www.halopolisi.com menyajikan berita dan informasi seputar dunia kriminal dan kegiatan kepolisian, kegiatan TNI, serta peristiwa umum. || Dapatkan info jadwal SIM dan Samsat Keliling Jatim setiap hari di halopolisi.com. || Jika Anda menemui penyimpangan tindakan anggota Polri atau PNS Polri, catat nama, pangkat dan kesatuan anggota tersebut. Laporkan ke Div Propam Polri melalui No Telp (021-7218615) atau pengaduan di Website Div Propam Polri (www.propam.polri.go.id) atau twitter Div Propam Polri (@propampolri) atau Facebook Div Propam Polri(propam.polri).

Akhir Tahun, BNNP Jatim Gelar Evaluasi Kinerja

img_3087SURABAYA (halopolisi.com) – Mendekati pergantian tahun 2016-2017, Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur (BNNP Jatim) menggelar rapat kerja dan koordinasi bersama BNNK. Ajang ini juga dijadikan sarana evaluasi kinerja tahunan.

Kegiatan yang digelar di ruang rapat BNNP Jatim ini dipimpin langsung Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol Drs. Amrin Remico, MM dengan menghadirkan narasumber Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Jatim, Kabid Rehabilitasi, serta Kasie Penguatan Lembaga Rehabilitasi. Kegiatan ini diikuti 30 peserta dari unsur Kasie Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK dan Kasie Rehabilitasi BNNK.

Kepada Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kepala BNNP Jatim menekankan bahwa pelaksanaan tes urine harus dilakukan sesuai dengan Juknis yang ada di Bidang P2M.

“Apabila ada tes urine yang positif, dilakukan tes ulang sebanyak 3 kali dan dikonfirmasi melalui uji laboratorium. Peserta tes urine dilimpahkan ke bidang rehabilitasi melalui berita acara untuk diberikan asesmen medis oleh asesor. Hasil asesmen medis dapat mengetahui apakah peserta tersebut menggunakan narkoba dan seberapa jauh tingkat ketergantungan untuk dilakukan rencana terapi rehabilitasi. Hasil tes urine tidak bisa digunakan untuk keputusan hukum/projustisia, namun hanya rekomendasi untuk rehabilitasi,” beber Brigjen Pol Amrin Remico kepada halopolisi.com, Jumat (23/12/2016).

Sementara untuk Bidang Rehabilitasi, Kepala BNNP Jatim berharap adanya evaluasi capaian TAT di wilayah BNN Kab/Kota.

Untuk bidang Penguatan Lembaga Rehabilitasi Kepala BNNP Jatim meminta penguatan upaya pencegahan untuk memutus demand terhadap Narkoba, sementara tugas bidang pemberantasan untuk memutus supply terhadap Narkoba.

“Sementara tugas bidang rehabilitasi adalah menangani korban penyalahgunaan Narkoba untuk dapat kembali pulih, produktif, dan berfungsi sosial. Rehabilitasi dilaksanakan secara berkelanjutan yaitu tahap rehabilitasi dilanjutkan dengan tahap pascarehabilitasi dan layanan rawat lanjut,” tambahnya.(wis/ziz)

FOTO: BNNP Jatim saat melakukan rapat kerja dan koordinasi di akhir tahun.(wis)


Baca juga:

  • BNNP Jatim Bidani Lahirnya Jaringan Unit Kegiatan Mahasiswa Anti Narkoba
  • BNNP Jatim Koordinasikan Program Rehabilitasi Bersama BNN Kabupaten/Kota
  • Gandeng Penegak Hukum, BNNP Jatim Bentuk Tim Assessment Terpadu Rehabilitasi Pecandu Narkoba
  • Hari Anti-Narkoba Internasional, Stakeholder Jatim Deklarasi Perangi Narkoba
Tentang Kami || Redaksi|| Kontak || Disclaimer||
Copyright © 2014 HALOPOLISI.