www.halopolisi.com menyajikan berita dan informasi seputar dunia kriminal dan kegiatan kepolisian, kegiatan TNI, serta peristiwa umum. || Dapatkan info jadwal SIM dan Samsat Keliling Jatim setiap hari di halopolisi.com. || Jika Anda menemui penyimpangan tindakan anggota Polri atau PNS Polri, catat nama, pangkat dan kesatuan anggota tersebut. Laporkan ke Div Propam Polri melalui No Telp (021-7218615) atau pengaduan di Website Div Propam Polri (www.propam.polri.go.id) atau twitter Div Propam Polri (@propampolri) atau Facebook Div Propam Polri(propam.polri).

Simpati Wakapolsek Gandusari Polres Trenggalek kepada Mbah Katini

Polres Trenggalek – Wakapolsek Gandusari Polres Trenggalek Ipda Sumitro, SH bersama Bhabinkamtibmas, Brigadir Imam Nawawi, SH memberikan bantuan sembako kepada Mbah Katini, warga Desa Gandusari Trenggalek, Senin (20/03). Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus implementasi dari program unggulan Polres Trenggalek, Polisi Peduli Sesama atau P2S.

Dipilihnya Mbah Katini bukan tanpa sebab. Mbah Katini adalah seorang janda yang hidup sebatang kara. Usianya yang sudah sepuh dan sering sakit-sakitan akan membuat trenyuh siapapun yang melihatnya. Sehari-hari, Mbah Katini hanya mengandalkan hidupnya dari pekerjaan mencari rumput yang dijual sebagai pakan ternak, sisanya hanya bisa berharap belas kasihan para tetangganya.

Sembari menyerahkan satu sak beras dan keperluan sehari-hari lainnya, Ipda Sumitro berharap agar Mbah Katini tetap semangat menjalani hidup.

Mugi tetep sehat nggih Mbah, menawi wonten keluhan utawi perlu nopo-nopo njenengan sanjang Bhabinkamtibmas kalian Mbah Lurah, mangke kersane dibantu (semoga tetap sehat ya mbah, kalau ada keluhan atau perlu apa-apa, tinggal bilang sama pak lurah dan Bhabinkamtibmas. Nanti akan dibantu)”, ujar Perwira yang sebelumnya menjabat sebagai Ka SPKT Polres Trenggalek ini.

Saat berbincang, tak terasa rasa haru menyelimuti rumah Mbah Katini. Terlihat mata Mbah Katini yang berkaca-kaca menandakan rasa sukacita dan syukur yang tak terhingga. Dengan terbata-bata, Mbah Katini mengucapkan terima kasih kepada Polsek Gandusari Polres Trenggalek yang telah membantu dirinya.

Sembah nuwun sanget pak, mugi diparingi panjang umur (terima kasih pak, semoga diberikan panjang umur)”, ucap Mbah Katini lirih.

Sebagai tindak lanjut, Ipda Sumitro meminta kepada Bhabinkamtibmas dan unsur 3 pilar untuk terus memantau kondisi Mbah Katini. Jika perlu bantuan 3 pilar harus segera tanggap dan membantu semampunya.

“Sudah menjadi kewajiban kita untuk membantu masyarakat yang membutuhkan”, pungkas Ipda Sumitro.

Ini Langkah Polres Trenggalek terkait Info Penculikan Anak yang Marak Beredar di Medsos

Polres Trenggalek – Merebaknya berita penculikan di Kabupaten Trenggalek akhir-akhir ini direspon cepat oleh jajaran Polres Trenggalek. Berbagai upaya dilakukan untuk meredam keresahan masyarakat terkait berita hoax penculikan anak yang “katanya” terjadi di Kabupaten Trenggalek.

Seperti diberitakan sebelumnya, terdapat 2 berita yang sempat menjadi viral di media sosial belakangan ini yakni berita penculikan anak di Desa Nglongsor Kecamatan Tugu dan Pogalan serta di Tapan Kecamatan Karangan.

Polres Trenggalek pun telah mengklarifikasi berita hoax tersebut.

“Semua berita penculikan adalah tidak benar. Kami sudah mengecek dan mengkonfirmasi pihak-pihak terkait. Tidak ada kejadian seperti yang diberitakan”, ujar Kasubaghumas Polres Trenggalek, Iptu Supadi.

Meskipun demikian, pertanyaan seputar kebenaran informasi penculikan tersebut masih saja banyak beredar di masyarakat. Guna mengantisipasi keresahan masyarakat, Iptu Supadi memandang perlu untuk dilakukan sosialisasi kembali melalui media radio lokal di Trenggalek.

“Sebaran radio lebih luas, jadi lebih efektif menjangkau pelosok”, jelasnya.

Ada dua radio yang menjadi jujukan perwira satu ini. Radio Boss yang ada di Jarakan dan Radio Praja Angkasa di seputaran Alun-Alun Trenggalek.

Dalam kesempatan tersebut Iptu Supadi kembali menegaskan bahwa berita penculikan yang beredar luas melalui Medsos dan aplikasi Messenger adalah tidak benar.

“Perlu kami sampaikan kepada masyarakat, berita tersebut adalah hoax dan pihak Kepolisian masih menyelidiki aktor pembuat berita bohong tersebut”, terangnya.

Iptu Supadi berharap, masyarakat tak perlu resah menerima informasi tersebut namun tetap waspada. Pihak Kepolisian akan meningkatkan intensitas patroli khususnya di sekolah dan pemukiman penduduk.

Sementara itu, Iptu Supadi juga berharap agar masyarakat lebih cerdas memilih dan memilah informasi. Masyarakat diminta jangan mudah percaya terhadap informasi yang tidak jelas kebenarannya.

“Lebih bijak apabila konfirmasi kepada pihak Kepolisian terdekat atau Bhabinkamtibmas dan jangan ikut menyebarluaskan”, pungkas Iptu Supadi.

Polsek Dongko Berikan Pelayanan Antar Jemput bagi Warganya yang Sakit

Polres Trenggalek – Keberadaan kendaraan dinas patroli Polsek jajaran Polres Trenggalek memiliki arti sangat penting bagi warga masyarakat khususnya di wilayah pegunungan. Jika sebelumnya pernah diberitakan, Polsek Panggul Polres Trenggalek merelakan kendaraan patrolinya difungsikan sebagai mobil antar jenazah ke pemakaman, Polsek Dongko Polres Trenggalek justru memberikan pelayanan antar jemput bagi warganya yang sakit.

Saat sambang desa dan patroli wilayah, Brigadir Didik, Bhabinkamtibmas Desa Dongko bertemu dengan keluarga Ibu Maimunah yang kebetulan dirawat di Puskesamas Kecamatan Dongko akibat sakit yang dideritanya. Dari perbincangan tersebut, diketahui bahwa keluarga kesulitan membawa pulang Ibu Maimunah yang telah sembuh karena tidak adanya angkutan umum.

Atas inisiatifnya, Brigadir Didik melaporkan kepada Kapolsek Dongko Polres Trenggalek perihal pinjam kendaraan dinas untuk menjemput dan mengantar Ibu Maimunah dari Puskesmas menuju rumahnya di Desa Dongko. Tanpa berpikir panjang, AKP Tri Basuki yang memang dikenal sebagai sosok yang memiliki jiwa sosial tinggi ini menyetujui permohonan tersebut.

“Mobil dinas ini juga milik masyarakat, jika bisa membantu kenapa tidak”, ujar AKP Tri Basuki.

Tentu saja keluarga Ibu Maimunah sangat bersuka cita atas bantuan yang diberikan oleh Polsek Dongko Polres Trenggalek.

“Kami jemput dan antar hingga ke rumah”, tambah AKP Tri Basuki.

Pemanfaatan kendaraan dinas Polsek Dongko Polres Trenggalek bagi masyarakat yang membutuhkan tentu akan berdampak positif bagi kedekatan Polisi dan masyarakat, dimana Polri sebagai representasi Negara benar-benar hadir dan membawa manfaat bagi masyarakat secara luas.

Akibat Mengantuk, Mobil Masuk ke Parit

Polres Trenggalek – Sebuah kendaraan jenis Toyota Etios nomor polisi D 1801 ADD terperosok dalam parit di pinggir jalan tepat di depan sebuah Toko Modern di jalan raya Ngetal Pogalan Trenggalek dini hari tadi, Senin (20/03). Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Ipda Kaelani, Wakapolsek Pogalan Polres Trenggalek menerangkan, kendaraan yang dikemudikan oleh Kuncoro warga Desa Panggul tersebut berangkat dari Kecamatan Panggul menuju Surabaya. Saat di TKP pengemudi mengantuk dan tidak bisa mengendalikan kendaraannya hingga masuk dalam parit.

