www.halopolisi.com menyajikan berita dan informasi seputar dunia kriminal dan kegiatan kepolisian, kegiatan TNI, serta peristiwa umum. || Dapatkan info jadwal SIM dan Samsat Keliling Jatim setiap hari di halopolisi.com. || Jika Anda menemui penyimpangan tindakan anggota Polri atau PNS Polri, catat nama, pangkat dan kesatuan anggota tersebut. Laporkan ke Div Propam Polri melalui No Telp (021-7218615) atau pengaduan di Website Div Propam Polri (www.propam.polri.go.id) atau twitter Div Propam Polri (@propampolri) atau Facebook Div Propam Polri(propam.polri).

Kapolda Jatim Apresiasi Satgas Pangan Polrestabes Surabaya

SURABAYA (halopolisi.com) – Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin mengapresiasi Satgas Pangan Polrestabes Surabaya yang berhasil mengungkap home industri pembuatan abon berbahan daging oplosan/ campuran antara daging ayam dan daging sapi.

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin didampingi Irwasda Kombes Wahyudi Hidayat, Dirreskrimsus Kombes Widodo, dan Kabid Humas Kombes Frans Brung Mangera serta Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga dan Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar terjun langsung ke lokasi. Jenderal Polisi bintang dua itu menegaskan, kasus itu atau makanan abon itu sangat tidak layak untuk dikomsumsi.

“Tim Satgas yang melibatkan Polisi bersama Balai POM dan Perdagangan tetap melindungi para konsumen,” tandas Kapolda Jatim.

Penggerebekan home industri abon sapi oplosan dilakukan oleh tim Satgas Pangan Polrestabes Surabaya dan Disperindag Surabaya, Selasa (16/5/2017). Dari pemeriksaan di lokasi, petugas menemukan barang bukti bahan baku yang digunakan untuk pembuatan abon yang belum diolah, mulai daging sapi hingga daging ayam mentah yang diduga sebagai campuran. Satgas pangan juga berhasil mengungkap adanya pelanggaran kadar campuran abon berlabel bahan sapi ini, yaitu dengan perbandingan 60 persen daging ayam dan 40 persen daging sapi. Tak hanya bahan campuran abon, temuan lain yaitu berat kemasan serta tidak ditemukannya ijin produksi dan peredaran. Rumah produksi ini sudah berjalan 10 tahun. Dalam sekali produksi, pesanan abon oplosan ini bisa mencapai 30-40 karton. Setiap karton berisi 10 kilo abon dengan keuntungan perkarton kurang lebih 100 ribu. Dari pemeriksaan sementara, abon yang memiliki 5 merk dengan produksi perharinya 750 bungkus ini banyak dipesan dari pemesannya di NTT atau Samarinda hingga palangkaraya.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga mengatakan, untuk mendalami kasus ini, tim Satgas Pangan juga menyita sejumlah sample barang bukti untuk bahan penyelidikan.(hp restabes/ziz)

FOTO: Kapolda Jatim saat merilis hasil ungkap kasus Satgas Pangan Polrestabes Surabaya.(hp restabes/ziz)


Baca juga:

  • Satlantas Polrestabes Surabaya Latih Safety Riding di SMAN 13
  • Satlantas Polrestabes Surabaya Binluh Klub Otomotif
  • Peradi Tandatangani MoU dengan Polrestabes Surabaya
  • Fenomena Polisi Ganteng Netralisir Teror Bom
Tentang Kami || Redaksi|| Kontak || Disclaimer||
Copyright © 2014 HALOPOLISI.