BNNP Jatim Ajak Stakeholder Jember Bersama Tangani Bahaya Narkoba

img_0959JEMBER (halopolisi.com) – Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur (BNNP Jatim) terus berupaya sekuat tenaga membentengi masyarakat dari bahaya Narkoba. Salah satunya dengan membangun kesadaran bersama akan bahaya Narkoba sekaligus upaya-upaya bersama menanggulanginya.

Hal itu tampak dilakukan dalam sebuah diskusi interaktif bagi instansi pemerintah yang digelar di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember dengan menghadirkan narasumber Kasie Penguatan Lembaga Rehabilitasi BNNP Jatim, dr. Poerwanto Setijawargo dan Kasie Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Khusus Dinkes Jember dr. Lilik Lailiyah, M.Kes.

Diskusi interaktif ini melibatkan 25 peserta dari Dinkes Jember, Dinsos, Bakesbang Linmas, Lapas Jember, Polres Jember, KPA, KKBS, Rumah Sakit Soebandi, Rumah Sakit Balung, dan Puskesmas Jember Kidul.

Kesempatan ini dimanfaatkan dr. Poerwanto SetijawargoMateri untuk membeber mengenai kebijakan strategis dan program kerja Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional. Salah satunya terkait penguatan lembaga rehabilitasi di instansi pemerintah.

“BNN memberikan dukungan peningkatan kemampuan bagi petugas rehabiltasi untuk RS/RSUD/Puskesmas yang telah menjadi IPWL Kemenkes dan dukungan peningkatan kemampuan serta pembiayaan untuk RS/RSUD/Puskesmas yang belum menjadi IPWL Kemenkes,” bebernya.

Sementara itu, dr. Lilik Lailiyah, M.Kes menyampaikan materi mengenai rehabilitasi yang telah dilaksanakan oleh Pemkab Jember.

“Terdapat satu rumah sakit yang telah ditetapkan sebagai IPWL yaitu RS Soebandi. Puskesmas Jember Kidul telah diberikan pelatihan oleh Kemenkes dan disiapkan untuk menjadi IPWL,” ungkapnya.

Kegiatan BNNP Jatim ini dilatarbelakangi oleh kewaspadaan terhadap tingkat penyalahgunaan narkotika yang semakin tinggi. Angka penyalahgunaan mencapai 4 juta jiwa. Sedangkan Jawa Timur menepati peringkat ke-10 dengan angka penyalahgunaan sebesar 572.919.

Untuk itu, BNNP Jatim berupaya menekan angka penyalahgunaan Narkoba itu melalui program rehabilitasi. Meski, dalam melaksanakan program tersebut masih terdapat beberapa kendala seperti minimnya lembaga rehabilitasi dibandingkan dengan jumlah penyalahguna sehingga ini tidak lagi memadai.

Melalui ajang ini, BNNP Jatim berupaya menjalin kerjasama dengan para stakeholder sehingga timbul kesadaran bahwa penanggulangan penyalahgunaan narkotika merupakan tugas bersama.(wis/ziz)

FOTO: BNNP Jatim saat menggelar diskusi interaktif bersama stakeholder di Jember.(wis)