“Terjadi pukul 03.30 WIB, kemungkinan besar sopir mengantuk karena berangkat dari Panggul masih malam hari”, ujar orang nomor dua di Polsek Pogalan Polres Trenggalek ini.

Sampai dengan berita ini diturunkan, kendaraan sudah dievakuasi oleh mobil derek.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Heru Sudjio, SH berpesan agar pengemudi lebih hati-hati dan wapada jika mengemudikan kendaraan pada malam hari.

“Apabila kondisi kesehatan kurang bagus atau lelah dan ngantuk, silakan beristirahat terlebih dahulu. Bisa memanfaatkan rest area atau pos polisi terdekat”, ujar AKP Heru.

Saat Kapolsek Tugu Polres Trenggalek menjadi Pembina Upacara di Sekolah

Polres Trenggalek – Kapolsek Tugu Polres Trenggalek, Iptu Bambang Purwanto, SH, MH bertindak sebagai pembina upacara di SMPN 1 Tugu, Senin (20/03). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program “Police Goes To School”, dimana seluruh Kapolsek dan perwira staf hingga Bhabinkamtibmas di jajaran Polres Trenggalek wajib berkunjung ke sekolah atau bertindak sebagai pembina upacara.

Dalam amanatnya, Iptu Bambang menyampaikan pentingnya penananman disiplin bagi pelajar sejak dini sebagai wujud tanggung jawab moril anak kepada orang tua yang telah membiayai sekolah. Selain itu Iptu Bambang juga menjabarkan tentang tertib dan disiplin berlalulintas bagi pelajar. Tidak ada lagi pelajar yang melakukan pelanggaran lalu lintas dan menjadi korban kecelakaan lalu lintas.

Fenomena perkembangan pergaulan pelajar akibat modernisasi dan kemajuan tehnologi  jangan sampai mengakibatkan pelajar terjerumus kepada salah pergaulan yang pada akhirnya mengarah pada kenakalan remaja termasuk Narkoba dan Miras.

Diakhir amanatnya, Iptu Bambang menyampaikan bahwa Operasi Simpatik Semeru 2017 akan berakhir tanggal 21 Maret 2017 besok. Dengan berakhirnya operasi ini jangan sampai mengurangi nilai kedisiplinan  dan etika dari para siswa dalam berlalulintas.

“Terus tingkatkan disiplin dan ketertiban berlalu lintas”, ucapnya.

Sebelum upacara berakhir, Kapolsek yang pernah menjabat sebagai Kanittipikor Satreskrim Polres Trenggalek itu memberikan quesioner kepada pelajar tentang peraturan berlalu lintas. Tiga orang pelajar yang mampu menjawab pun mendapatkan hadiah menarik.

Bonus Cuti 2 Minggu, 41 Baja Diwajibkan Apel di Polres Trenggalek

Polres Trenggalek – Sebanyak 41 Bintara Remaja (Baja) mengikuti apel pagi di halaman Polres Trenggalek. Para Baja ini merupakan lulusan Diktukba Polri TA 2016-2017 yang baru saja dilantik bulan Februari yang lalu. Paurlat Bagsumda Polres Trenggalek, Aiptu Agus menuturkan, para Baja tersebut adalah lulusan dari Sekolah Polisi Negara yang berdomisili di Trenggalek.

“Mereka asli dari Trenggalek. Sejak tanggal 8 Maret mendapatkan cuti selama 2 minggu. Sambil menunggu penempatan, mereka diwajibkan mengikuti apel pagi di Polres Trenggalek”, ujar Aiptu Agus.

Para Baja yang telah selesai mengikuti pendidikan selama 7 bulan tersebut 24 orang dari SPN Polda Jatim, 14 orang dari Pusdik Sabhara Porong, 1 orang SPN Batua Makasar, 1 orang SPN Singaraja Bali dan 1 orang dari Sepolwan.

Masih kata Aiptu Agus, selama para Baja ini dititipkan di Polres Trenggalek, mereka wajib mengikuti seluruh kegiatan dan tata tertib yang berlaku. Selain wajib apel pagi, siang dan malam, juga mengikuti program pelatihan seperti PBB dan latihan fungsi serta mengikuti pembinaan rohani mental.

Saat mengambil apel, Aiptu Agus berpesan agar para Baja menjaga diri dan tidak melakukan pelanggaran sekecil apapun.

