Kompol Sumilih, Polwan yang Bekerja dengan Hati Nurani

Kompol Sumilih, Polwan yang Bekerja dengan Hati NuraniTRENGGALEK (halopolisi.com) – Bagi sebagian anggota Polres Trenggalek, nama Kompol Sumilih, SH mungkin belum banyak kenal. Maklum saja, perwira menengah satu ini baru 2 bulan menjabat sebagai Kabagsumda Polres Trenggalek. Tepatnya pada 2 Desember 2015 lalu ia harus hijrah ke Trenggalek yang sebelumnya menjabat sebagai Kasatbinmas Polres Kediri Kota.

Meski seorang Polisi wanita (Polwan), namun segudang pengalaman dan prestasi pernah diraihnya. Beberapa jabatan penting pun pernah disandang.

Di usia 36 tahun, Kompol Sumilih sudah menjabat sebagai Kapolsek Pesantren dan merupakan Kapolsek wanita pertama. Banyak tantangan yang harus dihadapi, mengingat semua anggotanya laki-laki.

“Tak mudah, tapi dengan komunikasi menggunakan hati dan pendekatan kekeluargaan semua berjalan dengan baik,” kata alumni Secapa 1998 ini pada halopolisi.com melalui sebuah surat elektronik, Sabtu (13/2/2016).

Selama hampir 4 tahun sebagai Kapolsek, prestasi menonjolnya adalah ketika ia nekat mengungkap kasus penggelapan pajak oleh perangkat desa.

“Waktu itu tidak ada yang berani. Ya, kan memang masa transisi reformasi. Yang ada dipikiran saya, itu uang rakyat harus digunakan untuk kepentingan rakyat juga,” kenang ibu dua anak ini.

Dengan ketelitian dan kegigihannya, alhasil 5 perangkat desa dijebloskan ke penjara karena terbukti menggelapkan uang pajak.

Ketika ditanya apa motivasinya memilih profesi sebagai seorang polisi? Perwira menengah yang familier dipanggil “Bunda” ini pun menuturkan jika hal itu diwarisi dari sosok Sang Ayah yang seorang tentara dan juga menjabat sebagai lurah dengan segala kedisplinannya.

“(Ayah Saya) Sangat dekat dengan masyarakat. Polisi adalah satu-satunya profesi yang memungkinkan saya untuk dekat dengan masyarakat seperti yang dilakukan bapak saya,” kata Kompol Sumilih lirih.

Sebagai pejabat baru di lingkungan Polres Trenggalek tidak serta merta membuat dirinya berleha-leha di belakang meja. Hari pertama setelah dilantik, Kompol Sumilih sudah blusukan ke wilayah jajaran, bahkan sampai ke Kecamatan Munjungan yang dikenal memiliki medan cukup ekstrim.

Blusukan ini dilakukannya untuk mengenal karakter dan mengetahui medan tugas yang akan dihadapi. Tak berhenti di situ, ia pun melakukan audit organisasi untuk mengetahui permasalahan yang ada kemudian mencari solusinya.

“Permasalahan klasik organisasi adalah soal administrasi, khususnya yang berkaitan dengan data personel,” bebr Kompol Sumilih.

Berbagai langkah terobosan pun dilakukan. Ia berkeyakinan bahwa tertib administrasi akan berpengaruh pada operasional kelembagaan. Yang terbaru adalah bank data personil digital. Ide ini berangkat dari kesulitan yang sering ia temui ketika mencari berbagai data tentang anggota. Ia harus membuka bendel catatan biografi secara manual lembar per lebar. Dengan inovasi ini diharapkan akan lebih memudahkan mengidentifikasi personil.

“Nantinya tinggal klik aplikasi, ketik nama anggota maka semua data akan ditampilkan di komputer. Mulai dari riwayat pendidikan, keluarga dan lain-lain,” jelas Kompol Sumilih.

Sebenarnya program digitalisasi sudah dilaksanakan terpusat oleh Mabes Polri namun dirasa masih belum sempurna karena tidak mencakup data secara keseluruhan.

Permasalahan lain adalah kualitas SDM. Tugas Polisi ke depan tak semakin mudah, oleh sebab itu harus didukung dengan SDM yang baik pula.

Berbagai pelatihan bagi anggota pun kerap dilakukan. Khusus Bintara Remaja (Baja) Polwan, perwira asli Banyuwangi ini menggelar program “Srikandi Bhayangkara”. Program ini dilaksanakan selama 1 bulan penuh, bertujuan meningkatkan skill dan profesionalisme anggota Polwan. Pelatihan tersebut meliputi polisi tugas umum, menembak, mengendarai ranmor roda dua dan roda empat, patroli dan MC.

“Polwan tidak harus bekerja di bidang administrasi saja. Bidang operasional juga harus mahir,” imbuhnya singkat.

Menutup pembicaraan, Kompol Sumilih berpesan kepada seluruh anggota Polres Trenggalek untuk bekerja dan melayani masyarakat dengan hati nurani. Keikhlasan adalah kunci dalam bekerja dan berikan yang terbaik untuk masyarakat, bangsa dan negara.(hp trenggalek/ziz)

FOTO: Kompol Sumilih saat menjenguk salah satu personil Polres Trenggalek yang sedang sakit.(hp trenggalek/ziz)

Tag: