Hotel Majapahit Surabaya Terima Sertifikat dan Penanda Cagar Budaya Nasional dari Kemendikbud

SEMARANG (halopolisi.com) – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman menggelar Kampanye Pelestarian Cagar Budaya di Gedung Oudetrap, Kawasan Kota Lama, Semarang. Acara ini berlangsung pada 30 Oktober – 1 November 2018. Tujuan dari acara ini agar registrasi nasional cagar budaya dan kebijakan pelestarian cagar budaya dapat tersosialisasi ke masyarakat, termasuk para stakeholder.

Hotel Majapahit Surabaya menjadi salah satu tamu undangan menerima sertifikat dan penanda sebagai bangunan cagar budaya nasional oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan nomor 021/M/2014. Sertifikat dan penanda ini langsung diterima oleh Thomas Evrard selaku General Manager Hotel Majapahit Surabaya.

“Ini merupakan momentum yang sangat baik, selain untuk melestarikan cagar budaya tapi juga untuk menambah objek cagar budaya kedepannya,” kata Thomas dalam surat elektroniknya kepada halopolisi.com, Kamis (8/11/2018).

Sebelum bernama Hotel Majapahit, dahulu dinamakan Hotel Oranje yang dibangun pada tahun 1910 oleh Lucas Martin Sarkies. Perlu diketahui bahwa Sarkies bersaudara adalah pebisnis asal Iran yang membangun bisnis perhotelan di Asia Tenggara pada akhir abad ke-19, termasuk Raffles Hotel di Singapura pada 1887.

Pada tahun 1942 Jepang mengambil alih dan berganti dengan nama menjadi Hotel Yamato. Tepat pada tanggal 19 September 1945 terjadi insiden perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato menjadi bagian catatan sejarah penting bagi Kota Surabaya.

Untuk mengenang peristiwa heroik tersebut, ribuan orang terlibat dalam drama teatrikal di depan Hotel Majapahit. Selain para veteran, hadir Walikota Tri Rismaharini dan jajaran Forkompimda Kota Surabaya di antaranya, Kapolrestabes Kombes Pol Rudi Setiawan, Kapolres Tanjung Perak Antonius Agus Rahmanto dan Danrem 084/Bhaskara Jaya.

Hotel Majapahit juga menyediakan hotel tour dengan harga Rp 85.000++/orang, termasuk di dalamnya mengunjungi tempat perundingan W.V.Ch Ploegman, Residen Soedirman dan Roeslan Abdulgani (kamar no. 33 atau kamar Merdeka), koleksi beberapa foto sejarah hotel maupun Surabaya, Balai Adika ballroom, Café 1910, North Garden, Presidential Suite sebagai kamar terluas se-Asia Tenggara (luas 806 sqm, tempat perobekan bendera dan diakhiri dengan refreshment kopi atau teh serta kue sebagai penutup.

Total kamar hotel berjumlah 143 kamar dengan tingkatan Classic Room, Heritage Suite dan Majapahit Legendary. Ada beberapa pilihan restaurant, yaitu Indigo Restaurant (menu Asian, Western dan Indonesia), Sarkies Restaurant (Chinese Food atau Seafood), The Maj Pub berdiri sejak tahun 2012 merupakan Pub pertama di Surabaya yang berkonsep Irish Bar dengan Italian Food sebagai menu unggulan. Dengan kapasitas 80 seats, The Maj Pub menyuguhkan live music setiap hari Senin-Sabtu mulai pukul 21.00. Saat ini Hotel Majapahit Surabaya telah dimanage oleh AccorHotels sejak Maret 2017.(rls/ziz)

FOTO: Perwakilan Hotel Majapahit saat menerima sertifikat dari Kemendikbud.(rls)

Tag: