www.halopolisi.com menyajikan berita dan informasi seputar dunia kriminal dan kegiatan kepolisian, kegiatan TNI, serta peristiwa umum. || Dapatkan info jadwal SIM dan Samsat Keliling Jatim setiap hari di halopolisi.com. || Jika Anda menemui penyimpangan tindakan anggota Polri atau PNS Polri, catat nama, pangkat dan kesatuan anggota tersebut. Laporkan ke Div Propam Polri melalui No Telp (021-7218615) atau pengaduan di Website Div Propam Polri (www.propam.polri.go.id) atau twitter Div Propam Polri (@propampolri) atau Facebook Div Propam Polri(propam.polri).

Ershi Banyuwangi Santuni Anak Yatim

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Anak yatim dan kaum duafa yang tinggal di sekitaran Dusun Palaran, Desa Bayu, Kecamatan Songgon mendapat berkah dari anggota Ershi Banyuwangi.
lanjut…

25 Dai Cilik Beradu Cakap Perangi Narkoba di Polres Banyuwangi

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Sebanyak 25 dai cilik saling berlomba mengajak masyarakat agar menjauhi narkotika dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Ajakan itu diserukan dalam ajang Lomba Dai Cilik 2017 di Masjid Roudhotul Jannah Mapolres Banyuwangi, kemarin.
lanjut…

Operasi Patuh, Kapolres Banyuwangi Bagikan Helm Gratis

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Mendekati akhir Operasi Patuh Semeru 2017, Kapolres Banyuwangi, AKBP Agus Yulianto SIK menggelar aksi simpatik di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Wisma Raga Satria. Seorang bocah balita yang mengendarai motor bersama kedua orang tuanya mendapat hadiah helm dari petinggi Korps Bhayangkara Bumi Blambangan.

Disaksikan sejumlah pengendara lain yang sedang berhenti karena mematuhi razia aparat, Kapolres yang berada di lokasi tiba-tiba mengambil helm khusus anak, lalu membuka tali pengaitnya dan mengenakan pada balita beruntung itu. kedua orang tua si bocah yang mengendarai sepeda motor tak menyangka putranya bakal mendapat kehormatan.

Awalnya, kedua orang tua si bocah sempat cemas bakal kena tilang aparat Satlantas Polres Banyuwangi yang menggelar razia gabungan bersama TNI dan Dishub Banyuwangi. Bukannya kertas tilang yang diberikan, pasangan suami istri tersebut malah mendapat berkah berupa helm bagi putranya.

Kapolres Banyuwangi AKBP Agus Yulianto sengaja turut menggelar aksi simpatik untuk menggerakkan hati para pengendara kendaraan agar lebih tertib berlalulintas. Terutama bagi orang tua yang membonceng anaknya sewaktu mengendarai sepeda motor agar melengkapinya dengan pengaman kepala atau helm.

“Jangan hanya bapak dan ibunya saja yang pakai helm. Anak-anak juga penting pakai pengaman kepala. Musibah itu bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Helm merupakan upaya pencegahan dari akibat terberat ketika terlibat kecelakaan di jalan raya,” terang perwira menengah dengan pangkat dua melati di pundak ini.

Di samping mengenakan helm, pengendara roda dua maupun empat wajib membawa STNK serta SIM. Kelengkapan kendaraan sesuai standar pabrik bahkan wajib ditaati. Jika tidak aparat yang menggelar Operasi Patuh Semeru 2017 bakal menindak dengan sanksi tilang.

“Momen ini ingin kita maksimalkan, selain menindak juga mengajak para pengendara agar lebih patuh menjalankan undang-undang lalulintas. Kalau tidak mulai sekarang kapan lagi,” terang Kapolres Banyuwangi.

Tidak hanya Kapolres AKBP Agus Yulianto saja yang terlibat dalam acara bagi-bagi helm. Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Robby Bulan dan sejumlah perwira TNI AL turut pula menggelar aksi bersama aparat kepolisian. Forpimda Banyuwangi ini kompak dalam melakukan aksi kesadaran tertib berkendara. Operasi Patuh Semeru 2017 yang digelar sejak 9 Mei akan berakhir 22 Mei mendatang.(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Kapolres Banyuwangi saat mengenakan helm pada pengendara motor.(hp banyuwangi/ziz)

Kabid Humas Polda Jatim: Polisi Butuh Elaborasi Bersama Media

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Kiprah polisi di tengah masyakarat tak bisa lepas dari peran awak media. Kegiatan yang baik dan menginspirasi bisa diketahui khalayak karena pemberitaan bernilai positif yang dilakukan insan pers. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengakui itu saat melakukan kunjungan di Polres Banyuwangi.

“Kita (polisi) itu memerlukan media. Polisi tidak bisa bekerja tanpa media. Media ini partner kita. Media itu sebuah informasi edukasi terhadap publik,” katanya, Jumat (19/5/2017).

Maka penting bagi kalangan internal kepolisian untuk melakukan elobarasi antara media konvensional, media sosial dan media milik internal aparat. Tujuannya tentu untuk kebaikan program kerja polisi sehingga lebih dikenal oleh masyakarat luas.

“Caranya, kalau ada pemberitaan positif di media konvensional maupun medsos, nah itu bisa di-share link-nya ke media kita sehingga diketahui oleh publik,” tukas Kabid Humas.

Pamen dengan tanda pangkat tiga melati di pundak tersebut menegaskan, website dan media sosial milik internal kepolisian juga diakses ribuan pembaca. Sehingga tulisan yang tayang di media konvensional dengan jumlah pembaca fanatik akan menyebar luas di kalangan masyakarat apabila website dan medsos milik aparat turut mengunggahnya.

“Biar masyarakat tahu tentang pentingnya edukasi positif yang diberitakan media konvensional,” ungkap Kombes F. Barung Mangera didampingi Kapolres Banyuwangi AKBP Agus Yulianto.

Dalam rangka Harkamtibmas polisi tidak bisa bekerja sendiri tanpa peran media. Karena program kamtibmas yang dijalankan aparat tidak akan sampai ke kalangan masyarakat jika tidak dibantu tulisan insan pers. Aparat kepolisian juga butuh kritik dari masyakarat yang disampaikan melalui medsos.

Lantaran membangun komunikasi yang baik dengan media sangat penting, maka Bidang Humas Polda Jatim sengaja mengumpulkan personil subbaghumas dan petugas operator Cyber Troops dari eks Karesidenan Besuki di Ruang Rupatama Polres Banyuwangi. Para personil kehumasan dan petugas patroli dunia maya dari Polres Jember, Bondowoso, Banyuwangi dan Situbonodo diberi pembekalan khusus agar inten mengunggah kegiatan positif institusi kepolisian melalui media sosial. Arahan tersebut berlangsung kurang lebih 1,5 jam.(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Kabid Humas Polda Jatim saat berada di Polres Banyuwangi.(hp banyuwangi/ziz)

Polres Banyuwangi Datangkan K-9 dari Belanda

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Polres Banyuwangi punya pasukan baru. Namanya personil K-9 atau polisi satwa. Jumlahnya paling sedikit di antara unit yang lain, yakni hanya tiga personil. Pasukan ini terdiri dari 3 ekor anjing pelacak di bawah kendali Satsabhara Polres Banyuwangi.

Pasukan K-9 memiliki keahlian khusus yang tidak dimiliki personil kepolisian lain. Tiga ekor satwa tersebut didatangkan dari Belanda sekitar sepekan yang lalu.

Kasat Sabhara Polres Banyuwangi AKP Basori Alwi yang mengambil langsung dari Bandara Juanda Sidoarjo.

“Tiga ekor anjing pelacak ini memiliki keahlian yang berbeda. Ada yang khusus untuk pelacak umum, jihandak serta narkoba,” tukasnya, Rabu (17/5/2017).

Kemampuan pelacak umum dimiliki personil K-9 bernama Kim. Anjing berjenis kelamin jantan ini merupakan keturunan ras Malinois. Sedangkan anjing Ciro memiliki keahlian dibidang pelacakan bahan peledak atau handak. Satwa yang satu ini adalah keturunan ras GSD. Sedangkan pelacak khusus narkoba dikuasai personil K-9 keturunan ras Malinois bernama Quell.

“Ketiganya dapat uang lauk pauk yang besarannya cukup tinggi. Makanan dan minumannya harus terjaga karena tidak sembarang mamiri bisa dihidangkan sebagai santapan,” ungkap AKP Basori.

Briptu Agus Ari Wibowo, Bripda Doni Indrianto dan Bripda Puguh adalah tiga personil polisi yang bertugas menjaga dan mengoperasikan Pasukan K-9. Briptu Agus Ari Wibowo bertugas sebagai pengendali Ciro yang memiliki keahlian dibidang pelacakkan bahan peledak. Sementara Bripda Doni Indrianto kebagian peran menjaga Kim selaku pelacak umum. Bagi Bripda Puguh, Queel merupakan rekan sejawatnya untuk melacak narkoba.

“Intruksi menggunakan Bahasa Inggris. Soalnya anjing ini tumbuh dan terlatih di Belanda. Tiga personil K-9 yang kita miliki merupakan produk impor,” tambah Kasat Sabhara.

Seperti polisi yang lain, personil satwa juga wajib menjalani latihan rutin. Setidaknya tiga kali dalam seminggu menu latihan kepekaan rutin dijalankan. Latihan bertujuan untuk meningkatkan kepekaan tiga anjing ini kala menjalankan pelacakkan di arena demo, sterilisasi bangunan atau rumah ibadah, serta pencarian barang bukti narkoba.

Tiga personil K-9 dimiliki Polres Banyuwangi hasil bantuan langsung dari Mabes Polri. Kepolisian di Bumi Blambangan mendapat jatah lantaran menjadi wilayah penyangga Pulau Bali yang menjadi destinasi pariwisata internasional. Padahal rata-rata yang mendapat bagian Pasukan K-9 setingkat Polda.(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Personil K-9 Polres Banyuwangi yang diimpor dari Belanda.(hp banyuwangi/ziz)

Polres Banyuwangi Gelar Latihan Pengamanan Demonstrasi

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Aparat gabungan Satuan Sabhara, Intelkam dan Lalulintas menggelar latihan pengamanan unjukrasa di depan Markas Kepolisian Resor Banyuwangi. Latihan ini dalam rangka melatih deskresi anggota Polri dalam menyikapi peristiwa yang dihadapi.

Meski bersifat latihan, pengamanan yang dilakukan aparat gabungan seolah melakukan tugas sungguhan. Pintu gerbang utama mapolres ditutup rapat. Petugas dari Dalmas Satsabhara berjaga di depan pintu gerbang menggunakan rompi, tampeng dan bersenjata tongkat. Kabagops AKP Samsudin memimpin jalannya latihan.

Dalam sandiwara pengamanan itu sejumlah anggota Satintelkam memperagakan penyerangan demonstran yang menyasar  anggota Dalmas. Serangan itu berbentuk terjangan, lemparan menggunakan air mineral serta dorongan untuk menembus barikade yang diperagakan Satsabhara.

Adegan itu juga digambarkan bagaimana teknik mengamankan pendemo yang anarkistis.

Menurut Kasat Sabhara Polres Banyuwangi AKP Basori Alwi, demonstran yang diciduk kemudian dibawa ke mapolres untuk dimintai keterangan. Sementara petugas Dalmas terus berjaga di lokasi unjukrasa agar massa tidak tambah anarkis.

“Latihannya seru dan mirip pengamanan aslinya. Memang itu yang kita butuhkan agar kemampuan anggota di lapangan dalam melakukan deskresi tidak gagap dan gugup,” ungkapnya.

Ketika personil Intelkam dan Dalmas sibuk melakukan pengamanan demo, petugas lalulintas juga waspada di jalan. Secara tegas Korps Sabuk Putih menindak pendemo yang tidak tertib berkendara. Termasuk sebuah damtruk milik pendemo yang dipergunakan sebagai sarana demonstrasi digiring aparat keluar dari lokasi unjukrasa. Sopir kendaraan angkutan pasir dan batu itu bahkan diminta keluar dari ruang kemudi.

“Kita sengaja melibatkan damtruk dalam latihan deskresi pengamanan unras. Kebetulan Kamis (18/5/2017), akan berlangsung demonstrasi penambang pasir di depan Pemda Banyuwangi. Kabarnya demo akan melibatkan banyak massa dan damtruk,” tukasnya.

