www.halopolisi.com menyajikan berita dan informasi seputar dunia kriminal dan kegiatan kepolisian, kegiatan TNI, serta peristiwa umum. || Dapatkan info jadwal SIM dan Samsat Keliling Jatim setiap hari di halopolisi.com. || Jika Anda menemui penyimpangan tindakan anggota Polri atau PNS Polri, catat nama, pangkat dan kesatuan anggota tersebut. Laporkan ke Div Propam Polri melalui No Telp (021-7218615) atau pengaduan di Website Div Propam Polri (www.propam.polri.go.id) atau twitter Div Propam Polri (@propampolri) atau Facebook Div Propam Polri(propam.polri).

Selama Lebaran, Laka Lantas Menurun

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Angka kecelakaan lalu lintas sepanjang Operasi Ramadniya 2017 berlangsung jumlahnya relatif kecil. Dibanding tahun 2016, peristiwa kecelakaan lalu lintas tahun ini turun 8 kasus dengan jumlah 25 kejadian. Sementara tahun lalu angkanya mencapai 33 kasus.

Keterangan ini dipaparkan Kasatlantas Polres Banyuwangi, AKP Ris Andrian Yudho Nugroho SIK, kemarin.

Jika angka kasusnya relatif turun, jumlah korban meninggal dunianya seimbang dengan angka 10 orang. Untuk korban luka berat nihil dan luka ringan 31 orang. Sementara data tahun lalu jumlah korban luka berat sebanyak 29 orang serta luka ringan 19 pengendara.

“Fatalitas menurun dari kuantitas juga menurun. Secara umum pelaksanaan Operasi Ramadniya 2017 di Banyuwangi dari perbatasan Wongsorejo – Kalibaru cukup lancar. Kepadatan kendaraan terjadi hanya pada jam-jam tertentu, bukan hari-hari tertentu,” tegasnya kepada para awak media usai halal bihal di Warung Gurita depan Mapolres Banyuwangi.

Kepadatan kendaraan itu terjadi pada saat hari raya 1-3 hari dikala masyakarat menggelar silaturahmi. Kelancaran arus lalulintas berhasil ditangani petugas yang berjaga di Pos Pengamanan Ramadniya di masing-masing wilayah yang terdiri dari anggota polsek, sabhara dan satlantas.

“Jumlah keseluruhan ada 12 Pos Pengamanan, 6 Pos Wisata dan 1 Pos Pelayanan di Pelabuhan ASDP Ketapang,” sambungnya.

Sejak H+7 Lebaran Idul Fitri 1438 H, kendaraan berat bermuatan non sembako dan BBM telah beroperasi secara normal. Meski begitu kendaraan berat itu tidak serta merta beroperasi semua mengangkut barang. Sehingga lalulintas di jalur pantura maupun penyeberangan di Pelabuhan Ketapang tidak terjadi antrian yang menyebabkan kemacetan di jalan raya.

“Kita berterima kasih kepada pengusaha dan jasa ekspedisi maupun organda yang mengatur perjalanan kendaraan berat sehingga tidak menimbulkan kemacetan,” ungkapnya.

Evaluasi Operasi Ramadniya 2017, tambah Kasatlantas, ada satu jalur yang rawan longsor. Titik itu ada di daerah Gumitir. Cuma lokasi rawan longsor masuk wilayah Jember. Hanya saja Satlantas Polres Banyuwangi tetap berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga untuk mengantisipasi kejadian itu karena pengalihan arusnya sangat jauh melewati Bondowoso dan Situbondo.

“Lokasi longsoran berada di aliran air. Bila tidak diatasi PU Bina Marga bisa memicu kemacetan karena jalurnya tertutup. Namun selama Operasi Ramadniya titik ini tidak begitu mengganggu,” papar mantan Kasatlantas Polres Situbondo.

Kawasan Jembatan Tambong Kabat termasuk titik macet yang susah ditanggulangi. Itu akibat penyempitan infrastruktur jalan akibat jembatan yang hanya menyediakan dua lajur. Diharapkan tahun depan jembatan itu bisa ditambah satu lagi sehingga menjadi empat lajur sehingga lalulintas dari Banyuwangi – Rogojampi bisa lancar.(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Satlantas Polres Banyuwangi saat membebeberkan data Laka Lantas selama lebaran.(hp banyuwangi/ziz)

Bhayangkari Polres Banyuwangi Gelar Doa Bersama

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Pengurus Bhayangkari Cabang Banyuwangi berkumpul di aula Mapolsek Pesanggaran menggelar pengajian dan doa bersama bagi keselamatan suami serta seluruh anggota kepolisian di Bumi Blambangan.

Lantunan tahlil dan permohonan keselamatan itu dipimpin Ustad Badri. Sejatinya pertemuan antara pengurus Bhayangkari Cabang Banyuwangi ini merupakan agenda rutin yang digelar secara berkala. Hanya saja pasca Lebaran Idul Fitri 1438 H menjadi istimewa karena dikemas dengan acara halal bihalal antara para istri anggota polisi.

Doa keselamatan sengaja dialunkan lantaran tugas Korps Bhayangkara selama Operasi Ramadniya 2017 cukup berat. Selama operasi berlangsung dilarang cuti dan wajib siaga melakukan tugas pengamanan lebaran untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Ketika kalangan umum merayakan Idul Fitri bersama famili, keluarga polisi harus menahan diri. Tugas suami yang padat membuat intensitas pertemuan dan perayaan lebaran dengan keluarga minim bahkan terhalang. Apalagi anggota yang kediamannya di luar Banyuwangi.

Ditambah lagi, belakangan ini aksi teror banyak menimpa personil kepolisian. Kasus Medan dan penikaman dua anggota Brimob di Polda Metro membuat para istri polisi was-was. Alasan itu, kata Dewi Agus Yulianto (Istri Kapolres Banyuwangi AKBP Agus Yulianto), sebagai bentuk dukungan terhadap para suami dan anggota kepolisian di The Sunrise of Java agar terhindar dari balak.

“Hanya doa yang bisa kami lakukan untuk membantu kesuksesan Bhayangkara. Disitu ada para suami, anak maupun kerabat yang menjadi anggota polisi. Semoga semua diberi keselamatan dan terhindar dari kesalahan selama menjalankan tugas,” ujarnya.

Kegiatan spiritual yang dilakukan pengurus Bhayangkari Cabang Banyuwangi dibenarkan Kasubaghumas Polres Banyuwangi AKP Bakin. Usai menggelar halal bihalal dan doa bersama di Mapolsek Pesanggaran, rombongan Bhayangkari yang dipimpin Dewi Agus Yulianto bergerak menuju Songgon untuk takjiah di kediaman pekerja harian lepas (PHL) Polsek Songgon yang meninggal dunia saat menjalankan tugas di Pos Pengamanan Operasi Ramadniya di Desa Sumber Bulu, Kecamatan Songgon.(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Bhayangkari Polres Banyuwangi saat menggelar doa bersama.(hp banyuwangi/ziz)

Samsat Polres Banyuwangi Beri Dispensasi Denda bagi Wajib Pajak

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Pasca libur Lebaran Idul Fitri 1438 H, layanan Samsat dan Satpas Polres Banyuwangi dibanjiri warga yang hendak membayar pajak kendaraan bermotor maupun pengurusan surat izin mengemudi (SIM). Area parkir dalam Mapolres sampai tak muat menampung kendaraan pengunjung.

Luberan kendaraan warga yang hendak mengurus SIM di Satpas bahkan sampai meluber di jalan raya depan Mako. Deretan kendaraan roda empat maupun roda dua juga terlihat menumpuk di bagian pengurusan uji kesehatan. Area parkir ruko depan Mapolres Banyuwangi bahkan penuh sesak kendaraan warga.

Petugas parkir yang biasanya mengatur di bagian dalam komplek Mapolres Banyuwangi sampai berjaga di pintu gerbang utama. Setiap kendaraan yang hendak masuk diarahkan parkir di luar lantaran area parkir dalam mapolres telah penuh sesak.

Petugas layanan Samsat maupun Satpas turut sibuk melakukan layanan. Di Samsat, petugas Drive Thru sampai memecah antrian dengan menambah petugas layanan. Saking antrenya calon pembayar pajak atas nama pemilik asli seperti tertulis pada BPKB ada yang diarahkan untuk membayar di loket manual yang ruangannya terpisah dengan Drive Thru.

Kepala Unit Registrasi dan Identifikasi (KRI) Satlantas Polres Banyuwangi, Iptu Yudhi Anugrah Putra SIK melakukan antisipasi. Para petugas layanan Samsat maupun Satpas diminta fokus memberikan layanan yang diajukan masyakarat. Aparat bahkan meluncurkan program jangka pendek berupa dispensasi penghapusan denda.

“Bagi wajib pajak yang jatuh tempo antara 23 Juni – 2 Juli 2017 tidak dikenakan denda pajak maupun SWDKLLJ. Pemberlakuan denda dimulai bagi wajib pajak yang jatuh tempo mulai 3 Juli 2017 jika molor membayar,” ungkapnya.

Tidak cuma itu saja. Jam layanan di Samsat ikut ditambah. Jika masa layanan reguler dimulai pukul 07.00 WIB – 14.00 WIB, selama enam hari kedepan ditambah menjadi pukul 07.00 WIB – 16.00 WIB. Program ini berlaku sampai berkas wajib pajak habis.

“Petunjuk penambahan jam layanan berlaku pada 3 – 8 Juli 2017. Pokoknya sampai tidak ada antrian wajib pajak di Samsat,” tegasnya.

Penambahan jam layanan ini merujuk surat dari Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin kepada seluruh kapolres di wilayah Jawa Timur. Poinnya, surat itu meminta jam layanan Samsat di masing-masing polres agar ditambah demi memenuhi kepuasan masyakarat selaku wajib pajak.

“Pekan ini anggota Samsat maupun Satpas akan kerja ekstra demi pelayanan prima terhadap masyakarat. Mohon bagi wajib pajak yang kendaraannya masih dua minggu lagi jatuh tempo, lebih baik membayar pajak pekan depan agar tidak menambah antrian,” imbaunya.(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Petugas Satpas Polres Banyuwangi saat melayani warga.(hp banyuwangi/ziz)

HUT Bhayangkara, Polres Banyuwangi Banjir Kado

BANYUWANGI (halopolisi.com) – HUT Bhayangkara ke-71 yang jatuh 1 Juli 2017 diperingati secara sederhana. Kapolres Banyuwangi, AKBP Agus Yulianto merayakan hari jadi Korps Kepolisian Republik Indonesia dengan berbagi tumpeng di Pos Ramadniya Ketapang.

Di hari istimewa itu, Kapolres Banyuwangi bersama anggota yang melakukan tugas pengamanan di pelabuhan tersibuk kedua di Indonesia itu menikmati tumpeng. Wangi Satu (sebutan bagi Kapolres Banyuwangi) memotong tumpeng lalu menyerahkan kepada masyarakat maupun anggota. Peringatan HUT Bhayangkara digelar secara sederhana karena semua anggota polisi sibuk melakukan tugas pengamanan Lebaran Idul Fitri.

“Meski sederhana peringatan Korps Bhayangkara tetap istimewa. Menyantap tumpeng dengan anggota serta masyarakat rasanya lebih mengena,” ungkapnya, Sabtu (1/7/2017).

AKBP Agus Yulianto meminta para anggota tetap siaga di pos sampai akhir masa Operasi Radmaniya. Para anggota diminta waspada dan tanggap dalam melayani masyarakat yang berlebaran dan balik ke lokasi kerja ke luar kota.

“Laksanakan tugas dengan ihlas walau waktu berlebaran dengan keluarga sangat minim bahkan ada yang tidak bisa berkumpul dengan famili demi tugas. Kejadian di Jakarta mohon dijadikan pelajaran agar tetap berhati-hati,” tambahnya.

Dari Ketapang, rombongan Wangi Satu kemudian bergerak ke Pospam Polsek Kota Banyuwangi di RTH Sritanjung. Tumpengan ini juga diikuti seluruh jajaran di pospam masing-masing.

Personil Satsabhara yang sedang melakukan pengamanan unjukrasa di Pertamina Terminal Bahan Bakar Minyak Tanjungwangi Ketapang mendapat kado tumpeng dari Operation Head Pertamina TBBM Tanjungwangi Darso Abdullah. Kasat Sabhara AKP Basori Alwi menerima penyerahan tiga tumpeng disaksikan anggota Sabhara dan TNI.

“Tumpeng ini sebagi wujud terima  kasih kami kepada aparat kepolisian yang terus siaga menjaga obyek vital dalam masa gejolak demonstrasi karyawan. Sejauh ini kondisi TBBM Tanjungwangi aman,” ungkap Sudarso.

Usai doa, tiga tumpeng langsung disantab bersama. AKP Basori memotong tumpeng utama lalu diserahkan kepada Kepala Operasional TBBM Tanjungwangi. Acara ditutup dengan makan bersama antar instansi.

Di Pospam Genteng, Kapolsek Genteng Kompol Sumartono menerima bingkisan dan ucapan dan sejumlah pihak. Tokoh agama, perkumpulan kepala desa se-Kecamatan Genteng dan pengelola Sun Est Mall menyelakan hadir untuk turut merayakan HUT Bhayangkara ke-71.

Di Pospam Gambiran, Kapolsek AKP I Ketut Redana juga mendapat kado istimewa. Bingkisan berupa kue tar lengkap dengan lilin ulang tahun itu datang dari Radio Bintang Tenggara Jajag. Kado serupa juga dikirim pihak Radio Bintang Tenggara di Pospam Rogojampi, Banyuwangi Kota serta Ketapang.(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Kapolres Banyuwangi saat berbagi tumpeng memperingati HUT Bhayangkara ke-71.(hp banyuwangi/ziz)

Lebaran, Layanan Satpas-Samsat Polres Banyuwangi Libur 10 Hari

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Bagi pemohon surat ijin mengemudi (SIM) dan pembayaran pajak kendaraan bermotor di Samsat patut membaca berita ini. Pada Lebaran Idul Fitri 1438 H, kantor Satpas dan Samsat Polres Banyuwangi akan tutup sementara.  Libur pelayanan tersebut berlaku efektif selama 10 hari.

Penentuan libur itu dijelaskan Kanit Regestrasi dan Identifikasi (KRI) Satlantas Polres Banyuwangi, Iptu Yudhi Anugrah Putra SIK. Masa libur dimulai Jumat 23 Juni – Minggu 2 Juli 2017. Layanan di dua instansi ini kembali dibuka seperti biasa pada 3 Juli 2017.

“Cuti bersama berlaku efektif selama sepuluh hari. Dimasa itu warga masih sibuk lebaran. Dan petugas juga fokus menuntaskan tugas Operasi Ramadniya 2017,” ujarnya.

Ketentuan libur ini mengacu surat edaran Badan Pendapatan Daerah (Bapeda) Jatim tertanggal 16 Juni 2017. Dalam surat itu bahkan ditegaskan pada masa akhir layanan Kamis 22 Juni 2017 hanya buka sampai pukul 12.00 WIB.

“Biasanya Samsat maupun Satpas melayani masyarakat sampai pukul 14.00 WIB. Jadi mohon maaf bila pada hari ini (Kamis 22 Juni 2017) kami tutup lebih awal,” ungkap Iptu Yudhi.

Pada akhir masa layanan,  sejumlah warga terlihat mengantri di Satpas Polres Banyuwangi. Mereka rata-rata pemohon pembuatan dan perpanjangan SIM. Kursi tunggu Satpas pun penuh warga yang dengan sabar menunggu namanya dipanggil untuk menjalani tes mengemudi maupun sesi pemotretan.