“Bersikaplah sebagai seorang polisi yang menjadi panutan masyarakat. Jaga nama baik Polri dan almamater kalian”, pesan Aiptu Agus di hadapan para Baja.

Saat dikonfirmasi tentang penempatan tugas, Aiptu Agus menegaskan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan dari Polda dan Mabes Polri.

“Bisa saja penempatan tugas tidak di Trenggalek. kontraknya bersedia ditempatkan dimana saja, jadi ya harus siap”, pungkas Aiptu Agus.

Polsek Gandusari Polres Trenggalek : Prioritaskan Keamanan pada Pusat Keramaian Masyarakat

Polres Trenggalek – Toko emas masih menjadi sasaran favorit bagi pelaku kejahatan. Banyak tersiar berita tentang perampokan dan pencurian toko emas di berbagai kota di Indonesia. Selain harganya yang mahal, penjualannya pun relatif lebih mudah.

Tak ingin wilayahnya diobok-obok oleh pelaku kriminal, Polsek Gandusari Polres Trenggalek mengintensifkan patroli di beberapa toko emas yang ada di wilayahnya. Toko emas banyak terdapat di pasar tradisional tak jauh dari Mapolsek Gandusari Polres Trenggalek. Posisi geografis pasar yang merupakan jalur simpang menuju wilayah Kecamatan Kampak, Pogalan, dan Karangan ini menimbulkan kerawanan tersendiri dimana pelaku kejahatan bisa melarikan diri ke berbagai arah.

Kapolsek Gandusari Polres Trenggalek, AKP Rohadi, SH menuturkan, pihaknya menerjunkan 1 regu patroli setiap hari di area pasar tersebut. Selain mencegah kemacetan juga meminimalisir para pelaku kriminalitas yang akan melakukan aksinya di wilayah Gandusari.

“Khusus untuk hari pasaran, perkuatan kami tambah 2 kali lipat mengingat aktivitas masyarakat di seputar pasar dan toko emas juga meningkat”, ujar AKP Rohadi.

Menurut AKP Rohadi, konsen pengamanan di toko emas menjadi prioritas, mengingat sasaran tersebut yang paling sering menjadi target pelaku kejahatan. AKP Rohadi juga menghimbau kepada pemilik toko emas agar memasang teralis besi sebagai pengamanan diri serta CCTV agar dapat memantau setiap pengunjung yang mencurigakan.

“CCTV akan sangat membantu Kepolisian untuk mengungkap jika terjadi sesuatu”, tegas Perwira yang juga pernah menjabat sebagai Kapolsek Munjungan Polres Trenggalek ini.

Kolaborasi Bhabinkamtibmas dan Babinsa di Jajaran Polres Trenggalek, Berikan Teladan kepada Anak-Anak

Polres Trenggalek – Kekompakan 2 aparat Negara ini patut diacungi jempol. Pasalnya dua petugas beda instansi ini mampu berkolaborasi memberikan pembelajaran kepada siswa siswi Taman Kanak-Kanak (TK). Adalah Aiptu Suprayitno, Kanit Binmas Polsek Munjungan Polres Trenggalek bersama anggota TNI (Babinsa) Desa Bendoroto kompak mendatangi TK Darma Wanita di desa setempat.

Kedatangan mereka untuk memberikan wawasan dan pengetahuan sekaligus pembelajaran tentang disiplin berlalu lintas. Tentu saja kehadiran dua aparat Negara ini membawa kesan tersendiri bagi para siswa tersebut.

“Tertib berlalu lintas harus ditanamkan sejak usia dini, setidaknya mereka memahami tentang pentingnya keselamatan berkendara”, ujar Aiptu Suprayitno.

Dengan gaya pembelajaran khas anak-anak, Aiptu Suprayitno menyampaikan bagaimana menggunakan helm yang baik dan benar. Ia pun memasangkan helm kepada salah seorang murid yang ditunjuk.

“Jangan lupa minta bapak atau ibu meng-klik tali pengamanan ya. Biar helmnya gak terbang dibawa angin”, ujar salah satu anggota di jajaran Polres Trenggalek yang dikenal sederhana ini.

Diakhir kegiatan, Aiptu Suprayitno pun membuat kuis interaktif seputar aturan lalu lintas. Dan bagi yang bisa menjawab hadiah menarik telah disiapkan untuk mereka.

