www.halopolisi.com menyajikan berita dan informasi seputar dunia kriminal dan kegiatan kepolisian, kegiatan TNI, serta peristiwa umum. || Dapatkan info jadwal SIM dan Samsat Keliling Jatim setiap hari di halopolisi.com. || Jika Anda menemui penyimpangan tindakan anggota Polri atau PNS Polri, catat nama, pangkat dan kesatuan anggota tersebut. Laporkan ke Div Propam Polri melalui No Telp (021-7218615) atau pengaduan di Website Div Propam Polri (www.propam.polri.go.id) atau twitter Div Propam Polri (@propampolri) atau Facebook Div Propam Polri(propam.polri).

Dua Bersaudara Barengan Sabet Gelar Doktor Hukum Unair

SURABAYA (halopolisi.com) – Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya  dalam perjalanan akademiknya untuk jenjang pendidikan Doktoral mencatatkan kecapaian unik, yaitu dengan  secara bersamaan mengukuhkan dua kakak beradik menjadi Doktor Fakultas Hukum Unair. Kedua bersaudara itu adalah H Syaiful Ma’arif, SH, CN, MH yang dalam keseharian berprofesi sebagai advokat dan kurator serta adiknya Amirul Faqih Amza, SH, MH seorang Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Takalar, Sulawesi Selatan. Keduanya tercatat sebagai pemilik gelar Doktor yang ke-316 dan ke-317 di Unair.

“Alhamdulillah, setelah melalui perjuangan yang cukup berat akhirnya kita berdua mampu menyelesaikan study doktor secara bersamaan,” ujar
H Syaiful Ma’arif, SH, CN, MH, di sela acara tasyakuran pengukuhan gelar Doktor di gedung A Fakultas Hukum Unair, Selasa (21/02/2017).

Mantan aktifis mahasiswa di era 90an ini berhasil dikukuhkan sebagai Doktor setelah mampu mempertahankan disertasinya di depan tim penguji tertutup yang diketuai oleh Prof. Dr. Nur Basuki dan tim penguji terbuka yang diketuai oleh Prof. Dr. Drs. Abdul Shomad, SH, MH.

Disertasi dengan judul  Putusan Mahkamah Konstitusi Terkait Kewenangan Mahkamah Agung Dalam Upaya Hukum Kasasi Atas Putusan Bebas Perkara Pidana ini berhasil dipertahankan oleh Syaiful hingga dinyatakan lulus.

“Tema itu saya ambil karena pelaksanaan pasal 244 KUHAP telah di simpangkan dalam penerapannya. Jaksa yang tidak punya kewenangan untuk melakukan kasasi atas putusan bebas, apalagi dengan keluarnya putusan MK No 114/PUU-X82012 tanggal 26 Maret 2003 semakin membuat sistem peradilan menghancurkan perlindungan hukum bagi masyarkat,” ujarnya.

Alumni S2 Unair ini berharap, disertasi yang disusunnya bisa memberikan kontribusi untuk mengkaji ulang hal tersebut.

Sementara itu Amirul Faqih Amza, SH, MH mengajukan disertasi  Kebebasan Hakim Dalam Menerapkan Sanksi Pidana Minimum Khusus.(wis/ziz)

FOTO: Syaiful Maarif bersama adik kandungnya saat syukuran pengukuhan doktor hukum Unair.(wis)


Baca juga:

  • Kejari Sidoarjo Musnahkan Ribuan Barang Bukti Tindak Kejahatan
  • Kejari Surabaya Luncurkan Layanan Si Anti Ribet
  • Kejati Jatim Tangkap DPO Kasus Pembunuhan Berencana
  • PT KAI Tertibkan Aset Gedung Indo Plaza Surabaya
Tentang Kami || Redaksi|| Kontak || Disclaimer||
Copyright © 2014 HALOPOLISI.