www.halopolisi.com menyajikan berita dan informasi seputar dunia kriminal dan kegiatan kepolisian, kegiatan TNI, serta peristiwa umum. || Dapatkan info jadwal SIM dan Samsat Keliling Jatim setiap hari di halopolisi.com. || Jika Anda menemui penyimpangan tindakan anggota Polri atau PNS Polri, catat nama, pangkat dan kesatuan anggota tersebut. Laporkan ke Div Propam Polri melalui No Telp (021-7218615) atau pengaduan di Website Div Propam Polri (www.propam.polri.go.id) atau twitter Div Propam Polri (@propampolri) atau Facebook Div Propam Polri(propam.polri).

Simpati Gus Ipul Tersentuh Penderita Tumor Ganas di Desa Gedog Blitar

img-20161206-wa000BLITAR (halopolisi.com) – Wakil Gubernur Jatim, Drs. Saifullah Yusuf di sela menghadiri haul KH Sodiq Damanhuri di PP Apis Gondang Gandusari Blitar, melakukan kunjungan ke Desa Gedog, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar untuk menjenguk salah satu warga yang menderita penyakit langka (tumor ganas).

“Saat ini di dunia yang menderita penyakit tersebut mencapai sekitar 220 orang termasuk anak Bintang,” kata Wagub Jatim seusai mengunjungi Shiwan Bintang Wiratama, penderita tumor ganas di rumahnya di Desa Gedog, Kec. Sanan Wetan Kota Blitar, kemarin.

Menurut Gus Ipul, Bintang, panggilan anak penderita tumor ganas ini berusia tujuh (7) tahun anak dari Ibu Yunariah dengan Ayah Joko Sapuan. Bintang adalah anak kedua dari dua bersaudara, anak atau kakak bintang adalah siska usianya terpaut 17 tahun.
Bintang lahir dengan kondisi sehat dan normal hingga usia satu tahun. Tepat pada desember tahun 2009 lalu, dan diusianya yang pertama yakni tepatnya tahun 2010 lalu bintang mulai terkena penyakit pada gusinya.

”Saat dibawa ke dokter, dokter bilang ini bukan penyakit yang berbahaya karena gusi yang keras ini adalah mau tumbuh gigi,” jelas Gus Ipulmenirukan ibu Bintang.

Setelah mengetahui kondisi Bintang dari dekat, Gus Ipul memutuskan untuk membawa ke Rumah Sakit dr. Soetomo agar cepat mendapatkan penanganan yang terbaik.

Bayangkan saja, sudah enam tahun berjalan anak sekecil ini sudah menderita satu penyakit yang sangat langka, dan orang tua bintangpun sudah berusaha untuk mengobatkan anak.

Namun, semua itu belum membuahkan hasil yang maksimal, untuk itu kami pemerintah harus segera turun tangan guna membantu meringankan beban Bintang dan orang tuanya.

”Kami (Pemprov Jatim) bekerjasama dengan Pemkot Blitar bersama-sama ingin mengobatkan bintang agar segera tertangani dengan baik dan sesegera mungkin. Kami pemerintah hanya membantu biaya yang tidak atau yang belum terkafer oleh BPJS. Karena bintang adalah salah satu peserta BPJS yang aktif. Jadi semua ditanggung BPJS, bila ada kurangnya maka pemprov. Akan turun tangan melalui RS dr. Soetomo dan Pemkot Blitar,” jelas Gus Ipul.

“Yang penting pak Joko (ortu) Bintang tidak usah memikirkan biaya, karena semua biaya sudah ada yang mengkafer. Mulai sekarang persiapkan semua keperluan (surat-surat) yang dibutuhkan untuk dibawa ke Surabaya seperti surat BPJS dan lain-lainnya ditambah lagi dengan persiapkan kesehatan dan mental serta kesabaran. Karena hanya itulah yang bisa menjaga kekuatan dan kesabaran serta kesehatan bapak selama menjaga dan mengantar anaknya saat berobat hingga sembuh,” tambahnya.

Sebelum meninggalkan rumah Bintang, Gus Ipul juga menyaksikan Dinas Sosial Jatim memberikan bantuan uang untuk digunakan sebagai biaya wira-wiri mengantarkan Bintang berobat. Baik ke Surabaya atau kemana yang harus dituju, karena semua itu membutuhkan biaya, meskipun bantuan itu tidak sebera besarnya tetapi yang penting ada untuk ongkos.

Ikut hadir dalam kunjungan tersebut Dinas Kesehatan Prov. Jatim, Dinas Sosial Prov. Jatim serta beberapa pejabat di lingkup Pemkot Blitar.(wis/ziz)

FOTO: Gus Ipul saat menjenguk penderita tumor di Blitar.(wis)


Baca juga:

  • Terbang ke Luar Negeri dengan AirAsia Cukup Bayar Pajak Bandara
  • Rp486 Milar dari BNI 46 Wilayah Surabaya untuk KUR
  • Kansai Paint Warnai Masjid-masjid di Indonesia
  • Komunitas Pecinta Grand Vitara Kampanye Tertib Lalu Lintas
Tentang Kami || Redaksi|| Kontak || Disclaimer||
Copyright © 2014 HALOPOLISI.