www.halopolisi.com menyajikan berita dan informasi seputar dunia kriminal dan kegiatan kepolisian, kegiatan TNI, serta peristiwa umum. || Dapatkan info jadwal SIM dan Samsat Keliling Jatim setiap hari di halopolisi.com. || Jika Anda menemui penyimpangan tindakan anggota Polri atau PNS Polri, catat nama, pangkat dan kesatuan anggota tersebut. Laporkan ke Div Propam Polri melalui No Telp (021-7218615) atau pengaduan di Website Div Propam Polri (www.propam.polri.go.id) atau twitter Div Propam Polri (@propampolri) atau Facebook Div Propam Polri(propam.polri).

Kapolres Wonosobo dan Polwan Berkebaya Turun Jalan Kampanyekan Operasi Simpatik

WONOSOBO (halopolisi.com) – Berbagai upaya dilakukan Satlantas Polres Wonosobo untuk mengkampanyekan keselamatan berkendara pada saat pelaksanaan Operasi Simpatik Candi 2017. Salah satunya adalah dengan menerjunkan polwan berkebaya untuk menyapa dan membenarkan pemakaian helm pengguna jalan, Rabu (8/3/2017) pagi di Simpang Plaza Wonosobo.

Satu per satu pengendara sepeda motor yang belum mengaitkan helm dengan benar disambangi para polwan ini untuk kemudian dikaitkan hingga ‘klik’.

Bukan hanya oleh Polwan, Kapolres Wonosobo juga ikut serta dalam kegiatan tersebut dengan memberikan hadiah kepada anak-anak yang tertib menggunakan helm. Anak-anak yang membonceng orang tuanya dengan menggunakan helm mendapatkan bingkisan langsung dari Kapolres.

“Upaya ini adalah selain untuk memberikan pemahaman akan arti penting keselamatan berkendara sejak dini, juga merupakan salah satu penghargaan bagi masyarakat yang tertib,“ kata AKBP Muhammad Ridwan.

“Selama ini kita hanya sering mendengar adanya tilang bagi yang melanggar. Namun jarang adanya penghargaan kepada yang tertib. Melalui kegiatan inilah kami ingin memberikan penghargaan tersebut,” lanjutnya.

Bersama dengan Kasatlantas AKP SS. Udiono dan Polwan Berkebaya, Kapolres membagikan bingkisan kepada anak-anak yang memakai helm. Raut muka sedikit takut namun senang tergambar dari wajah anak-anak ini saat menerima bingkisan dari Kapolres.

“Terima kasih sudah tertib. Besok helmnya dipakai terus ya!” kata Kapolres kepada anak-anak itu.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Wonosobo AKP Agus Priyono, S.H. menuturkan bahwa selama pelaksanaan Operasi Simpatik Candi 2017 ini, Polres Wonosobo telah melaksanakan berbagai terobosan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang arti penting keselamatan berkendara.

“Bukan hanya penindakan saja. Namun upaya sosialisasi dan penyuluhan juga telah kami lakukan. Kedepan, kami telah menyiapkan beberapa program khusus lagi guna semakin meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalulintas,” katanya.(hp wonosobo/ziz)

FOTO: Polres Wonosobo saat kampanye tertib lalu pintas.(hp wonosobo/ziz)

Satlantas Polres Wonosobo Bersihkan Rumpun Bambu yang Menutup Jalan

WONOSOBO (halopolisi.com) – Sebuah rumpun bambu longsor hingga menutup jalan Mayjend Bambang Sugeng Tembelang Wonosobo. Akibatnya, arus lalu lintas dari arah Wonosobo menuju Kertek tersendat. Untung, aparat Satlantas Polres Wonosobo bertindak cepat dengan melakukan contraflow di Jembatan Tembelang.
lanjut…

Operasi Simpatik, Polres Wonosobo Rutin Razia

WONOSOBO (halopolisi.com) – Sejak tanggal 1 Maret lalu, Polres Wonosobo menggelar operasi kepolisian dengan nama Operasi Simpatik Candi 2017 yang akan berlangsung hingga 21 Maret mendatang. Berkaitan dengan hal tersebut, Satuan Lalu Lintas Polres Wonosobo secara rutin menggelar razia kendaraan di berbagai titik wilayah Wonosobo.

Seperti yang dilaksanakan anggota Satlantas Polres Wonoosbo dipimpin langsung Kasatlantas AKP SS. Udiono melaksanakan razia dengan sasaran pelanggaran yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan. Dalam kurang dari 2 jam kegiatan, setidaknya ada sekitar 43 pengendara ditindak karena melakukan pelanggaran lalu lintas. Meski sebagian besar hanya diberikan teguran tertulis, namun tidak jarang juga yang diberikan tilang karena pelanggaran yang sangat membahayakan.

“Kami hanya memberikan teguran para pelanggar. Namun untuk beberapa pelanggaran yang berbahaya, kami tetap berikan tilang. Diantaranya untuk kendaraan yang kelebihan muatan ataupun sepeda motor yang telah dirubah dimensi maupun spesifikasi tekhnisnya,” kata Kasatlantas.

“Melalui razia ini kami juga berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang arti penting mengutamakan keselamatan dalam berkendara. Keselamatan merupakan satu-satunya tolak ukur dalam berkendara. Bukan hanya tentang kecepatan saja,” terusnya.

Selain razia, Satlantas juga mengedepankan kegiatan sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang berlakunya Operasi Simpatik Candi 2017.

“Kami juga mengoptimalkan sosialisasi kepada maysarakat untuk memberikan pemahaman secara langsung. Tujuan akhir kami adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan tertib berlalulintas dan menurunkan angka kecelakaan lalulintas,” tutup Kasatlantas.(hp wonosobo/ziz)

FOTO: Satlantas Polres Wonosobo saat menggelar razia.(hp wonosobo/ziz)

Polres Wonosobo Gandeng Ulama Kampanyekan Tertib Lalu Lintas

WONOSOBO (halopolisi.com) – Menyadari peran strategis tokoh agama dalam perilaku masyarakat, Satlantas Polres Wonosobo menggandeng ulama untuk menyosialisasikan tertib berlalulintas. Upaya ini digelar Satlantas dengan melaksanakan program Safari Jumat Ajak Perilaku Tertib Berlalulintas (Sajumput Beras) di Masjid Al Muttaqin Dsn. Kresek Desa Sinduagung, Selomerto, Jumat (3/3/2017).

Kapolres Wonosobo, AKBP Muhammad Ridwan, S.I.K. melalui Kasatlantas AKP SS. Udiono menuturkan, Operasi Simpatik Candi 2017 ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tertib lalu lintas kepada masyarakat.

“Menyadari karakteristik masyarakat Wonosobo yang memiliki kecenderungan kepatuhan lebih tinggi terhadap tokoh agama, maka kami melakukan terobosan dengan berkoordinasi dengan tokoh agama,” terangnya.

“Kami berharap, para tokoh agama ini, saat memberikan tausiyah atau wejangan kepada masyarakat, selalu menyisipkan materi tentang tertib berlalulintas,” ujar Kasatlantas.

Selain mengajak para ulama untuk memberikan pemahaman akan arti penting tertib berlalulintas, Kasatlantas berharap melalui kegiatan ini, para ulama juga memberikan dukungan agar pelaksanaan Operasi Simpatik Candi 2017 ini berjalan dengan lancar.

“Kami berharap para ulama memberikan doa restu agar kami dimudahkan dalam menjalankan tugas melayani masyarakat. Semoga pula melalui pelaksanaan Operasi Simpatik Candi 2017 ini, situasi di Indonesia tetap aman dan kondusif. Demikian pula dengan kamseltibcarlantasnya,” tutup AKP Udiono.

Sementara itu, Tokoh Agama Desa Sinduagung Kyai Tajudin menyampaikan dukungannya agar polisi dapat melaksanakan tugas dengan baik dan dijauhkan dari mara bahaya.

“Semoga bapak-bapak Polisi ini semakin istiqomah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.(hp wonosobo/ziz)

FOTO: Satlantas Polres Wonosobo saat mengajak ulama kampanyekan tertib lalu lintas.(hp wonosobo/ziz)

Polres Wonosobo Sosialisasi Operasi Simpatik di Sekolah

WONOSOBO (halopolisi.com) – Dalam upaya menyosialisasikan Operasi Simpatik Candi 2017, Satlantas Polres Wonosobo membuat sebuah terobosan dengan menggelar penyuluhan di Sekolah Luar Biasa Tuna Rungu dan Tuna Wicara Don Bosco serta Dena Upakara Wonosobo, Kamis (2/3/2017).

Di 2 lokasi tersebut, Kanit Dikyasa Satlantas Iptu Suriyanto memberikan materi tentang tata cara berlalulintas yang baik dan benar.

Kapolres Wonosobo, AKBP Muhammad Ridwan, S.I.K. melalui Kasatlantas AKP SS. Udiono menjelaskan, sosialisasi Operasi Simpatik Candi 2017 ini diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Kami tidak membedakan sedikitpun. Berarti juga termasuk penyandang Tuna Rungu dan Tuna Wicara. Oleh karenanya, kegiatan ini merupakan salah satu dari agenda kita untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat,” katanya.

“Mereka juga bagian dari masyarakat. Mereka juga berlalulintas. Jadi kenapa tidak kita berikan juga penyuluhan tentang tata cara berlalulintas yang baik untuk mereka?” lanjut Kasatlantas.

“Kami mengharapkan mereka selalu mengutamakan keselamatan berkendara dan agar ikut bangga karena tertib berlalulintas,” katanya.

Sementara itu, Kanit Dikyasa Satlantas menuturkan, di 2 lokasi tersebut pihaknya memberikan materi tentang penggunaan helm saat membonceng sepeda motor dan aturan bagi pejalan kaki. Dengan banyak bahasa isyarat, Kanit Dikyasa membeberkan tata cara penggunaan helm, safety riding dan berjalan beriringan di trotoar sebelah kiri.

“Tujuan Satlantas melaksanakan sosialisasi berlalulintas disini adalah agar mereka selamat saat berkendara ataupun berjalan di pinggir jalan raya. Jadi apa yang saya sampaikan hanya berupa kewajibannya mengenakan helm saat membonceng sepeda motor dan aturan pejalan kaki,” katanya.

Disinggung tentang pengalamannya memberikan sosialisasi kepada penyandang Tuna Rungu dan Tuna Wicara, Kanit Dikyasa mengungkapkan kesulitannya karena tidak secara utuh memahami bahasa isyarat.

“Akan tetapi kami sangat mengapresiasi keinginan mereka untuk merasa tidak diperlakukan berbeda, termasuk dalam berlalulintas,” tutupnya.(hp wonosobo/ziz)

FOTO: Polres Wonosobo saat sosialisasi operasi simpatik di sekolah.(hp wonosobo/ziz

Kapolda Sumsel Raih Penghargaan MenPAN-RB

SURABAYA (halopolisi.com) – Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel), Irjen Pol Agung Budi Maryoto berhasil mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) atas inovasinya terkait pelayanan publik.

Inovasi layanan publik yang ditelurkan Irjen Pol Agung Budi yakni aplikasi Mudik Online Aman dan Nyaman (MOAN), NTMC TV, serta SIM Online.
Aplikasi MOAN ini bisa diunduh melalui fasilitas Playstore pada telepon selular berbasis Android dan IOS.

Selanjutnya, masyarakat dapat mencari maupun menginformasikan kondisi lalu lintas selama perjalanan arus mudik yang dilintasi guna menghindari kemacetan.

Masyarakat dapat memasukkan data informasi terkait jadwal keberangkatan mudik, perkiraan rute yang akan dilalui dan jenis kendaraan yang digunakan.
Berdasarkan informasi dari pengendara itu, pengelola National Traffic Management Center (NTMC) Korlantas Polri akan menyampaikan kepada petugas di lapangan.

Selanjutnya, petugas di lapangan dapat mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas melalui rekayasa arus lalu lintas karena jumlah kendaraan yang melintasi jalur itu sudah dapat diprediksikan.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi KemenPAN-RB atas beragam inovasi pelayanan publik yang telah ditelurkan jajaran Polri.

Menanggapi hal ini, Kapolda Sumsel mengaku gembira, bersyukur, dan berterimakasih.

