Kapolri Hadiri Wisuda dan Penutupan Pendidikan Taruna Akpol Tingkat IV Angkatan 49 Batalyon Perwira Hirya

SEMARANG (halopolisi.com) – Kapolri Jenderal Pol Prof. H.M. Tito Karnavian, Ph.D beserta Ketua Umum Bhayangkari, Ny.Hj. Tri Tito Karnavian menghadiri wisuda dan penutupan Pendidikan Taruna Akademi Kepolisian Tingkat IV Angkatan 49 Batalyon Prawira Hirya di Auditorium Cendrawasih, Akpol Semarang, Senin (9/7/2018).

Kapolri didampingi Kabaintelkam Polri, Komjen Pol. Drs. Lutfi Lubihanto, M.M, Kalemdiklat Polri Komjen Pol Drs. Unggung Cahyono beserta Pejabat Utama Mabes Polri, Pejabat Utama Lemdiklat Polri dan Pejabat Utama Akpol serta Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Drs. Condro Kirono beserta Pejabat utama Polda Jawa Tengah.

Selain itu, turut hadir Kapolri pada Massa Jenderal Pol (Purn.) Drs. Da’i Bachtiar, S.H., KASAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna dan Gubernur Akpol pada massanya.

Setiba di Akpol, Kapolri beserta Ketum Bhayangkari disambut tradisi penyambutan di Gerbang Tanggon Kosala Akpol diiringi Tim Drum Corps oleh Gubernur Akpol dan para Taruna.

Kegiatan diawali dengan orasi ilmiah oleh Kompol Wirdhanto Hadicaksono, SIK., M.Si tentang “Tuntunan Kompetensi Anggota Polri sebagai Human Capital dalam Menghadapi Tantangan Dinamika Keamanan”.

Dalam amanatnya, Kapolri menyampaikan, saat ini Polri telah melahirkan Perwira yang memiliki intelektual dan sarjana terapan sebagai penerus Polri.

“Terdapat beberapa hal yang perlu dipahami oleh para wisudawan yaitu, memiliki pola pikir ilmiah, baik kualitatif maupun kuantitatif, karena diharapkan mampu membuat perhitungan untung dan rugi yang kemudian mampu mengambil keputusan.,” kata Kapolri.

Kapolri juga menyampaikan tiga Kebijakan utama promoter yaitu melakukan peningkatan pelayanan publik, menekan kasus terorisme dan kasus-kasus yang meresahkan masyarakat.

Kedua, menekan budaya koruptif, arogansi kewenangan dan kekerasan yang berlebihan.

Ketiga, managemen media.

Berdasarkan hasil survey Litbang Kompas, Polri masuk sebagai tiga lembaga yang dipercaya publik dengan nilai 82.9.

Selain itu berdasarkan hasil surve The Gallup, Indonesia menempati urutan kesembilan sebagai negara teraman di dunia. Hal ini menandakan bahwa Polri mampu menjaga keamanan dalam negeri di Indonesia.

Kapolri juga membeberkan, dalam rangka membangun kapasitas, Polri telah bekerjasama dengan LPDP yang akan memberikan beasiswa kepada lulusan Akpol yang lulus tes untuk belajar di luar Negeri.

“Karena belajar di luar Negeri akan mendapatkan ilmu, kultur dan jaringan atau kawan dengan pola berfikir sama, yang dimana nantinya akan membawa perubahan kultural bagi Polri dan menjadi agent of change.,” kata Kapolri.


“Hal ini penting untuk diri sendiri, karena pada masa ke depan suasana kerja sangatlah kompetitif, sehingga jika menginginkan kemenangan maka haruslah mempunyai nilai plus atau kelebihan dan prestasi yang baik,” sambungnya.

Kapolri juga berpesan kepada wisudawan agar tetap mengejar prestasi, baik formal maupun informal.

“Tetapi jangan mengejar gelarnya saja, karena yang utama adalah menjadi anggota Polri yang berintelektual dan berpengetahuan tinggi, memiliki power, follower dan konsep,” tegas Kapolri.
Adapun jumlah Capaja Akademi Kepolisian yang melaksanakan wisuda sebanyak 279 orang yang terdiri dari 228 Taruna dan 51 Taruni.

Acara ditutup dengan foto bersama para Wisudawan.(divhumas/ziz)
FOTO: Kapolri saat menghadiri wisuda Taruna Akpol.(divhumas)