juta warga Indonesia merupakan pecandu Narkoba.

Dari jumlah itu, sekira 1,2 juta pecandu itu harus cepat mendapatkan rehabilitasi secara total, mulai dari kesehatannya hingga kecanduannya.

Data BNN juga menyebut, tahun 2015 diprediksi angka prevalensi pengguna Narkoba mencapai 5,1 juta orang. Selain itu, sebanyak 53% penduduk Indonesia berusia 30 tahun terjerat kasus Narkoba.(wis/ziz)

FOTO: BNNP Jatim saat berdialog dengan kepala sekolah, guru dan perwakilan siswa se-Kota Probolinggo.(wis)


Baca juga:

  • BNNP Jatim Gandeng Karyawan Hotel Kampanye Anti Narkoba
  • BNNP Jatim Terapkan Kurikulum Anti Narkoba di SMAN 5 Surabaya
  • BNNP Jatim Dampingi SMPN 1 Surabaya Terapkan Kurikulum Anti Narkoba
  • BNNP Jatim Gandeng Fatayat dan Muslimat Kampanye Anti Narkoba
Tentang Kami || Redaksi|| Kontak || Disclaimer||
Copyright © 2014 HALOPOLISI.