www.halopolisi.com menyajikan berita dan informasi seputar dunia kriminal dan kegiatan kepolisian, kegiatan TNI, serta peristiwa umum. || Dapatkan info jadwal SIM dan Samsat Keliling Jatim setiap hari di halopolisi.com. || Jika Anda menemui penyimpangan tindakan anggota Polri atau PNS Polri, catat nama, pangkat dan kesatuan anggota tersebut. Laporkan ke Div Propam Polri melalui No Telp (021-7218615) atau pengaduan di Website Div Propam Polri (www.propam.polri.go.id) atau twitter Div Propam Polri (@propampolri) atau Facebook Div Propam Polri(propam.polri).

Patroli Berkah, Satpolairud Polres Banyuwangi Bagikan 100 Nasi Bungkus

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Anak Buah Kapal (ABK) Berkah 1-2 ketiban berkah. Dua kapal yang sedang lego jangkar di Pelabuhan Tanjungwangi, Ketapang ini mendapat jatah makan siang gratis dari Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Banyuwangi.
lanjut…

Bayar Pajak Kendaraan Bonus Bendera Cantik di Polres Banyuwangi

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Cara unik ini dilakukan petugas Samsat Satlantas Polres Banyuwangi kepada para wajib pajak. Warga yang datang ke Kantor Samsat untuk melunasi pajak diberi bonus bendera mini untuk dipasang pada kendaraannya.
lanjut…

Polantas Polres Banyuwangi Rayakan Agustusan di Pantai GWD

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Peringatan HUT RI ke-72 menginspirasi jajaran Satlantas Polres Banyuwangi untuk menaklukkan Gunung Ijen. Belasan personil Korps Sabuk Putih pun sukses mengibarkan bendera kebangsaan Sang Saka Merah Putih di gunung yang terkenal karena api birunya.
lanjut…

Agustusan, Polair Polres Banyuwangi Bagi-bagi Bendera Gratis

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Momen 17 Agustusan dimanfaatkan gabungan Satpolair Polres Banyuwangi bersama personil Ditpolair Polda Jatim bagi-bagi bendera kebangsaan merah putih di kalangan nelayan Pantai Cemara, Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi. Aksi ini untuk menggugah semangat nasionalisme di kalangan warga.
lanjut…

Polres Banyuwangi Gandeng Media Tangkal Berita Hoax

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Kanit Regestrasi dan Identifikasi (KRI) Satlantas Polres Banyuwangi, Iptu Yudhi Anugrah Putra SIK mengimbau seluruh warga netizen agar berhati-hati dalam memanfaatkan jejaring sosial. Sebab, banyak terjadi salah komunikasi akibat pesan yang diunggah di medsos. Sebab itu pihaknya menggandeng sejumlah insan pers turut memberangus berita hoax atau bohong.
lanjut…

Satlantas Polres Banyuwangi Kampanyekan Stop Pelanggaran

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Di ujung timur Pulau Jawa, sejumlah personil Satlantas Polres Banyuwangi turun jalan sambil membentangkan spanduk dan poster. Belasan aparat Polantas ini menggelar aksi di sekitaran Ruang Terbuka Hijau (RTH) Sritanjung Banyuwangi.

Dalam spanduk dan poster tersebut tertulis ‘Stop Pelanggaran’ dan ‘Stop Kecelakaan’.

Kasatlantas Polres Banyuwangi, AKP Ris Andrian Yudho Nugroho SIK memimpin sendiri aksi  sosial yang digelar persis di depan Masjid Agung Baitur Rahman itu.

Dia berujar, aksi turun ke jalan ini digelar guna mengajak para pengguna kendaraan agar tertib berlalulintas. Diantaranya melengkapi surat kendaraan saat mengemudi dan patuh pada rambu lalulintas. Apabila ajakan itu diikuti para pengendara bermotor, dia yakin trend angka kecelakaan lalulintas di Bumi Blambangan akan terus menyusut.

“Aksi damai ini merupakan wujud ajakan menyukseskan program keselamatan untuk kemanusian. Program akan ini akan dicanangkan secara nasional oleh Presiden Jokowi Widodo Minggu depan,” paparnya.

Tidak hanya aparat Polantas yang turun ke jalan. Beberapa pelajar Taman Kanak-Kanak juga ikut menggelar aksi untuk meraih simpati pengguna jalan agar lebih waspada saat berkendara. Petugas bahkan membagikan selebaran berisi ajakan ‘Stop Pelanggaran’ dan Stop Kecelakaan’ pada pengendara motor yang berhenti menunggu lampu hijau menyala.

Di sela-sela aksi sosial yang dilakukan, AKP Ris Andrian yang didampingi Kanit Regestrasi dan Identifikasi (KRI) Iptu Yudhi Anugrah Putra SIK serta sejumlah perwira lain berpesan kepada pengemudi kendaraan agar tidak lupa mengenakan sabuk pengaman. Sopir juga diminta tidak mengoperasikan HP sewaktu memegang roda kemudi.

“Nyetir sambil mengoperasikan HP sangat berbahaya. Beberapa kasus kecelakaan lalulintas dipicu oleh ini. Konsentrasi terpecah antara mengemudi dan melayani komunikasi menjadi biang lakalantas,” ujarnya.

Aksi turun ke jalan yang dilakukan jajaran Satlantas Polres Banyuwangi berjalan tertib tanpa mengganggu arus lalulintas. Beberapa pengendara banyak yang mengarahkan pandangan pada kerumunan aparat yang menggelar aksi tak biasa itu. Apalagi dalam kerumunan tersebut ada dua badut Si Polin.(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Anggota Satlantas Polres Banyuwangi saat turun jalan mengampanyekan stop pelanggaran.(hp banyuwangi/ziz)

Polres Banyuwangi Geber Gerakan Mancal ke Sekolah (Gemas)

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Angka kecelakaan lalulintas yang melibatkan kalangan pelajar di Banyuwangi ternyata masih memperihatinkan. Pada semester satu 2017, Unit Laka Lantas Satlantas Polres Banyuwangi mencatat rata-rata dua nyawa pelajar melayang di jalanan per bulan.

“Angka riilnya sampai Juni 2017 ada 16 korban meninggal dunia. Itu belum termasuk korban luka berat sebanyak 2 orang dan luka ringan 105 jiwa. Data ini dari kalangan pelajar SD-SMA yang usianya masih di bawah umur dan belum berhak mengantongi SIM,” terang Kasatlantas Polres Banyuwangi, AKP Ris Andrian Yudho Nugroho SIK, Jumat (28/7/2017).

Catatan ini, tambah Kasatlantas, melandasi Korps Sabuk Putih di wilayah Polres Banyuwangi untuk terus melakukan langkah antisipasi. Inovasi yang dilakukan salah satunya menggulirkan Gerakan Mancal ke Sekolah (Gemas) bersama pelajar SMPN I Banyuwangi yang digelar Jumat pagi. Tujuannya memberi penyadaran kepada pelajar, orang tua dan siswa demi menghindari kecelakaan di jalan raya.

“Lebih baik ke sekolah naik sepeda onthel daripada sepeda motor. Apabila orang tua yang dengan alasan tidak bisa mengantar jangan membiarkan anaknya pergi ke sekolah naik sepeda motor sendiri. Lebih baik naik sepeda onthel atau diantar,” tegasnya kepada para wartawan sebelum Gemas dibuka.

Sepanjang Operasi Ramadniya 2017 lalu, sebetulnya jumlah angka kecelakaan lalulintas relatif kecil. Dibanding tahun 2016, peristiwa kecelakaan lalulintas tahun ini turun 8 kasus dengan jumlah 25 kejadian. Sementara tahun lalu angkanya mencapai 33 kasus.

Jika angka kasusnya relatif turun, jumlah korban meninggal dunianya seimbang dengan angka 10 orang. Untuk korban luka berat nihil dan luka ringan 31 orang. Sementara data tahun lalu jumlah korban luka berat sebanyak 29 orang serta luka ringan 19 pengendara.

“Tiga puluh persen kasus kecelakaan lalulintas melibatkan anak-anak kalangan SMP. Inikan sebuah kekhawatiran dari kita, semoga tidak bertambah. Gemas ini digulirkan untuk memacu kesadaran dari adik-adik pelajar maupun orang tua,” ujarnya.

 

Gemas di SMPN I Banyuwangi bakal disebarluaskan ke sekolah yang lain. Sebagai program pembuka, Kasatlantas AKP Ris Andrian Yudho Nugroho menyertakan Kanit Registrasi dan Identifikasi (KRI) Iptu Yudhi Anugrah Putra SIK, Kanitlaka Iptu Budi Hermawan, Kanit Dikyasa Iptu Datik, KBO Lantas Ipda Ardy dan Kanit Turjawali Ipda Topan Akbar serta sejumlah anggota Korps Sabuk Putih untuk mengayuh sepeda bersama pelajar SMP yang berada di utara kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banyuwangi.(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Polres Banyuwangi saat menggelar program gerakan mancal ke sekolah (Gemas).(hp banyuwangi/ziz)

Selama Lebaran, Laka Lantas Menurun

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Angka kecelakaan lalu lintas sepanjang Operasi Ramadniya 2017 berlangsung jumlahnya relatif kecil. Dibanding tahun 2016, peristiwa kecelakaan lalu lintas tahun ini turun 8 kasus dengan jumlah 25 kejadian. Sementara tahun lalu angkanya mencapai 33 kasus.

Keterangan ini dipaparkan Kasatlantas Polres Banyuwangi, AKP Ris Andrian Yudho Nugroho SIK, kemarin.

Jika angka kasusnya relatif turun, jumlah korban meninggal dunianya seimbang dengan angka 10 orang. Untuk korban luka berat nihil dan luka ringan 31 orang. Sementara data tahun lalu jumlah korban luka berat sebanyak 29 orang serta luka ringan 19 pengendara.

“Fatalitas menurun dari kuantitas juga menurun. Secara umum pelaksanaan Operasi Ramadniya 2017 di Banyuwangi dari perbatasan Wongsorejo – Kalibaru cukup lancar. Kepadatan kendaraan terjadi hanya pada jam-jam tertentu, bukan hari-hari tertentu,” tegasnya kepada para awak media usai halal bihal di Warung Gurita depan Mapolres Banyuwangi.

Kepadatan kendaraan itu terjadi pada saat hari raya 1-3 hari dikala masyakarat menggelar silaturahmi. Kelancaran arus lalulintas berhasil ditangani petugas yang berjaga di Pos Pengamanan Ramadniya di masing-masing wilayah yang terdiri dari anggota polsek, sabhara dan satlantas.

“Jumlah keseluruhan ada 12 Pos Pengamanan, 6 Pos Wisata dan 1 Pos Pelayanan di Pelabuhan ASDP Ketapang,” sambungnya.

Sejak H+7 Lebaran Idul Fitri 1438 H, kendaraan berat bermuatan non sembako dan BBM telah beroperasi secara normal. Meski begitu kendaraan berat itu tidak serta merta beroperasi semua mengangkut barang. Sehingga lalulintas di jalur pantura maupun penyeberangan di Pelabuhan Ketapang tidak terjadi antrian yang menyebabkan kemacetan di jalan raya.

“Kita berterima kasih kepada pengusaha dan jasa ekspedisi maupun organda yang mengatur perjalanan kendaraan berat sehingga tidak menimbulkan kemacetan,” ungkapnya.

Evaluasi Operasi Ramadniya 2017, tambah Kasatlantas, ada satu jalur yang rawan longsor. Titik itu ada di daerah Gumitir. Cuma lokasi rawan longsor masuk wilayah Jember. Hanya saja Satlantas Polres Banyuwangi tetap berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga untuk mengantisipasi kejadian itu karena pengalihan arusnya sangat jauh melewati Bondowoso dan Situbondo.

“Lokasi longsoran berada di aliran air. Bila tidak diatasi PU Bina Marga bisa memicu kemacetan karena jalurnya tertutup. Namun selama Operasi Ramadniya titik ini tidak begitu mengganggu,” papar mantan Kasatlantas Polres Situbondo.

Kawasan Jembatan Tambong Kabat termasuk titik macet yang susah ditanggulangi. Itu akibat penyempitan infrastruktur jalan akibat jembatan yang hanya menyediakan dua lajur. Diharapkan tahun depan jembatan itu bisa ditambah satu lagi sehingga menjadi empat lajur sehingga lalulintas dari Banyuwangi – Rogojampi bisa lancar.(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Satlantas Polres Banyuwangi saat membebeberkan data Laka Lantas selama lebaran.(hp banyuwangi/ziz)

Bhayangkari Polres Banyuwangi Gelar Doa Bersama

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Pengurus Bhayangkari Cabang Banyuwangi berkumpul di aula Mapolsek Pesanggaran menggelar pengajian dan doa bersama bagi keselamatan suami serta seluruh anggota kepolisian di Bumi Blambangan.

Lantunan tahlil dan permohonan keselamatan itu dipimpin Ustad Badri. Sejatinya pertemuan antara pengurus Bhayangkari Cabang Banyuwangi ini merupakan agenda rutin yang digelar secara berkala. Hanya saja pasca Lebaran Idul Fitri 1438 H menjadi istimewa karena dikemas dengan acara halal bihalal antara para istri anggota polisi.

Doa keselamatan sengaja dialunkan lantaran tugas Korps Bhayangkara selama Operasi Ramadniya 2017 cukup berat. Selama operasi berlangsung dilarang cuti dan wajib siaga melakukan tugas pengamanan lebaran untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Ketika kalangan umum merayakan Idul Fitri bersama famili, keluarga polisi harus menahan diri. Tugas suami yang padat membuat intensitas pertemuan dan perayaan lebaran dengan keluarga minim bahkan terhalang. Apalagi anggota yang kediamannya di luar Banyuwangi.

