Kapolres Trenggalek Buka Puasa Bersama Warga Desa Ngulungwetan Munjungan

unnamedTRENGGALEK (halopolisi.com) – Delapan program Ramadhan Polres Trenggalek telah digulirkan. Salah satunya adalah Kampung Ramadhan, di mana Kapolres dan pejabat utama Polres Trenggalek bersilaturrahim, dialog dan berbuka bersama masyarakat di daerah terpencil. Tujuan dari program ini adalah menggali informasi dan aspirasi masyarakat secara menyeluruh. Daerah terpencil dengan geografis yang sulit dijangkau sangat jarang tersentuh.

Kapolres Trenggalek, AKBP I Made Agus Prasatya, SIK, MHum. bersama Ketua Pengadilan Negeri Trenggalek Bambang N, SH, M.Hum didampingi pejabat utama Polres Trenggalek melaksanakan buka puasa bersama masyarakat Desa Ngulungwetan Kecamatan Munjungan. Meski masuk wilayah Kecamatan Munjungan, untuk mencapai desa ini lebih cepat melalui Kecamatan Panggul. Perjalanan menuju kesana pun bukan hal mudah apalagi kondisi hujan seperti sekarang ini.

Rombongan Kapolres Trenggalek bergerak menuju Kecamatan Panggul yang berjarak 64 km dari pusat kota Trenggalek. Dari Panggul rombongan harus menempuh jarak 20 km lagi mengikuti rute JLS (Jalur Lintas Selatan) kemudian melintasi perbukitan terjal dan rawan longsor.

Gerimis hujan membuat jalan semakin licin dan sulit untuk dilalui, belum lagi kondisi jalan berlubang yang cukup dalam, serta lebar jalan yang hanya cukup dilalui satu kendaraan. Tiap melewati tikungan harus menekan klakson dalam-dalam sebagai penanda ada kendaraan didepannya. Rasa lelah dan khawatir sedikit menggelayut di hati seluruh penumpang kendaraan. Namun itu tak membuat rombongan menjadi berkecil hati. Bagaimana tidak, setiap jalan yang dilalui memiliki kerawanan cukup tinggi. Salah melangkah maka jurang sudah mengancam didepan mata.

Memasuki Desa Ngulungwetan, pemandangan indah perbukitan dan hijau pepohonan cukup menjadi penghibur ditengah goncangan kendaraan yang melewati jalan terjal. Aliran sungai jernih mengalir deras hasil hujan sejak siang tadi.

Akhirnya, rombongan sampai di tujuan yaitu rumah ta’mir masjid yang berada di Dukuh Nogosari Desa Ngulungwetan, Munjungan. Sambutan warga yang demikian hangat dan ramah dengan segala kesederhanaannya seakan mampu menghilangkan segala penat dalam perjalanan.

Sunarno, yang merupakan Sekretaris Desa atau Mbah Carik, demikian masyarakat menyebutnya mengucapkan terima kasih atas kedatangan Kapolres dan rombongan. Selama ini desa Ngulungwetan sangat jarang dikunjungi mengingat jarak yang cukup jauh dan medan yang tidak mudah untuk dilalui.

Pada kesempatan yang sama, Sunarno menyampaikan harapan masyarakat berkenaan dengan Jalur Lintas Selatan agar segera diselesaikan karena akan sangat membantu perekonomian masyarakat yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan.

“Kondisi jalan penghubung antar desa juga rusak berat dan minim penerangan. Terkait keamanan desa, alhamdulillah kondusif,” ujar Sunarno.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Trenggalek berjanji akan meneruskan keluhan tersebut kepada instansi terkait agar segera ditindaklanjuti.

“Semua keluhan, uneg-uneg dan harapan masyarakat wajib kita respon dengan baik,” kata Kapolres termuda ini.

Ditengah obrolan gayeng ini tiba-tiba lampu meredup seperti kekurangan daya dan beberapa menit kemudian “pet”, lampu benar-benar padam.

“Sudah biasa seperti ini pak, apalagi setelah Maghrib,” ujar salah seorang warga.

Meskipun tak berlangsung lama, tetapi pemadaman listrik ini cukup mengagetkan semua yang hadir. Obrolan pun sempat terhenti beberapa saat.

Lebih lanjut Kapolres berpesan kepada masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan secara mandiri.

“Apabila terjadi permasalahan segera hubungi 3 Pilar yang ada di desa. Jangan ada petasan selama Ramadhan, saling menghargai agar ibadah puasa bisa lebih khusu,” himbau Made.

Ditanya mengapa memilih Desa Ngulungwetan yang cukup terpencil, Made pun menjelaskan bahwa selain bersilaturahmi, Polri sebagai pelayan masyarakat harus selalu siap berada di tempat terpencil sekalipun, sehingga bisa melihat dan mendengar langsung keluhan dan harapan masyarakat.

Sesaat kemudian adzan Magribh berkumandang, acara pun dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama-sama. Sambil menikmati nasi kotak obrolan berlanjut membahas berbagai hal tentang kondisi masyarakat, pembangunan desa dan pelayanan Kepolisian. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 18.30 WIB. Kapolres dan rombongan pamit dan tak lupa menyampaikan terima kasih atas sambutan dan keramahan yang diberikan warga desa Ngulungwetan. Acara ditutup dengan foto bersama yang menyiratkan kebanggan dan harapan besar kepada Polri.(hp trenggalek/ziz)

FOTO: Kapolres Trenggalek saat buka puasa bersama warga Desa Ngulungwetan Kecamatan Munjungan.(hp trenggalek/ziz)