Melihat kepadatan warga yang ingin mengantongi SIM, KRI Iptu Yudhi mencoba turun langsung berdialog dengan para pemohon. Beberapa warga yang mengaku kebingungan dalam proses pengurusan diberi arahan singkat sehingga tidak bingung lagi.

“Mungkin karena hari terakhir layanan sebelum cuti bersama lebaran tingkat pemohon SIM cukup padat. Berarti tingkat kesadaran dalam berkendara mulai tumbuh. Bagaimanapun SIM merupakan salah satu surat sakti selama di jalan yang harus dimiliki setiap pengendara kendaraan,” tegasnya mewakili Kasatlantas AKP Ris Andrian Yudho Nugroho SIK.

Di Samsat kepadatan warga yang hendak menuntaskan pembayaran pajak kendaraan juga terlihat. Walau begitu warga menunggu antrian dengan tertib. Kepadatan serupa diprediksi bakal terjadi diawal buka layanan pada Senin 3 Juli 2017 nanti.(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Suasana layanan di Satpas-Samsat Polres Banyuwangi.(hp banyuwangi/ziz)

Tips Mudik Aman dan Nyaman dari Polres Banyuwangi

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Lebaran Idul Fitri 1438 H harus dirayakan dengan tenang dan senang.  Caranya, sebelum meninggalkan rumah para pemudik harus memastikan kondisi kediaman dalam keadaan aman. Tips ini disampaikan Kasatreskrim Polres Banyuwangi, AKP Sodik Effendi.

“Listrik harus posisi aman agar terhindar terjadinya konsliting yang mengakibatkan kebakaran. Aman maksudnya colokan yang masih menempel sebaiknya dicopot jika tidak dipakai. Jangan lupa mematikan kompor gas.  Cek kondisi tabung, bocor atau tidak sehingga terhindar dari kebakaran,” pesan perwira pertama yang baru tiga hari menduduki posisi sebagai Kasatreskim Polres Banyuwangi menggantikan AKP Dewa Putu Prima Yogantara Parsana SIK.

Ketika keluar rumah, para pemudik wajib mengecek ulang daun pintu dan jendela apakah sudah posisi terkunci. Lebih baik menitipkan kediaman kepada petugas jaga atau tetangga terdekat yang tidak mudik lebaran.

“Langkah ini bisa meminimalisir terjadinya kejahatan dalam rumah yang ditinggal pemiliknya. Biasanya kasus pencurian di rumah kosong acap kali saat lebaran,” urai AKP Sodik.

Kondisi kesehatan pemudik juga diimbau agar dijaga. Tujuannya agar hajat pemudik yang hendak berlebaran di tanah kelahiran bisa lancar dan selamat sampai tujuan. Kasatreskrim juga meminta para pemudik agar waspada apabila beristirahat ,khususnya di rest area.

“Jaga barang milik pribadi sehingga terhindar dari pencurian, penodongan maupun perampokan,” tukasnya.

Tips terakhir, tambah dia, doa sebelum berangkat menempuh perjalanan jauh adalah kunci paling penting dalam melaksanakan mudik. Lantaran nasib pengendara selama di jalan raya berada di genggaman yang Maha Kuasa.

“Jangan lupa berdoa sehingga terhindar dari bahaya serta selamat di lokasi yang dituju,” imbaunya.(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Anggota Polres Banyuwangi saat mengawal arus mudik.(hp banyuwangi/ziz)

Polres Banyuwangi Bentuk Tim Urai Macan

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Polres Banyuwangi membentuk Tim Pengurai Kemacetan dan Pembasmi Kejahatan selama Lebaran Idul Fitri 1438 H. Tim ini secara resmi diperkenalkan dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya di areal parkir Pelabuhan ASDP Ketapang, Senin (19/6/2017) sore.