Penerapan Program Senin Disiplin di Polsek Bendungan Polres Trenggalek

Polres Trenggalek – Program Senin Disiplin yang dicanangkan oleh Kapolres Trenggalek, AKBP Donny Adityawarman, S.I.K, M.S.I, direspon cepat oleh jajaran di bawahnya. Setiap hari Senin, dari tingkat Polres hingga Polsek jajaran Polres Trenggalek melaksanakan kegiatan penegakan ketertiban dan disiplin (Gaktibplin).

Tak terkecuali Polsek Bendungan Polres Trenggalek. AKP Sukeni, SH langsung turun tangan mengawasi pelaksanaannya. Polsek yang terkenal dengan anak tangga terbanyak ini menghentikan setiap kendaraan anggota yang masuk ke halaman Mapolsek. Satu persatu diperiksa kelengkapan dan surat-suratnya.

“Meskipun di pegunungan, disiplin tetap harus melekat di jiwa anggota. Tak ada toleransi, kalau salah ya ditindak”, ujar AKP Sukeni.

Tak hanya surat-surat, spektek kendaraan yang ditumpangi anggota pun tak luput dari pengawasan provos. Sudah disiapkan blangko tilang bagi mereka yang melanggar.

“Sama seperti masyarakat lainnya, anggota yang melanggar juga ditilang”, jelas mantan Kapolsek Durenan Polres Trenggalek ini.

AKP Sukeni menuturkan, pengawasan dan pemeriksaan seperti ini tidak hanya dilakukan hari Senin saja. Bisa juga dilakukan secara mendadak pada waktu yang tidak diduga sama sekali.

“Tujuannnya agar anggota memiliki disiplin tinggi, tidak hanya pada saat ada pimpinan saja. Dengan begitu mereka akan lebih hati-hati dan mengingat apa saja yang harus dipersiapkan sebelum berangkat ke kantor”, ujar AKP Sukeni.

Ini Cara Kapolsek Pogalan Tingkatkan Kedisplinan Anggotanya

Kapolsek Pogalan tampak memberikan hukuman kepada dua anggotanya yang kurang disiplin

Polres Trenggalek – Setiap anggota Polri haruslah menjadi teladan bagi masyarakat lainnya, dari cara berpakaian, disiplin hingga perbuatan dan tindakannya. Demi menjaga marwah Polri sebagai insan Bhayangkara, Polsek Pogalan Polres Trenggalek rutin melaksanakan pemeriksaan kelengkapan dan sikap tampang personelnya.

“Pemeriksaan disiplin dilaksanakan setiap hari Senin setelah apel pagi”, jelas Kapolsek Pogalan Polres Trenggalek, AKP Wardjito, SH.

Pemeriksaan meliputi, kelengkapan personal seperti KTP, KTA, SIM dan STNK serta sikap tampang dari sepatu yang harus disemir mengkilat, kopel hingga kerapian rambut.

AKP Wardjito menuturkan, sikap tampang merupakan wujud kepedulian terhadap diri sendiri. Uniform yang dipakai harus sesuai peraturan yang telah ditetapkan.

“Semua harus perfect. Masyarakat melihat wibawa seorang polisi itu dari seragamnya. Kalau seragamnya bagus, bersih dan rapi kan kelihatan gagah dan berwibawa”, ujar AKP Wardjito.

AKP Wardjito menambahkan, seperti pepatah Jawa, ajining rogo soko busono yang artinya berharganya penampilan seseorang itu dinilai dari busana yang ia pakai.

Dari hasil pemeriksaan hari ini ditemukan 2 orang anggota yang sikap tampangnya kurang rapi, karena timangan pada sabuk Sabhara yang dikenakan tampak kusam dan tidak mengkilat.

“Harusnya dibraso atau pakai apalah biar bisa mengkilat. Jadi terlihat lebih bagus”, ujar Kapolsek yang pernah menjabat sebagai Kasubbagpers Bagsumda Polres Trenggalek ini.

Agar tidak mengulangi keteledorannya, 2 anggota inipun terpaksa diberikan teguran dan push up di hadapan rekan kerja lainnya.

“Bukan menghukum, tapi agar mereka menyadari kesalahannya dan tidak mengulanginya lagi”, tegas AKP Wardjito.

Halaman 1 dari 34 1 2 3 4 5 6 34
Tentang Kami || Redaksi|| Kontak || Disclaimer||
Copyright © 2014 HALOPOLISI.