Ini Cara Mengurus Nopol Cantik dan Biayanya

Tidak ada komentar 564 views

SURABAYA (halopolisi.com) – Nomor cantik memang menjadi buruan masyarakat, baik untuk ponsel maupun nomor polisi (Nopol). Selain mudah diingat dan unik, Nopol cantik juga diyakini membawa hoki alias keberuntungan bagi pemiliknya.

Meski begitu, tidak semua masyarakat bisa mendapatkan Nopol cantik sebab ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Lalu bagaimana prosedur dan cara untuk memilih dan mendapatkan Nomor Registrasi Kendaraan Bermotor (NRKB) pilihan ini?

“Masyarakat mengajukan permohonan, formulir, kepada polisi,” kata Kasubid Regident Ditlantas Polda Jatim, AKBP Sumarji saat berbincang dengan halopolisi.com, Sabtu (7/1/2017).

Pemohon tinggal menuliskan kombinasi angka dan huruf sesuai yang diinginkan. Polisi akan memproses permohonan pemilihan Nopol cantik ini selama belum ada yang menggunakan.

“Kalau sudah tersedia, sudah ada yang memiliki, dipersilakan memilih angka lain. Kalau belum digunakan oleh orang lain, kita layani,” lanjut AKBP Sumardji.

Setelah mengajukan formulir dan Nopol cantik yang dikehendaki dinyatakan belum terpakai, pemohon selanjutnya ke loket untuk membayar biaya sesuai tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Tarif ini sesuai dengan yang tertuang pada PP No 60 Tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di lingkungan Polri pengganti PP No 50 Tahun 2010.

“Setelah itu baru kita proses di BPKB, kendaraan baru atau perubahan,” imbuhnya.(wis/ziz)

Berikut daftar tarif penerbitan NKRB pilihan sesuai PP No 60 Tahun 2016:

1. NRKB pilihan 1 (satu) angka
– Tidak ada huruf belakang (blank) Rp 20 juta
– Ada huruf di belakang angka Rp 15 juta
2. NRKB pilihan 2 (dua) angka
– Tidak ada huruf di belakang Rp 15 juta
– Ada huruf di belakang Rp 10 juta
3. NRKB pilihan 3 (tiga) angka
– Tidak ada huruf di belakang angka Rp 10 juta
– Ada huruf di belakang angka Rp 7,5 juta
4. NRKB pilihan 4 (empat) angka
– Tidak ada huruf di belakang angka Rp 7,5 juta
– Ada huruf di belakang angka Rp 5 juta.
FOTO: Kasubid Regident Ditlantas Polda Jatim AKBP Sumardji.(dok)