www.halopolisi.com menyajikan berita dan informasi seputar dunia kriminal dan kegiatan kepolisian, kegiatan TNI, serta peristiwa umum. || Dapatkan info jadwal SIM dan Samsat Keliling Jatim setiap hari di halopolisi.com. || Jika Anda menemui penyimpangan tindakan anggota Polri atau PNS Polri, catat nama, pangkat dan kesatuan anggota tersebut. Laporkan ke Div Propam Polri melalui No Telp (021-7218615) atau pengaduan di Website Div Propam Polri (www.propam.polri.go.id) atau twitter Div Propam Polri (@propampolri) atau Facebook Div Propam Polri(propam.polri).

La Nyalla Gandeng Belanda Perbaiki Sektor Pertanian Jatim

SURABAYA (halopolisi.com) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim terus berusaha mendorong pertumbuhan industri pertanian di Jatim. Salah satunya dengan menggandeng PUM Netherland, organisasi nirlaba asal Belanda yang menyediakan asistensi tenaga ahli senior, termasuk di bidang pertanian.

Ketua Umum Kadin Jatim, La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan, melalui kerjasama ini nantinya PUM akan menyediakan tenaga ahli dari Belanda untuk memberikan konsultasi gratis di bidang agrikultur dari Belanda.

“Sehingga ini bisa dimanfaatkan warga Jatim yang membutuhkan asistensi atau masukan di bidang pertanian. Belanda adalah salah satu negara dengan teknologi pertanian terbaik di dunia, jadi ini akan sangat bermanfaat untuk mempercepat pertumbuhan sektor pertanian di Jatim,” kata La Nyalla di sela-sela kunjungan senior expert PUM, Shireen Poyck, di Kantor Kadin Jatim di Surabaya, Rabu (20/9/2017).

La Nyalla mengatakan, pertanian adalah sektor ekonomi yang berkontribusi paling besar di Jatim dalam hal penyerapan tenaga kerja.

”Sehingga jika sektor pertanian maju, Jatim otomatis tambah maju. Karenanya kami sangat menyambut baik kerjasama dengan PUM Netherland ini. Kami berharap, masukan-masukan para ahli pertanian dari Belanda yang dihadirkan PUM bisa menjadi masukan yang baik bagi sektor pertanian di Jatim,” ujar La Nyalla.

La Nyalla mengatakan, selama ini masih banyak tantangan yang dihadapi industri pertanian di Jatim.

”Intinya, pertanian Jatim butuh sentuhan baru dari sisi on-farm hingga off-farm agar petani bisa berdaya saing dan sejahtera,” imbuh La Nyalla.

Karena itu, sambung dia, melalui kerjasama dengan PUM ini diharapkan ada masukan dari para ahli anggota PUM yang bisa membantu peningkatan kualitas maupun memperluas akses pemasaran produk pertanian di Jatim.

Sementara itu, senior expert PUM, Shireen Poyck mengatakan pihaknya datang memenuhi undangan Kadin Jatim untuk berdiskusi masalah pertanian di Jatim.

Ke depan PUM siap menghadirkan tenaga ahli di bidangnya untuk membantu mengatasi permasalahan di lapangan.

PUM sendiri di Indonesia sudah melakukan asistensi di ratusan lembaga dan perusahaan khususnya yang berskala UMKM. Di Jatim sendiri tahun ini sudah ada 12 ahli yang dikirimkan untuk berbagai bidang seperti waste management, microbank, IT, franchise, hingga pertanian.(den/ziz)

FOTO: Pertemuan Kadin Jatim dengan pihak Belanda terkait pengembangan pertanian.(den)


Baca juga:

  • Kadin Jatim Sumbang 30 Hewan Kurban
  • Kadin Jatim Kerjasama dengan Kadin Jerman Lewat Program Pelatihan Vokasi
  • La Nyalla Academia Kian Aktif Keliling Tebar Kebaikan
Tentang Kami || Redaksi|| Kontak || Disclaimer||
Copyright © 2014 HALOPOLISI.