Ditambah lagi, belakangan ini aksi teror banyak menimpa personil kepolisian. Kasus Medan dan penikaman dua anggota Brimob di Polda Metro membuat para istri polisi was-was. Alasan itu, kata Dewi Agus Yulianto (Istri Kapolres Banyuwangi AKBP Agus Yulianto), sebagai bentuk dukungan terhadap para suami dan anggota kepolisian di The Sunrise of Java agar terhindar dari balak.

“Hanya doa yang bisa kami lakukan untuk membantu kesuksesan Bhayangkara. Disitu ada para suami, anak maupun kerabat yang menjadi anggota polisi. Semoga semua diberi keselamatan dan terhindar dari kesalahan selama menjalankan tugas,” ujarnya.

Kegiatan spiritual yang dilakukan pengurus Bhayangkari Cabang Banyuwangi dibenarkan Kasubaghumas Polres Banyuwangi AKP Bakin. Usai menggelar halal bihalal dan doa bersama di Mapolsek Pesanggaran, rombongan Bhayangkari yang dipimpin Dewi Agus Yulianto bergerak menuju Songgon untuk takjiah di kediaman pekerja harian lepas (PHL) Polsek Songgon yang meninggal dunia saat menjalankan tugas di Pos Pengamanan Operasi Ramadniya di Desa Sumber Bulu, Kecamatan Songgon.(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Bhayangkari Polres Banyuwangi saat menggelar doa bersama.(hp banyuwangi/ziz)

Samsat Polres Banyuwangi Beri Dispensasi Denda bagi Wajib Pajak

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Pasca libur Lebaran Idul Fitri 1438 H, layanan Samsat dan Satpas Polres Banyuwangi dibanjiri warga yang hendak membayar pajak kendaraan bermotor maupun pengurusan surat izin mengemudi (SIM). Area parkir dalam Mapolres sampai tak muat menampung kendaraan pengunjung.

Luberan kendaraan warga yang hendak mengurus SIM di Satpas bahkan sampai meluber di jalan raya depan Mako. Deretan kendaraan roda empat maupun roda dua juga terlihat menumpuk di bagian pengurusan uji kesehatan. Area parkir ruko depan Mapolres Banyuwangi bahkan penuh sesak kendaraan warga.

Petugas parkir yang biasanya mengatur di bagian dalam komplek Mapolres Banyuwangi sampai berjaga di pintu gerbang utama. Setiap kendaraan yang hendak masuk diarahkan parkir di luar lantaran area parkir dalam mapolres telah penuh sesak.

Petugas layanan Samsat maupun Satpas turut sibuk melakukan layanan. Di Samsat, petugas Drive Thru sampai memecah antrian dengan menambah petugas layanan. Saking antrenya calon pembayar pajak atas nama pemilik asli seperti tertulis pada BPKB ada yang diarahkan untuk membayar di loket manual yang ruangannya terpisah dengan Drive Thru.

Kepala Unit Registrasi dan Identifikasi (KRI) Satlantas Polres Banyuwangi, Iptu Yudhi Anugrah Putra SIK melakukan antisipasi. Para petugas layanan Samsat maupun Satpas diminta fokus memberikan layanan yang diajukan masyakarat. Aparat bahkan meluncurkan program jangka pendek berupa dispensasi penghapusan denda.

“Bagi wajib pajak yang jatuh tempo antara 23 Juni – 2 Juli 2017 tidak dikenakan denda pajak maupun SWDKLLJ. Pemberlakuan denda dimulai bagi wajib pajak yang jatuh tempo mulai 3 Juli 2017 jika molor membayar,” ungkapnya.

Tidak cuma itu saja. Jam layanan di Samsat ikut ditambah. Jika masa layanan reguler dimulai pukul 07.00 WIB – 14.00 WIB, selama enam hari kedepan ditambah menjadi pukul 07.00 WIB – 16.00 WIB. Program ini berlaku sampai berkas wajib pajak habis.

“Petunjuk penambahan jam layanan berlaku pada 3 – 8 Juli 2017. Pokoknya sampai tidak ada antrian wajib pajak di Samsat,” tegasnya.

Penambahan jam layanan ini merujuk surat dari Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin kepada seluruh kapolres di wilayah Jawa Timur. Poinnya, surat itu meminta jam layanan Samsat di masing-masing polres agar ditambah demi memenuhi kepuasan masyakarat selaku wajib pajak.

“Pekan ini anggota Samsat maupun Satpas akan kerja ekstra demi pelayanan prima terhadap masyakarat. Mohon bagi wajib pajak yang kendaraannya masih dua minggu lagi jatuh tempo, lebih baik membayar pajak pekan depan agar tidak menambah antrian,” imbaunya.(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Petugas Satpas Polres Banyuwangi saat melayani warga.(hp banyuwangi/ziz)

Halaman 1 dari 34 1 2 3 4 5 6 34
Tentang Kami || Redaksi|| Kontak || Disclaimer||
Copyright © 2014 HALOPOLISI.