Polres Wonosobo Sosialisasi Pengguna Tabung Gas LPG 3kg

​​​​​​​​WONOSOBO (halopolisi.com) – Sesuai dengan UU Migas nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi dan peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang penyedia dan pedistribusian LPG juga larangan penggunaan tabung LPG 3kg untuk kalangan menengah ke atas dan rumah makan industri, Polres Wonosobo dan Polsek jajaran secara serentak mengadakan pengecekan di rumah makan, perhotelan serta peternakan ayam di wilayah Wonosobo.

Tak hanya rumah makan yang berlokasi di sekitaran kota, beberapa warung makan di wilayah Kecamatan Wadaslintang juga menjadi sasaran pengecekan.

Kasat Reskrim Polres Wonosobo, AKP Edy Istanto, S.H., yang turun langsung memimpin kegiatan menegaskan, pihak kepolisian akan terus melakukan pengecekan dan bila perlu penindakan kepada kalangan menegah atas dan rumah makan yang masih menggunakan tabung gas bersubsidi.

“Rumah makan dengan omset Rp 50 juta atau lebih setiap bulan harus menggunakan tabung gas 5 atau 12 kg, karena tabung gas 3 kg hanya untuk kalangan menengah ke bawah,” kata AKP Edy Istanto.

Lebih lanjut perihal penindakan kepada pengguna tabung gas 3 kg yang tidak sesuai akan dikoordinasikan dengan dinas yang menangani hal tersebut. Pihak kepolisian hanya bergerak untuk pengecekan dan sosialisasi hingga tanggal 5 Februari mendatang.

Setelah tenggang waktu yang diberikan habis, baru akan diadakan penyitaan dan pemusnahan dari instansi yang berwenang pada bidang tersebut.

“Segera ganti dengan tabung gas 5 atau 12 kg. Ingat, tabung gas melon 3kg hanya diperuntukan kalangan menengah ke bawah,” tutup AKP Edy Istanto.(hp wonosobo/ziz)

​FOTO: Polres Wonosobo saat mensosialisasikan penggunaan LPG 3kg.(hp wonosobo/ziz)