www.halopolisi.com menyajikan berita dan informasi seputar dunia kriminal dan kegiatan kepolisian, kegiatan TNI, serta peristiwa umum. || Dapatkan info jadwal SIM dan Samsat Keliling Jatim setiap hari di halopolisi.com. || Jika Anda menemui penyimpangan tindakan anggota Polri atau PNS Polri, catat nama, pangkat dan kesatuan anggota tersebut. Laporkan ke Div Propam Polri melalui No Telp (021-7218615) atau pengaduan di Website Div Propam Polri (www.propam.polri.go.id) atau twitter Div Propam Polri (@propampolri) atau Facebook Div Propam Polri(propam.polri).

Kapolres Banyuwangi AKBP Budi Mulyanto Jadi Warga Kehormatan Suku Using

suku usingBANYUWANGI (halopolisi.com) – Alunan musik tari tradisional terdengar rancak di Sanggar Kopi Genjah Arum milik Setiawan Subekti di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Jumat (13/5/2016) malam.

Sejumlah pemusik dan penari berkostum burung terlihat bersemangat menjalankan peran di depan pintu masuk sanggar. Rupanya semangat itu dipicu kedatangan tamu anyar, yakni Kapolres Banyuwangi AKBP Budi Mulyanto SIK.

Mantan Kapolres Sampang itu memang baru pertama menginjakkan kaki di Sanggar Genjah Arum. Walau begitu penampilannya sudah seperti warga Suku Using yang tinggal di Desa Adat Kemiren. Pakaiannya hitam-hitam serta balutan udeng khas Banyuwangi sebagai ikat kepala. Malam itu Kapolres Banyuwangi yang baru ini datang bersama istri, mertua, serta neneknya untuk dikukuhkan sebagai warga kehormatan Suku Using.

Itu sebabnya, begitu memasuki bagian dalam sanggar, mantan Kasatlantas Polres Malang tersebut langsung digiring tuan rumah serta pejabat utama Polres Banyuwangi menuju kerumunan wanita lanjut usia berpakaian batik dan kebaya khas Tanah Gandrung yang sedang memainkan musik lesung. Dari sini, AKBP Budi Mulyanto diajak masuk kedai kopi dan menjalani penisbatan sebagai warga kehormatan Suku Using. Penisbatan itu ditandai dengan pemasangan udeng asli oleh tokoh Sanggar Genjah Arum.

Usai mengenakan udeng baru, AKBP Budi Mulyanto kembali beranjak menuju pintu depan sanggar. Didampingi sejumlah pejabat utama Polres Banyuwangi, rupanya dia tengah menyambut seniornya di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, AKBP Bastoni Purnama, yang juga mantan Kapolres Banyuwangi. Dua lulusan Akpol itupun bertemu kembali di kedai kopi Sanggar Genjah Arum.

Dulu, saat AKBP Bastoni Purnama mengawali tugasnya di Banyuwangi juga mengalami prosesi yang sama saat menggantikan AKBP Tri Bisono Soemiharso. Kali ini Kabagbinkar Biro SDM Polda Metro itu ganti menyaksikan adik letingnya dinisbatkan sebagai warga kehormatan Suku Using Banyuwangi.

Kenangan lama semasa menjalani pendidikan di Akpol pun dikuak sedikit oleh AKBP Budi Mulyanto. Kedekatannya dengan AKBP Bastoni Purnama sudah diretas sejak menjalani taruna polisi. Bahkan saat lulus pendidikan, diapun masih minta petuah ‘Sang Kakak’ untuk mencari penempatan tugas.

“Lulus sebagai sepuluh besar biasanya ditempatkan di tujuh daerah konflik. Salah satunya di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kebetulan saya bertugas di sana dan Kak Bastoni di Nusa Tenggara Barat (NTB),” kisahnya di hadapan pejabat utama Polres Banyuwangi.

Kepindahannya ke Jawa Timur juga atas saran dari AKBP Bastoni Purnama. Saat seniornya purna tugas di Banyuwangi untuk menjalani tugas baru sebagai Kabagbinkar Biro SDM Polda Metro, tongkat komando Polres Banyuwangi justru berpindah kepadanya.

“Itulah sejarah. Pesan saya kepada semua, jangan melupakan sejarah. Tetap bangun silaturahim karena suatu saat kita akan membutuhkan pertemanan itu,” tuahnya.

Sebelum AKBP Budi Mulyanto menguak sejarah kedekatan dengan seniornya, AKBP Bastoni Purnama SIK lebih dulu berkisah mengenai suka dukanya menjalankan tugas di Tanah Gandrung. Tidak hanya mengembangkan program positif ke luar, membangun revolusi mental internal juga dilakukan. Bahkan terakhir kali sebelum purna tugas mengadakan rukiyah mandiri tanpa kesurupan terhadap para personil Polres Banyuwangi.

“Sebelum merukiyah anggota, saya juga dirukiyah. Ternyata hasilnya terasa, jiwa menjadi lebih tenang,” cerita AKBP Bastoni.
Mencapai keberhasilan dalam membangun citra kepolisian di Banyuwangi diawali dengan membangun keharmonisan rumah tangga personil. Apabila rumah tangga anggota baik berarti di lingkungan tugasnya bisa diukur baik. Jika tugasnya baik berarti pelayanan terhadap masyakarat bagus.
“Cara itu juga kita topang dengan doa, sedekah serta pendekatan terhadap para tokoh agama. Alhamdulillah bisa berhasil meskipun jatuh bangun,” kupasnya.

Kepada penggantinya, AKBP Bastoni Purnama berharap agar Polres Banyuwangi bisa lebih maju. Para pejabat utama yang dulu menjadi bawahannya diminta untuk mendukung kebijakan kapolres yang baru. Diapun meminta maaf jika selama memegang tongkat komando melakukan kesalahan.(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Kapolres Banyuwangi saat didapuk menjadi warga kehormatan Using.(hp banyuwangi/ziz)


Baca juga:

  • Polres Banyuwangi Kawal Distribusi Naskah Soal UAN SD
  • Polres Banyuwangi Gelar Bukber dan Santuni Anak Yatim
  • Polres Banyuwangi Dorong Humas Polsek Lebih Trengginas
  • Polres Banyuwangi Gelar Tour de Bhayangkara 2016
Tentang Kami || Redaksi|| Kontak || Disclaimer||
Copyright © 2014 HALOPOLISI.