www.halopolisi.com menyajikan berita dan informasi seputar dunia kriminal dan kegiatan kepolisian, kegiatan TNI, serta peristiwa umum. || Dapatkan info jadwal SIM dan Samsat Keliling Jatim setiap hari di halopolisi.com. || Jika Anda menemui penyimpangan tindakan anggota Polri atau PNS Polri, catat nama, pangkat dan kesatuan anggota tersebut. Laporkan ke Div Propam Polri melalui No Telp (021-7218615) atau pengaduan di Website Div Propam Polri (www.propam.polri.go.id) atau twitter Div Propam Polri (@propampolri) atau Facebook Div Propam Polri(propam.polri).

POP! Hotels Kembali Berpartisipasi dalam Clean Up Jakarta Day

pop-x-cujdJAKARTA (halopolisi.com) – Jaringan hotel bujet bagi para tamu ramah lingkungan, POP! Hotels kembali berpartisipasi dalam ajang Clean Up Jakarta Day untuk kedua kalinya. ajang ini digelar Minggu (16/10/2016) untuk mengajak partisipasi berbagai komunitas publik melalui aksi kolaborasi cinta bumi dengan tujuan menjaga kota Jakarta tetap bersih dan sehat.
lanjut…

BNNP Jatim Tingkatkan Kemampuan Asesmen Petugas Rehabilitasi

img_8462SURABAYA (halopolisi.com) – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim terus meningkatkan kemampuan personilnya, khususnya di bidang asesmen pada petugas rehabilitasi. Salah satu caranya dengan menggelar pelatihan.
lanjut…

HARRIS-POP! Hotels & Conventions Gubeng Jadi Jujugan Artis Pengisi Jatim Fair 2016

harris-hotelSURABAYA (halopolisi.com) – Sebagai salah satu hotel paling favorit untuk penyanyi dan musisi nasional sekaligus internasional di Surabaya, HARRIS-POP! Hotels & Conventions Gubeng ditunjuk sebagai mitra hotel resmi untuk eksibisi tahunan yang diselenggarakan Pemprov Jatim dan Grand City, “Jatim Fair 2016”.
lanjut…

Gaya Ngopi Gus Ipul Jadi Obyek Lukis Ratusan Seniman

img-20161013-wa000SURABAYA (halopolisi.com) – Gaya ngopi yang khas dari sosok Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjadi inspirasi tersendiri bagi ratusan seniman lukis. Para pelukis ini pun menjadikan sosok Gus Ipul sebagai obyek lukisannya.
lanjut…

Tangkal Narkoba, BNNP Jatim Rapatkan Barisan Bersama BNNK

img_8086SURABAYA (halopolisi.com) – Wilayah Provinsi Jawa Timur merupakan wilayah rawan peredaran gelap Narkoba karena banyaknya pintu masuk narkoba, baik dari udara, darat dan laut. Prevalensi penyalahgunaan narkoba di wilayah Jatim juga lebih dari 2 persen. Untuk itu, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim merapatkan barisan bersama BNN Kabupaten/Kota dalam upaya bersama menangkal peredaran gelap Narkoba.
lanjut…

Hotel Premier Inn Juanda Sajikan Coffe Corner Istimewa

image001SURABAYA (halopolisi.com) – Iklim tropis dan kesuburan tanah vulkanik menjadi rahim lahirnya varian kopi bercita-rasa tinggi di Tanah Air Indonesia.
lanjut…

Ini Dia Perjalanan Kopi Indonesia yang Mendunia

aroma-of-heaven_20150411_113123SURABAYA (halopolisi.com) – Indonesia di mata dunia dikenal sebagai negara penghasil kopi terbesar keempat sekaligus pengekspor kopi robusta terbesar kedua. Sudah sejak abad 16 Indonesia dikenal sebagai surga kopi. Bertepatan dengan Hari Kopi Dunia, sebuah laman tirto.id melansir perjalanan kopi Indonesia hingga mendunia. Hal itu tampak dalam gelaran Specialty Coffee Association of America (SCAA) Expo di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, April lalu di mana Indonesia mendapat tempat istimewa.
lanjut…

Program Satu Bhabinkamtibmas untuk Satu Desa Kunci Sukses Tugas Polri

foto-akbp

Oleh: AKBP Mustofa SIK MH
Pasis Sespimmen Polri Dik Reg 56/2016

Tindakan preventif  adalah tindakan jauh lebih baik dibanding tindakan yang lain,  seperti represif atau persuatif. Untuk itu, kehadiran anggota Polisi Republik Indonesia (Polri) di tingkat paling bawah dalam unsur pemerintahan desa/keluruahan sangat menentukan, keberhasilan tugas pokok.  Polri kini menerapkan program prioritas “Satu Polisi untuk Satu Desa.”  Langkah ini dilaksanakan agar bersinergi dengan salah satu program Presiden Joko Widodo “Membangun Indonesia dari Pinggiran dengan Memperkuat Daerah-Daerah dan Desa dalam Kerangka Negara Kesatuan”.

Seiring dengan salah satu program Presiden Jokowi dan implementasi dari Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Pemerintahan Desa (Pemdes), maka Polri telah menerapkan program prioritas ‘Satu Polisi untuk Satu Desa’.

Siapa yang diterjungkan Polri untuk tugas mulia ini?  Adalah Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas). Salah satu tugasnya, melakukan pembinaan keamanan dan ketertiban di tingkat desa, bekerja sama dengan Bintara Pembina Desa (Babinsa TNI -AD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Lintas Masyarakat (Linmas), maupun para mantan Pertahanan Sipil (Hansip), sebagai potensi masyarakat.

Guna mendukung tekad ini, Polri telah merelokasi personil dari tingkat Mabes dan Polda ke tingkat Polres dan Polsek.  Tujuannya, meningkatkan kualitas pelayanan  hingga ke tingkat pelosok desa. Tentunya harus terus dilakukan pembinaan dan dievaluasi sejauhmana hasilnya.

Memang saat ini  jumlah personel polisi mengalami peningkatan sebesar 2,3 persen per tahun dengan total anggota sebanyak 429.711 personel. Sementara jumlah yang harus di-cover 72.944 wilayah administrasi desa dan 8.309 wilayah administrasi kelurahan. Sehingga total wilayah administrasi setingkat desa dan kelurahan sebanyak 81.253. Memang belum sebanding, apalagi wilayah Indonesia yang merupakan kepulauan, salah satu kendala. Namun, bukan alasan untuk tidak terlaksana program Satu Desa Satu Polisi ini.

Tugas pembinaan  Bhabinkamtibmas selaian meningkatkan partisipasi dan kesadaran hukum, dengan melakukan pendekatan langsung ke masyarakat juga harus kontinu (berkelanjutan) dan diawasi serta dievaluasi.   Tujuan lain untuk mencapai pelayanan maksimal, sesuai harapan masyarakat, dengan membangun citra transparansi, akuntabilitas mengayomi dan melayani masyarakat secara langsung, sebagai konsultan dalam pemecahan masalah yang terjadi di tingkat daerah terpencil. Serta ikut berpastisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat ke arah yang positif. Pada gilirannya mampu meredam gejolak di tingkat paling bawah.

Di samping itu, pemberian informasi tentang pelaksanaan tugas Polri  dan pemberian informasi yang jelas tentang tugas-tugas Polri, akan dapat membuka cakrawala pandang masyarakat tentang Polri, baik tugas, tanggung jawab, wewenang dan segala keberadaannya.
Dengan demikian masyarakat akan lebih objektif dalam menilai kinerja Polri di lapangan, serta mengurangi citra buruk Polri di mata masyarakat. Informasi tentang Polri ini, akan dapat membuka mata masyarakat betapa berat dan sulitnya tugas yang harus diemban serta pentingnya peran serta dari masyarakat dalam mendukung pelaksanaan tugas Polri dalam mewujudkan kamtibmas secara bersama-sama.
Sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat, maka Polri harus berusaha mewujudkan situasi aman dan tertib dalam masyarakat. Untuk itu,  perlu melakukan upaya-upaya pencegahan terhadap kemungkinan timbulnya gangguan kamtibmas, sehingga masyarakat dapat merasa aman dan terayomi.
Kegiatan yang dilakukan dalam upaya preventif oleh Polri adalah berupa kegiatan pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli. Di samping itu juga kegiatan diteksi dini terhadap kemungkinan munculnya gangguan kamtibmas adalah salah satu kunci mencegah gejolak nasional.

Hampir semua informasi yang ada di desa dihimpun oleh Bhabinkamtibmas untuk selanjutnya dilaporkan kepada atasannya, terlebih lebih menyangkut informasi dari Polri yang perlu disampaikan kepada masyarakat peran ini selalu diemban oleh Bhabankamtibmas. Di samping itu dalam memberi imbauan kepada masyarakat tentang bahaya narkoba, terorisme, pornografi,  maka peran inipun diemban oleh Bhabinkamtibmas untuk menyampaikan kepada agar mereka memahami dan mengerti apa dan bagaimana dampak bahayanya selain risiko hukum.

Selain kegiatan tersebut di atas, Polri juga perlu memberikan pemahaman yang baik tentang pentingnya peran serta masyarakat dalam turut menciptakan situasi kamtibmas di wilayahnya, yaitu dengan pelaksanaan siskamswakarsa atau sistim keamanan lingkungan dan diharapkan masyarakat mau untuk turut serta melakukan upaya pencegahan di wilayahnya bersama-sama dengan Polri.
Apabila pelaksanaan tugas berupa kegiatan pre-emtif, prefentif telah dilakukan dengan baik, diharapkan masyarakat telah dapat mengerti tentang hukum, kepolisian dan pentingnya peran serta masyarakat untuk turut serta dalam upaya menciptakan kamtibmas di wilayahnya.

Langkah berikutnya adalah pelaksanaan tindakan represif terhadap setiap pelanggaran yang timbul secara tegas, agar masyarakat mengetahui bahwa setiap tindakan yang melanggar ketentuan perundang-undangan akan mendapat sanksi. Pada akhirnya diharapkan masyarakat akan semakin mengerti tentang pentingnya mematuhi peraturan yang berlaku dan menimbulkan efek jera. (*)

Ribuan Warkop di Jatim Pecahkan Rekor MURI

img-20160928-wa001SURABAYA (halopolisi.com) – Sedikitnya 1.200 warung kopi (Warkop) di seluruh Jawa Timur (Jatim) dipersiapkan untuk memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam peringatan HUT ke-71 tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) di lapangan Makodam V Brawijaya.
lanjut…

Perkuat Rehabilitasi, BNNP Jatim Latih Petugas Rawat Jalan

bnnp-jatimSURABAYA (halopolisi.com) – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim bekerjasama dengan Deputi Bidang Rehabilitasi BNN menggelar kegiatan peningkatan kemampuan teknis petugas rehabilitasi dalam bidang layanan rawat jalan.
lanjut…

Halaman 5 dari 103 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 103
Tentang Kami || Redaksi|| Kontak || Disclaimer||
Copyright © 2014 HALOPOLISI.