Tugas Tim Pengurai Kemacetan (Urai Macan) adalah terjun menuju lokasi kepadatan dengan mengendarai roda dua. Petugas ini, terang Kapolres AKBP Agus Yulianto SIK, sengaja difasilitasi sepeda motor karena lebih efektif untuk menembus macet sehingga lebih cepat mengantipasi akibat yang ditimbulkan.

“Di mana ada macet mereka kita terjunkan untuk membantu mengurai. Salah satunya akan dikonsentrasikan di sekitaran Pelabuhan Ketapang yang pada arus balik nanti diprediksi akan timbul antrian kendaraan. Tim ini akan bertugas selama 24 jam,” jelasnya usai memimpin apel.

Tugas Tim Pembasmi Kejahatan beda lagi. Aparat yang tergabung dalam tim ini dipersenjatai. Mereka sebagian ditempatkan di beberapa titik rawan kejahatan untuk menjadi sniper. Sebagian lagi diperintahkan untuk melakukan patroli untuk memberi rasa aman dan nyaman masyarakat yang meninggalkan rumah untuk silaturahmi selama Lebaran Idul Fitri.

Kehadiran dua tim ini menjadi satu dengan 900 personil gabungan Polri, TNI, Dishub, Satpol PP, ASDP, Pramuka, Senkom, Dinkes serta sejumlah unsur lain yang tergabung dalam Operasi Ramadniya 2017. Personil gabungan tersebut akan bertugas di 18 Pos Pengamanan dan Wisata yang tersebar di seluruh Banyuwangi.

“Jalur Gumitir termasuk salah satu titik rawan. Dikhawatirkan ada truk yang mogok sehingga menganggu lalulintas. Di sana juga termasuk rawan longsor. Nanti kita tempatkan personil di situ. Pasar Genteng juga diantisipasi karena takut macet saat aktivitas pasar sedang sibuk-sibuknya,” ungkap Kapolres Banyuwangi.

Inovasi yang lain, di sejumlah titik rawan tersebut akan disiapkan mobil derek. Fungsinya untuk menarik kendaraan yang mengalami masalah di perjalanan sehingga tidak menganggu kelancaran lalulintas. Demi lancarnya tugas, seluruh tim gabungan menjalani apel lengkap dengan sarana yang bakal digunakan.

“Operasi Ramadniya efektif berlaku sejak digelar apel sore ini.  Masa tugasnya selama 16 hari,” tambah AKBP Agus Yulianto.

Di Pelabuhan Ketapang, personil Polairud Polres Banyuwangi, Polda Jatim dan Barharkam Mabes Polri ditambah TNI AL akan menggelar patroli perairan bersama. Petugas keamanan Pelabuhan Ketapang bersama petugas dari unsur kepolisian bahkan diterjunkan guna melakukan pengawalan pelayaran demi mencegah tindakan kriminal yang mungkin terjadi di atas kapal.

“CCTV pemda dan ASDP Ketapang telah terintegrasi dengan milik Polres Banyuwangi. Kita juga melibatkan drone untuk memantau situasi pelayaran yang secara intens dipantau oleh Kementerian Perhubungan maupun Mabes Polri. Kebetulan kemampaun drone kita sejauh 8 kilometer,” pungkasnya.(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Kapolres Banyuwangi saat meresmikan tim urai macan.(hp banyuwangi/ziz)

Kapolres Banyuwangi Pimpin Sertijab Kasatreskrim

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Ada yang beda di Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Banyuwangi, Senin (19/6/2017). Kepala Satreskrim AKP Dewa Putu Prima Yogantara Parsana SIK digantikan oleh pejabat baru AKP Sodik Effendi.

Serah terima jabatan (Sertijab) digelar di Aula Dhira Brata Mapolres Banyuwangi sekitar pukul 08.30 WIB. Kedua istri masing-masing pejabat yang diganti maupun menggantikan sama-sama menyaksikan sesi sertijab suaminya. Kapolres Banyuwangi AKBP Agus Yulianto SIK memimpin upacara serah terima jabatan yang disaksikan pula para pejabat utama Polres Banyuwangi plus Bhayangkari Cabang Banyuwangi.

”Terima kasih kepada Pak Dewa yang sudah mengemban tugas di Banyuwangi. Begitupun kepada Bu Kadek Devi yang setia menemani suami selama menjalankan tugas dinas di sini,” ujar Kapolres Banyuwangi.

Kepada AKP Sodik Effendi, Kapolres meminta agar lekas menyesuaikan diri. AKBP Agus Yulianto bahkan berpesan agar pengganti AKP Dewa Putu Prima YP segera mempelajari karakteristik warga Bumi Blambangan demi kemudahan dalam menjalankan tugas. Sebelum pesan itu dilontarkan, terlebih dulu AKP Sodik disumpah di bawah kitab suci Al-Quran.

“Silakan terapkan pengalaman yang saudara dapat selama bertugas di Polda Jatim,” pintanya.

Sebelum masuk ke Polres Banyuwangi, AKP Sodik Effendi merupakan perwira pertama yang bertugas di Subdit IV Ditreskrimsus Polda Jatim. Pengalaman sebagai penyidik kriminal khusus itu dianggap cukup untuk mengemban tugas baru sebagai pemimpin Satreskrim Polres Banyuwangi.

Sementara, AKP Dewa Putu Prima YP setelah meninggalkan Banyuwangi akan masuk di lingkungan Polda Jatim. Posisi baru yang ditempati di Subdit II Paminal Polda Jatim. Di bagian ini suami aktris FTV Kadek Devi bakal banyak bersinggungan dengan urusan kedisplinan anggota.

Usai sertijab, Kapolres Banyuwangi, AKBP Agus Yulianto dan Wakapolres Kompol Dony Setyawan diikuti para pejabat utama, kapolsek serta Bhayangkari Cabang Banyuwangi memberikan ucapan selamat. Kepada AKP Effendi bersama istri tentu ucapan yang diujarkan berupa selamat bergabung di Polres Banyuwangi The Sunrise of Java. Sedangkan kepada AKP Dewa Putu Prima YP bersama Kadek Devi diucapkan selamat jalan semoga di lokasi baru bisa mengembangkan karir.(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Kapolres Banyuwangi saat memimpin Sertijab Kasatreskrim.(hp banyuwangi/ziz)

Polres Banyuwangi Kawal Sidak Menhub di Pelabuhan Ketapang

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi meninjau Pelabuhan Ketapang. Peninjauan ini dalam rangka kesiapan arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1438 H.

Tiba di Pelabuhan ASDP Ketapang, Menhub langsung meninjau KMP Dewana Dharma yang hendak menyeberang menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali. Didampingi Dirjen Perhubungan Darat Pudji Hartanto Iskandar, Menteri Budi Karya Sumadi melakukan dialog dengan penumpang juga menyempatkan diri berfoto bersama.

Selanjutnya, sidak berlanjut di bagian dek kapal. Menhub yang didampingi sejumlah pejabat dari Kementerian Perhubungan, PT ASDP, KSOP, KOPP Banyuwangi serta unsur TNI dan kepolisian dari Polres Banyuwangi melihat area parkir kapal. Di sini Menhub mengecek lasing kapal yang dilakukan ABK KMP Dewana Dharma.

Tidak hanya satu truk yang diperiksa. Hampir semua kendaraan yang berada di dek bawah tersebut dipelototi oleh Budi Karya Sumadi. Dia hendak memastikan bahwa PT ASDP Ketapang selaku operator pelabuhan dan pengusaha selaku operator kapal telah menjalankan tugasnya demi keselamatan pelayaran.

“Beberapa waktu lalu sempat ada truk yang guling di atas kapal. Tadi kita lihat memang harus ada evaluasi tentang lasing atau pengikatan truk-truk di atas kapal. Karena tidak tahu apakah di tengah tenang atau ada ombak,” tegasnya.

