Komandan Lantamal V Hadiri Peluncuran Kapal Selam KRI Alugoro-405

SURABAYA (halopolisi.com) – Komandan Pangkalan Utama TNI AL V (Danlantamal V), Koarmada II, Laksamana Pertama TNI Edwin, S.H,.M.Han menghadiri kunjungan kerja Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacud (Menhan RI) dan Ibu Nora Ryamizard Ryacud beserta rombongan dalam rangka peluncuran Kapal Selam Ke-3 Diesel Elektrik Sub Marine (DSME) di PT. PAL Indonesia Jl. Hangtuah, Ujung, Semampir, Surabaya, kemarin.

Pejabat yang hadir dalam acara tersebut ialah Laksamana TNI Siwi Sukma Adji (Kasal), Kwang Seuk Kim (Presiden Direktur DSME), Bpk. Budiman Saleh (Dirut PT. PAL Indonesia Persero), Laksda TNI DR. Didit Herdiawan M.P.A,.M.B.A (Kasum TNI), Laksda TNI Didik Setiyono, S.E., M.M (Asops Kasal), Laksda TNI Supriatno Irawan, S.E (Aspam Kasal), Laksda TNI Arusukmono (Asrena Kasal), Laksda TNI Moelyanto (Aslog Kasal), Laksda TNI Mintoro Yulianto, S.Sos., M.Si (Pangarmada II), Laksda TNI Edy Sucipto (Gubernur AAL), Laksda TNI Dedy Yulianto (Dankodiklatal) dan Undangan lainnya.

Launching Ceremony dan Ship Naming Kapal Selam Diesel EIectric Submarine U209/1400 produksi PT PAL Surabaya ini diberi nama KRI Alugoro-405. Kapal ini memiliki panjang 61,3 meter dengan kecepatan 21 knot di bawah permukaan air, mampu berlayar lebih dari 50 hari dan dapat menampung lebih dari 40 kru kapal di tambah satu tim pasukan elit TNI AL untuk menunjang fungsi operasinya.

Nama Alugoro diambil dari nama sebuah senjata pemukul yang di miliki oleh tokoh pewayangan Prabu Baladewa senjata tersebut berupa Gada yang yang digunakan olah para kesatria atau bangsawan lainnnya, Kekuatan senjata ini adalah dengan sekali pukul dapat menghancurkan kepala orang yang dipukulnya. Senjata ini sakti karena pemberian dari Dewa yaitu Batara Guru sebagai hadiah pada waktu menikah dengan Dewi Erawati.

Berbeda dengan KRI Nagapasa–403 dan KRI Ardadedali-404, KRI Alugoro–405 adalah kapal selam yang pertama yang dirakit secara lokal di fasilitas PT PAL Surabaya. Hal tersebut merupakan kontribusi positif bagi kemajuan industri pertahanan terutama PT PAL dalam rangka proses alih tehnologi menuju kelandirian produksi dalam negeri di bidang teknologi pengembangan alutsista TNI.

Menhan menyatakan, peluncuran Kapal Selam ini merupakan peluncuran terbesar antara investor dan PT. PAL Indonesia dan transfer teknologi guna meningkatkan kinerja PT. PAL Indonesia sehingga mampu membuat Kapal Selam secara mandiri.

“Perkembangan industri Indonesia merupakan kemajuan bangsa Indonesia dalam membuat Alutsista modern sehingga kehadirannya dapat menjaga kedaulatan bangsa Indonesia, khususnya menambahkan kekuatan TNI AL dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan bangsa Indonesia. Pertahanan Indonesia sudah masuk ke urutan ke 10 besar di Dunia, mengharapkan dengan masuknya Kapal Selam ini dapat memberikan efek besar terhadap pertahanan di mata Dunia,” bebernya.

Ucapan terima kasih kepada seluruh komponen yang telah memberikan sumbangsih tenaga dan fikiran, dan kepada Prajurit agar menjaga Alutsista ini dengan sebaik-baiknya aga masa pakai Kapal Selam ini bisa di gunakan dengan jangka waktu yang lama.(lantamal5/ziz)