Kepala BNPT Ajak Bhayangkari Jadi Tameng Radikalisme

JAKARTA (halopolisi.com) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Suhardi Alius mengungkapkan, di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, para anggota Bhayangkari memiliki peran besar untuk dapat mendidik, menjaga, dan melindungi keluarganya, terutama putra-putrinya agar tidak mudah terpengaruh radikalisme, terutama yang disebarkan melalui dunia maya.

“Radikalisme ini masalah ideologi tidak hanya kepada orang biasa saja, semuanya bisa terpapar kalau kita tidak siap untuk menghadapi itu. Perempuan dan anak-anak sekarang juga sudah disentuh. Oleh sebab itu kewaspadaan harus ditingkatkan oleh Ibu-ibu Bhayangkari ini yang punya peran besar untuk bisa menjaga dan melindungi anak-anaknya agar tidak mudah terpengaruh paham tersebut,” kata Komjen Pol Suhardi Alius melalui siaran pers di Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Dalam kegiatan Hari Kesatuan Gerak Ke-67 Bhayangkari yang dihadiri para anggota Bhayangkari, Polwan, PNS, Keluarga Besar Putra-Putri Polri (KBP3), dan siswa-siswi beserta guru sekolah di lingkungan Kemala Bhayangkari, Kepala BNPT juga memaparkan mengenai pola yang dilakukan para kelompok-kelompok radikal terorisme selama ini merekrut para anggotanya, termasuk melalui lingkungan pendidikan.

“Radikalisme ini sudah ada di sekeliling kita, mereka juga sudah masuk ke lingkungan pendidikan. Tidak hanya perguruan tinggi saja yang mereka incar. PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) juga mereka incar. Untuk itu sekarang ini kami beri tahu cara mengidentifikasinya dan bagaimana cara kita untuk membantu mereduksi dan bahkan bisa menghilangkannya,” bebernya.

Untuk itu dengan adanya pembekalan ini, mantan Wakapolda Metro Jaya ini berharap kepada para perwakilan baik dari Bhayangkari, Polwan, PNS, KBP3, dan anak sekolah beserta guru bisa melihat bahaya paham radikal terrorisme itu dan bisa mensosialisasikan apa yang telah disampaikannya kepada seluruh keluarga besar Bhayangkari Polri.

“Kewaspadaan harus terus ditingkatkan, dan apa yang telah saya sampaikan tadi bisa disampaikan kepada seluruh Bhayangkari dan seluruh keluarga besarnya. Semua ini demi untuk menjaga anak-anak kita atau keluarga besar kita agar tidak terpapar oleh paham-paham yang intoleran dan sebagainya,” kata mantan Kabareskrim Polri ini.(ara/ziz)