Kedatangannya ke Ketapang memang untuk memastikan semua sarana dan prasarana dalam kondisi baik. Dirinya menilai sarana yang ada di Pelabuhan Ketapang telah memenuhi kriteria itu. Karena dalam arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1438 H masalah keselamatan menjadi utama.

“Soal safety harus dinomersatukan selain servis. Kita lihat kapalnya bagus. Lasing untuk pengangkutan kendaraan menjadi yang penting. Tadi ada inovasi didongkrak dan segala macam, nggak masalah,” urainya.

PT ASDP selaku operator pelabuhan harus bersinergi dengan TNI dan Polri. Pengamanan harus dilipatgandakan karena pengamanan tertutup bakal diberlakukan. Terkait pemudik bermotor Menhub menyarankan agar tidak melaju sendirian.

“Kita sudah mengimbau agar pemudik tidak pulang naik motor. Namun kenyataannya masih banyak yang mudik lebaran pakai motor. Bagi pemotor disarankan agar tiap dua jam sekali istirahat,” sarannya.

Saat ini kapal yang melayani trip Ketapang – Gilimanuk terbilang over kapasitas. Kementerian Perhubungan akan melakukan diskusi dengan asosiasi pengusaha kapal serta operator pelabuhan untuk melakukan inovasi. Tujuannya agar jalur pelayaran lebih cepat dan pengusaha tidak merugi.

“Kalau tiap trip cuma terisi 30-50 persen penumpang kan pengusaha bisa rugi. Sebenarnya masih banyak jalur pelayaran di wilayah timur yang bisa dijajaki pengusaha kapal. Kalau nanti tidak bisa diajak diskusi akan kita putuskan sendiri. Minimal setengah tahun harus sudah ada keputusan,” tukasnya lagi.(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat Sidak di Pelabuhan Ketapang.(hp banyuwangi/ziz)

Tim Jubah Satlantas Polres Banyuwangi Beri Bantuan Panti Budi Mulya

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Jumat Berkah atau Jubah kembali digelar Satlantas Polres Banyuwangi. Kali ini yang ketiban untung adalah penghuni Panti Budi Mulya di Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi.

Seperti agenda sebelumnya, Tim Jubah yang dipimpin Kanit Regestrasi dan Identifikasi (KRI) Satlantas Polres Banyuwangi Iptu Yuhdi Anugrah Putra SIK membagikan bantuan sembako serta  paket yang lain. Uluran kasih yang digelar secara rutin tiap Jumat selama Ramadhan tersebut diterima oleh pengurus panti.

Usai penyerahan bantuan, seperti biasa KRI menyempatkan diri berdialog dengan warga penerima tali asih. Komunikasi itu untuk mengetahui keluh kesah para penghuni panti yang mungkin bisa dicarikan solusi. Keluhan yang masuk akan didalami agar warga kurang beruntung bisa hidup layaknya masyakarat yang lain.

“Penegak hukum tidak hanya dituntut cakap menjalankan tugas dinas. Polisi harus pula memiliki kepekaan yang tinggi terhadap warga maupun lingkungan sekitar. Polisi adalah pelayan masyarakat. Bagaimana mungkin bisa melayani dengan baik bila tidak mau mendengarkan keluh kesah warga,” ulas Iptu Yudhi Anugrah Putra menjelaskan kegiatan yang dilakukannya bersama anggota.

Pekan lalu, Korps Sabuk Putih juga menggelar program Jumat Berkah yang terpusat di Jalan Dr Sutomo Banyuwangi. Saat itu yang beruntung adalah Yayasan Akmalul Muhsinin di Kelurahan Panderejo, Kecamatan Banyuwangi. Di sini Tim Jubah juga bagi-bagi bantuan sembako.(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Tim Jubah Satlantas Polres Banyuwangi saat memberi bantuan di Panti Budi Mulya.(hp banyuwangi/ziz)

Halaman 1 dari 34 1 2 3 4 5 6 34
Tentang Kami || Redaksi|| Kontak || Disclaimer||
Copyright © 2014 HALOPOLISI.