“Alhamdulillah, semoga reward ini bisa memotivasi untuk terus berinovasi dalam rangka melayani masyarakat,” ujarnya.(wis/ziz)

FOTO: Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto.(dok)

Polres Wonosobo Kampanyekan Gerakan Bangga Tertib Berlalulintas

WONOSOBO (halopolisi.com) – Untuk meningkatkan kesadaran berlalulintas pada masyarakat sekaligus dalam rangka penyelenggaraan Operasi Simpatik Candi 2017, Satlantas Polres Wonosobo meluncurkan program pembinaan baru kepada masyarakat. Program dengan nama “Kami Bangga Tertib Berlalulintas” tersebut diluncurkan pada saat Apel Gelar Pasukan Operasi Simpatik Candi 2017 Polres Wonosobo pada Rabu (1/3/2017) di Lapangan Mapolres Wonosobo.
Wakapolres Wonosobo, Kompol Christian Aer, S.H., S.I.K. yang bertindak sebagai Pimpinan apel menyampaikan penekanan Korlantas Polri tentang peningkatan kesadaran masyarakat dalam menciptakan keselamatan. “Meski angka kematian akibat kecelakaan di seluruh Indonesia mengalami penurunan sebanyak 2 %, namun jumlah kecelakaannya mengalami peningkatan yang cukup tajam yaitu 15 %,” katanya.
Dalam kegiatan yang juga dihadiri FKPD Wonosobo, Kepala Kantor Perhubungan Wonosobo, Pejabat Utama Polres Wonosobo serta diikuti oleh personel gabungan dari Kodim 0707, Polres Wonosobo, Satpol PP dan Perhubungan Wonosobo itu, Wakapolres juga menekankan, bahwa selain melaksananakan kegiatan yang diharapkan meningkatkan citra positif Polantas, juga agar tetap melakukan penindakan hukum terhadap pelanggaran yang berpotensi kecelakaan.
“Seperti lawan arus, kendaraan barang untuk angkut penumpang, maupun pelanggaran fatal lainnya,” tutur Wakapolres Wonosobo.
“Semoga melalui Operasi Simpatik Candi 2017 ini, dapat menurunkan jumlah kecelakaan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan berlalulintas,” tutup Kompol Christian Aer.
Seusai acara, para peserta apel gelar pasukan kemudian diajak untuk kembali mengglorifikasikan keselamatan berkendara oleh Kanit Dikyasa Satlantas Iptu Suriyanto.
“Tolong disampaikan kepada keluarga, tetangga, orang terdekat atau siapapun, agar selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara. Selalu gelorakan semangat saya pelopor keselamatan berlalulintas karena Kami Bangga Tertib Berlalulintas,” tutur Kanit Dikyasa.(hp wonosobo/ziz)
FOTO: Polres Wonosobo saat mengkampanyekan gerakan bangga tertib berlalulintas seiring gelaran operasi simpatik candi 2017.(hp wonosobo/ziz)

Polres Wonosobo Gelar Operasi Simpatik Candi 2017

WONOSOBO (halopolisi.com) – Dalam upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang arti penting keselamatan berkendara, Polres Wonosobo menggelar operasi kepolisian terpusat dengan sandi Operasi Simpatik Candi 2017.

Kegiatan ini menitikberatkan pada pembinaan dan penyuluhan bidang lalu lintas namun tidak melupakan aspek penegakan hukum.

Kapolres Wonosobo, AKBP Muhammad Ridwan, S.I.K. melalui Kasatlantas AKP SS. Udiono menyatakan, kegiatan operasi ini berlaku mulai tanggal 1 hingga 21 Maret 2017.

“Jadi selama 21 hari tersebut kami akan berupaya maksimal untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang arti penting keselamatan berkendara,” katanya.

Untuk menunjang kegiatan operasi ini, pihak Satlantas juga telah merencanakan berbagai macam program dengan sasaran utama masyarakat.

“Agar kegiatan operasi ini sukses, kami menyiapkan beberapa program kegiatan seperti penyuluhan ke seluruh lapisan masyarakat, lomba tentang ketertiban berlalulintas, razia simpatik maupun kegiatan lain. Diharapkan melalui kegiatan dalam Operasi Simpatik Candi 2017 ini, masyarakat akan semakin paham tentang arti penting keselamatan berkendara yang pada akhirnya dapat menurunkan angka kecelakaan lalu lintas,” terang AKP SS. Udiono.

Sementara itu, Kanit Dikyasa Satlantas Polres Wonosobo, Iptu Suriyanto yang ditemui saat memberikan sosialisai di seputar Alun-alun Wonosobo menyatakan, pihaknya sudah mulai mensosialisasikan pelaksanaan Operasi Simpatik Candi 2017.

