BNNP Jatim Terus Bekali Mantan Pecandu dengan Keterampilan

????????????????????SURABAYA (halopolisi.com) – Pemulihan ketergantungan Narkoba merupakan proses panjang dan berkesinambungan. Tak cukup hanya rehabilitasi, mantan penyalahguna Narkoba juga perlu mendapatkan perawatan lanjutan berupa program pasca rehabilitasi.

Berdasar pemikiran tersebut, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim terus mengembangkan program pasca rehabilitasi melalui beragam pelatihan kwirausahaan. Salah satunya dalam bidang keahlian service handphone.

Program pelatihan yang menggandeng PTC (Ponsel Training Center) ini telah memasuki gelombang keenam dimana setiap gelombang pelatihan diikuti sedikitnya tiga peserta.

Kabid Rehabilitasi BNNP Jatim, AKBP Firmansyah, Jumat (25/9/2015) menuturkan, selain untuk memberikan keterampilan bagi mantan pecandu, program ini juga untuk membentuk mantan pecandu Narkoba agar menjadi seorang enterpreneur.

“Tujuan akhirnya agar mantan penyalahguna Narkoba dapat re-integrasi sosial dan kembali menjalankan fungsi sosial di masyarakat. Dengan mengembalikan fungsi sosialnya, diharapkan mereka dapat menjadi sumberdaya yang produktif,” kata AKBP Firmansyah.

Dalam pelatihan ini, para mantan pecandu digembleng materi software dan materi hardware. Yaitu, materi software terdiri atas zone komputer, pengenalan alat service software (box flasher), serta cara jitu atasi semua permasalahan software pada Ponsel.

Sedangkan untuk materi hardware terdiri atas analisa kerusakan software dan hardware, frequency counter dan Oscilloscope, teknik mudah lepas, cetak dan pasang kaki IC BGA4, trik jumper dan baca skematik ponsel, teknik jitu cek dan ukur tegangan, bedah kasus semua kerusakan hardware ponsel, serta evaluasi bedah kasus handphone terbaru (troubleshooting).

“Untuk gelombang keenam ini masa kursusnya tanggal 7 sampai 19 September 2015 dan masa magangnya pada 22 sampai 26 September 2015,” tambah AKBP Firmansyah.

Dengan bekal keterampilan yang dipelajari ini diharapkan para mantan pecandu bisa meniti kehidupan normal di masyarakat tanpa pengaruh Narkoba.

Untuk diketahui, berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2011 oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI), prevalensi penyalahguna Narkoba penduduk Indonesia sebesar 2,2 % atau sekira 4,2 juta orang dari total populasi penduduk (berusia 10-60 tahun).

Hal ini mengalami peningkatan sebesar 0,21% bila dibandingkan dengan prevalensi tahun 2008, yaitu sebesar 1,99%. Dengan semakin maraknya peredaran gelap Narkoba, maka diestimasikan jumlah penyalahguna Narkoba akan meningkat 4,58 juta pada tahun 2013 apabila upaya P4GN tidak berjalan maksimal dan terpadu.(wis/ziz)

FOTO: Pelatihan service handphone yang digelar BNNP Jatim.(wis)