www.halopolisi.com menyajikan berita dan informasi seputar dunia kriminal dan kegiatan kepolisian, kegiatan TNI, serta peristiwa umum. || Dapatkan info jadwal SIM dan Samsat Keliling Jatim setiap hari di halopolisi.com. || Jika Anda menemui penyimpangan tindakan anggota Polri atau PNS Polri, catat nama, pangkat dan kesatuan anggota tersebut. Laporkan ke Div Propam Polri melalui No Telp (021-7218615) atau pengaduan di Website Div Propam Polri (www.propam.polri.go.id) atau twitter Div Propam Polri (@propampolri) atau Facebook Div Propam Polri(propam.polri).

Juniver Girsang Dukung Keputusan Muktamar NU Soal Haram Membela Koruptor

????‪SURABAYA (halopolisi.com) – Ketua DPN Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) versi Munas Makassar, Juniver Girsang mendukung hasil bahtsul masail Muktamar NU ke-33 di Jombang yang mengharamkan pengacara membela orang salah, termasuk koruptor.

Namun, menurut Juniver, definisi masalah ini harus diperjelas biar publik tidak salah intrepestasi. Menurutnya, orang baru disebut bersalah jika sudah diputus inkracht oleh pengadilan.‬

‪Sebelumnya, Komisi Bahtsul Masail Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-33 di Jombang memutuskan bahwa pengacara yang membela koruptor dan orang yang nyata-nyata bersalah hukumnya haram. Karena itu, uang jasa advokasi yang diterima pengacara dari kliennya juga haram.‬

‪Jika klien mengakui kesalahannya, pengacara lebih baik mendampingi hanya dalam rangka agar hak si klien tidak dipermainkan saat diproses hukum. Jika itu yang diterapkan, maka pendampingan yang dilakukan seorang pengacara tidak masuk kategori haram.‬

‪”Prinsip hukum (pengacara haram bela koruptor) ini dikeluarkan agar profesi pengacara semakin bersih dan bermoralitas tinggi,” kata Abdul Ghofur, Sekretaris Sidang Komisi Bahtsul Masail di Jombang, Rabu (5/6/2015) lalu.‬

‪Juniver berpendapat, masyarakat perlu memahami status hukum seseorang yang tersangkut masalah hukum.

“Seseorang baru bisa disebut bersalah dan koruptor, jika sudah diputus inkracht (berkekuatan hukum tetap) oleh pengadilan. Statusnya terpidana. Sebelum itu, seseorang masih diduga, belum tentu bersalah,” katanya di Surabaya usai mengikuti halal bihalal Peradi, Jumat (7/8/2015) malam.

‪Kendati begitu, Juniver mendukung keputusan bahstul masail NU jika itu dimaksudkan agar pengacara tidak menggunakan cara-cara kotor saat mendampingi kliennya menjalani proses hukum. Seperti menyuap penegak hukum agar si klien bebas dari jeratan hukum.

“Advokat memang harus menjalankan profesinya secara terhormat,” tegasnya.‬(den/ziz)

FOTO: Juniver Girsang saat menghadiri halal bihalal di Surabaya.(den)


Baca juga:

  • 3 Petugas BPKP Dilaporkan ke Polda Jatim
  • Kejati Jatim Bentuk Satgassus Korupsi
  • Produk Ilegal Senilai Rp 1,9 M Dimusnahkan BPOM Surabaya
  • Peradi Tandatangani MoU dengan Polrestabes Surabaya
Tentang Kami || Redaksi|| Kontak || Disclaimer||
Copyright © 2014 HALOPOLISI.