www.halopolisi.com menyajikan berita dan informasi seputar dunia kriminal dan kegiatan kepolisian, kegiatan TNI, serta peristiwa umum. || Dapatkan info jadwal SIM dan Samsat Keliling Jatim setiap hari di halopolisi.com. || Jika Anda menemui penyimpangan tindakan anggota Polri atau PNS Polri, catat nama, pangkat dan kesatuan anggota tersebut. Laporkan ke Div Propam Polri melalui No Telp (021-7218615) atau pengaduan di Website Div Propam Polri (www.propam.polri.go.id) atau twitter Div Propam Polri (@propampolri) atau Facebook Div Propam Polri(propam.polri).

Kisah Bripka Fareza, Anggota PJR Jatim V Banyuwangi Bisnis Puyuh Demi Hindari Pungli

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Kebutuhan hidup memang tiada habisnya, bahkan kian hari kian tinggi. Jika benteng keimanan tak kuat, moralitas taruhannya. Cermin menarik ditunjukkan seorang anggota PJR Jatim V Banyuwangi, Bripka Fareza. Demi menghindari aksi Pungli (pungutan liar), anggota Korps Sabuk Putih ini memilih beternak burung puyuh. Selain untuk menopang kebutuhan hidup sehari-hari, usaha sampingan ini juga dipersiapkan jika kelak pensiun.

Ditemui di tengah kesibukannya sebagai anggota polri, Bripka Fareza mengaku jika ide ini muncul setelah menonton youtube. Berbekal panduan video cara beternak puyuh dari dunia maya, dia memutuskan terjun dan menekuni usaha ini.

“Saya sangat tertarik dengan cara beternak telur puyuh yang hasilnya cukup menggiurkan. Modal usaha bersumber dari sebagian uang gaji saya. Sekarang kandang dan isinya telah berproduksi,” beber Bripka Fareza.

Per hari pendapatan Rp 200 ribu berhasil dikumpulkan. Dalam satu bulan uang yang terkumpul dari penjualan telur puyuh bisa mencapai Rp 6 juta.

“Produktivitas burung puyuh akan bertahan hingga 1,5 tahun. Lebih dari itu produktifitasnya berkurang dan bisa dijual kepada pedagang kaki lima dengan harga per ekor Rp 5 ribu,” jelasnya lagi.

Bripka Reza melanjutkan, usaha sampingan ini tak mengganggu kesibukannya sebagai anggota Polri. Sebab, kegiatan memelihara burung puyuh dijalankan di luar jam dinas. Bahkan selama melakoni usaha pengembangan telur puyuh dia belum pernah menemukan kendala.

Bisnis sampingan tersebut didengar atasannya, Iptu Roni Faslah. Dukungan pun mengalir dari sang atasan di PJR Wilayah V Banyuwangi.

“Upaya Bripka Fareza patut dijadikan contoh oleh anggota PJR maupun polisi yang lain. Jadi anggota polisi jangan hanya mengandalkan gaji dari negara, namun harus bisa mencari terobosan lain yang bisa dijadikan penopang kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Selain menambah penghasilan dari gaji bulanan yang diterima sebagai anggota polri, usaha budidaya telur puyuh juga dapat dijadikan sandaran kala pensiun.

“Itu ide yang cemerlang sehingga anggota bisa jauh dari kegiatan yang melanggar hukum,” pungkas Iptu Roni.(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Bripka Fareza saat memberi makan burung puyuh yang diternaknya sebagai usaha sampingan.(hp banyuwangi/ziz)


Baca juga:

  • Satpolair Polres Banyuwangi Sisir Selat Bali Amankan Sidang Umum Interpol
  • Anggota Polres Banyuwangi Jalani Ruqyah
  • Polres Banyuwangi Imbau Perbankan Lengkapi Sistem Pengamanan Berbasis IT
  • Polsek Giri Banyuwangi Deklarasi Anti Narkoba
Tentang Kami || Redaksi|| Kontak || Disclaimer||
Copyright © 2014 HALOPOLISI.