Catatan Bedah Buku Democratic Policing Karya Kapolri di Surabaya

SURABAYA (halopolisi.com) – Di sela kesibukannya memimpin institusi Kepolisian  Republik Indonesia (Polri), Jenderal Pol Prof. Tito Karnavian ternyata meluangkan waktu untuk menulis buku. Tak tanggung-tanggung, buku yang ditulis Kapolri ini sangat berbobot. Mengupas tuntas sebuah institusi kepolisian masa depan. Saking berbobotnya, buku ini juga mendapat pendampingan khusus dari Peneliti LIPI, Hermawan Sulistyo.

Buku berjudul ‘Democratic Policing’ ini kemarin dibedah di Surabaya. Tepatnya di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Buku ini menjadi bacaan bagi calon perwira tinggi di lingkungan Polri. Bahkan, buku ini juga sedang diterjemahkan kepada kurikulum yang akan diajarkan kepada para Siswa Bintara dan Perwira Polisi. Buku setebal 494 halaman tersebut diluncurkan di Gedung LIPI, November 2017 lalu.

“Kapolri mewajibkan seluruh anggota Polri, terutama kepala sektor wilayah untuk membaca ini. Semua Kapolres, Kapolda, dan semua pemimpin untuk membaca buku ini. Harus paham bagaimana mengerjakan tugas di era demokrasi,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Mohammad Iqbal saat Bedah Buku di Universitas Negeri Surabaya.

Buku tersebut menuangkan tumbuh kembang konsep aparat Kepolisian di masyarakat bukan sebagai alat kekuasaan negara, melainkan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Ketika pembaca paham dan mengimplimentasikan ini di lapangan, dia akan melakukan hal-hal tugas Kepolisian dengan baik dan masyarakat akan percaya,” ujar Jenderal Polisi yang pernah menjabat sebagai Kapolrestabes Surabaya ini.

Setelah diluncurkan, penulis buku menggelar bedah buku ‘Democratic Policing’ kali pertama di Surabaya, tepatnya di Gedung Gema Universitas Negeri Surabaya.

“Butuh waktu satu tahun. Ini edisi pertama,” ujar Hermawan Sulistyo.

Hermawan juga mengatakan kewajiban membaca buku tersebut sudah menjadi tema pendidikan Polri dari Bintara.

“Jadi ini buku wajib. Kapolri sering nanya kepada Kombes, sudah baca buku isinya apa? Bab tiga apa?,” ujar Hermawan Sulistyo.

Bertindak sebagai pembicara, Brigjen Pol M. Iqbal SIK, MH (Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri), Dr. Himawan Estu Bagijo, SH, MH (Sekjend Assosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara/ APHTN – HAN), dan Prof. (Ris) H. Hermawan Sulistyo, Ph.D (Pengamat Politik, Pertahanan dan Keamanan).

Turut mendampingi para Narasumber, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan beserta Pejabat Utama Polrestabes Surabaya. Kegiatan Bedah Buku ini dipelopori oleh Forum Alumni BEM Nusantara Jatim.(hp restabes/ziz)

FOTO: Bedah buku Kapolri di Unesa.(hp restabes)