Prajurit dan PNS Lantamal V Diwejangi Soal Rubella dan Gigi

SURABAYA (halopolisi.com) – Sedikitnya 200 prajurit dan PNS Pangkalan Utama TNI AL V (Lantamal V) mengikuti Ceramah Kesehatan tentang Rubela dan Gigi yang digelar di Gedung Serba Guna Mako Lantamal V, Surabaya, Kamis (25/10/2018).

Ceramah kesehatan ini didibuka Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Lantamal V, Kolonel Laut (K) dr. Imam Hidayat, Sp. S dalam rangka Hari Kesehatan TNI Angkatan Laut tahun 2018.

Tampak hadir Dansatrol Lantamal V, Kasatkom Lantamal V, Karumkital dr. Oepomo, Keprimkopal Lantamal V, perwakilan perwira personel Lanal jajaran Lantamal V dan peserta lainnya.

Menurut narasumber, Mayor Laut (K) dr. Enni Kurniasari, Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular saluran napas yang disebabkan oleh virus campak dan rubella. Orang yang beresiko tertular antara lain anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapatkan Imunisasi campak dan rubella. Akibat dari Rubella, lanjutnya, bisa berdampak pada tuli, penyakit jantung bawaan, katarak, Microcephali (kepala kecil).

Untuk mengatasi dan mencegah pebyakit tersebut, bisa dengan jalan di vaksinasi. Vaksin MR adalah jenis imunisasi yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari dua penyakit sekaligus campak (Measles) dan campak Jerman (Rubella).

Vaksin MR merupakan bagian dari vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella), tapi di Indonesia vaksin Mumps sengaja dipisahkan dari keduanya. Hal ini dilakukan karena penyakit Mumps alias gondongan sudah jarang ditemui di kalangan masyarakat Indonesia.

Vaksin MR diberikan pada semua anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun selama masa kampanye vaksinasi MR. Nantinya, tenaga kesehatan akan menyuntikan vaksin pada bagian otot lengan atas atau paha anak.

“Bagi anak yang sebelumnya sudah melakukan vaksinasi campak, vaksinasi MR ini tetap perlu diberikan. Fungsinya agar si kecil juga mendapatkan kekebalan terhadap rubella,” terangnya.

Selain untuk anak, vaksin ini juga direkomendasikan pada wanita yang ingin merencanakan kehamilan. Semengara itu untuk ceramah Kesehatan Gigi dan Mulut disampaikan drg. Riawati dari Rumkital Dr. Oepomo.

Menurutnya, ada beberapa penyakit yang terjadi akibat kesehatan gigi dan mulut yang buruk, diantaranya penyakit gusi, yangmeskipun ringan namun dapat menjadi lebih buruk keadaannya jika tidak ditangani secara tepat. Penyakit gusi atau penyakit periodontal dapat menyebabkan hilangnya gigi, infeksi, dan komplikasi lainnya.

Peradangan pada bagian dalam jantung, disebut endokarditis. Penyakit ini terjadi sebagai akibat adanya bakteri dalam mulut yang terbawa aliran darah melalui gusi yang berdarah.

Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah sikat gigi minimal dua kali sehari dengan pasta gigi ber-fluoride, hindari konsumsi makanan yang mengandung manis/asam secara berlebihan.

Kemudian ganti sikat gigi setidaknya tiga atau empat bulan sekali, jangan merokok, periksa kesehatan gigi dan mulut secara rutin setidaknya enam bulan sekali ke dokter gigi.(lantamal5/ziz)

FOTO: Prajurit Lantamal V saat mendapat pencerahan terkait Rubella dan gigi.(lantamal5)