“Hari ini kami lakukan Penling (Penerangan Keliling) kepada masyarakat pengguna jalan. Himbauannya antara lain rencana pelaksanaan Operasi Simpatik ini dan agar masyarakat selalu memastikan kelengkapan berkendara,” katanya.(hp wonosobo/ziz)

FOTO: Anggota Polres Wonosobo saat memberi arahan sopir terkait operasi simpatik candi 2017.(hp wonosobo/ziz)

Polri Terbaik Ketiga Pengelolaan Keuangan 2016

JAKARTA (halopolisi.com) – Kepolisian Negara Republik Indonesia ( Polri) mendapatkan penghargaan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) karena terbukti berhasil mengelola keuangan dengan baik di tahun anggaran 2016.

Hal itu diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat Rakornas Pelaksanaan Anggaran Kementerian/Lembaga (K/L) di APBN 2017 di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, kemarin.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan untuk kategori nilai pagu anggaran di atas Rp 10 triliun, peringkat 5 terbaik adalah Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Keuangan, Kepolisian RI, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Sosial.

Ditambahkan Sri Mulyani, ada 11 indikator penilaian bagi kementerian/lembaga yang mendapatkan penghargaan.

“Ada 11 kriteria indikator yg jadi acuan untuk mengukur kinerja K/L, yang merupakan penjabaran dari evaluasi aspek kepatuhan pada regulasi, aspek efesiensi kegiatan pelaksanaan dan aspek kesesuaian,” terang Sri Mulyani.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan penilaian pemberian penghargaan sudah ditetapkan, mulai dari penyerapan anggaran, akurasi pencairan dana, ketertiban dalam penyampaian kontrak, hingga frekuensi revisi DIPA.

”Semoga dengan penghargaan para menteri, sekjen, itjen dapat mengenai setiap rupiah yang dialokasikan di K/L, yang mana bukan hanya untuk layani kebutuhan instansi, melainkan untuk pembangunan nasional,” tutur Sri Mulyani.(etc/ziz)

FOTO: Mabes Polri.(dok)

Kapolri Buka Napak Tilas Mahasiswa PTIK di Jember

JEMBER (halopolisi.com) – Kepala Kepolisia Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Drs. M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D memimpin Apel Pemberangkatan Napak Tilas Mahasiswa PTIK Angkatan 74 Tahun 2017 di Lapangan Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember, Senin (27/2/2017).
Apel melibatkan 127 Mahasiswa STIL – PTIK Angkatan 74, 1 Kompi Pusdik Brimob dan 1 Kompi Brimob Malang. Apel yang dimulai tepat pada Pukul 08.00 WIB juga dihadiri sejumlah Perwira Tinggi Polri dan Pejabat Utama Polda Jatim.

Dalam arahannya Kapolri menyampaikan, kegiatan ini untuk memacu semangat kejuangan dan nilai- nilai jiwa patriotisme dalam menumbuhkan kecintaan terhadap NKRI dan institusi Polri.

” Di dalam menghadapi tantangan dalam tugas kepolisian maka dibutuhkan komitmen soliditas internal yang mesti terus dibina dengan semangat jiwa patriotisme dan pengabdian kepada masyarakat dan senantiasa memupuk diri dengan ilmu pengetahuan,” tutur Kapolri.

Usai memimpin apel, Kapolri menyerahkan secara simbolis bingkisan  kepada 3 yayasan dan perwakilan anak yatim piatu dilanjutkan menyaksikan penampilan soliditas TNI-Polri semangat Yel-yel Promoter yang dibawakan 30 Personil Gabungan Yon Armed & Sat Sabhara Polres Jember.

Sebelum meninggalkan lokasi, didampingi Kapolda Jatim dan Bupati Jember, Kapolri melepas pemberangkatan Napak Tilas Mahasiswa Ulet STIK – PTIK yang ditandai dengan pengangkatan bendera start dan menggunting balon udara.(hp jember/ziz)

FOTO: Kapolri saat membuka napak tilas di wilayah jajaran Polres Jember.(hp jember/ziz)

Halaman 4 dari 41 1 2 3 4 5 6 7 8 9 41
Tentang Kami || Redaksi|| Kontak || Disclaimer||
Copyright © 2014 HALOPOLISI.