Usai latihan, anggota gabungan langsung bergeser menuju depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Wisma Raga Satria untuk mempraktekkan teknik pengamanan yang baru saja dipelajari. Di depan kantor Pemda Banyuwangi, para personil polisi ini bakal melakukan pengamanan unjukrasa warga Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Anggota Polres Banyuwangi saat berlatih pengamanan demonstrasi.(hp banyuwangi/ziz)

Jelang Puasa, Polres Banyuwangi Gelar Donor Darah

BANYUWANGI (halopolisi.com) –  Sekitar 200 anggota polisi dan pegawai negeri sipil (PNS) Polri menyumbangkan darahnya untuk masyakarat umum. Donor darah massal yang dimotori Bagian Sumber Daya Manusia (Bagsumda) Polres Banyuwangi ini digelar di Ruang Dhira Brata.

Dari 200 orang yang mendaftar, sebanyak 90 orang dinyatakan layak untuk diambil darahnya. Sedangkan 110 orang lainnya, kata Penda Nur Prasetyo Hadi, gagal melakukan donor karena faktor kesehatan serta tensi darah yang tidak mendukung.

“Terlalu tinggi tidak baik, dibawah standar juga tidak layak. Kelayakan donor biasanya dipengaruhi masalah tensi darah. Apabila tensi darahnya diatas 140/90 mmgh dan dibawah 100/70 mmgh, maka petugas tidak akan berani melakukan pendonoran,” terang perwira Urusan Kesehatan Polres Banyuwangi, Senin (15/5/2017).

Usai minum obat ternyata juga mempengaruhi calon pendonor sehingga dinyatakan tidak layak diambil darahnya. Karena itu, saat donor darah yang digelar dalam rangka HUT Bhayangkara ke-71 pendaftar yang gagal menyumbangkan darahnya lebih banyak dibanding yang layak.

“Dari 90 orang itu terkumpul 90 kantong darah. Semua darah hasil donor langsung diserahkan ke petugas PMI Cabang Banyuwangi yang juga terlibat dalam acara donor,” tambahnya.

Semestinya, kegiatan donor darah digelar satu tahun sekali pas di Bulan Juli bersamaan dengan peringatan Hari Bhayangkara 1 Juli. Menurut Kasubaghumas Polres Banyuwangi AKP Bakin, agenda ini diajukan karena HUT Bhayangkara ke-71 berdekatan dengan puasa serta Hari raya Idul Fitri.

“Puasa tidak mungkin digelar donor atas dasar pertimbangan agama maupun kesehatan. Makanya pelaksanaan kegiatan sosial ini diajukan di Bulan Mei,” tukas perwira asal Genteng.

Tidak hanya anggota polisi dan PNS Polri di lingkungan Polres Banyuwangi saja yang turut serta. Anggota dan PNS yang bertugas di masing-masing polsek juga ikut sedekah darah. Hanya saja tidak semua yang hadir di Dhira Brata bisa diambil darahnya.

“Semua darah hasil donor diserahkan untuk kalangan umum melalui PMI Banyuwangi. Ternyata 90 kantong darah yang didapat dari anggota dan PNS Polri menjadi stok di Bulan Ramadhan,” urai AKP Bakin.(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Anggota Polres Banyuwangi saat mengikuti donor darah.(hp banyuwangi/ziz)

Satpolairud Polres Banyuwangi Ajak Nelayan Waspadai Aliran Radikal

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Paham radikal menjadi bahasan penting Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Banyuwangi saat bersua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Mina Lestari Desa Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo. Masyakarat nelayan yang tinggal di kawasan pantai perbatasan antara Banyuwangi dan Situbondo diminta tidak terpengaruh dengan ekstrimis dan radikalis.

Pesan itu ditekankan Kanit Binmas Satpolairud Polres Banyuwangi, Aiptu Darmawan saat menyambangi 34 anggota Pokmaswas Mina Lestari di eks Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bimorejo. Saat ini isu tentang paham aliran keras yang bertentangan dengan pancasila sedang diperangi pemerintah.

“Mohon warga nelayan Bimorejo tidak terpengaruh,” pintanya sambil menyebut beberapa nama kelompok beraliran keras yang tumbuh di Indonesia.

Selain kelompok garis keras aliran kiri, terdapat pula kelompok aliran kanan. Golongan ini juga dikemas dalam paham agama tapi tidak melakukan aksi kekerasan. Jalur perlawanan untuk mengganti paham pancasila dilakukan dengan cara yang halus.

Keterangan itu dikuatkan Kasat Polairud Polres Banyuwangi AKP Subandi. Masyakarat nelayan dipilih sebagai sasaran sosialisasi anti radikalisme karena kehidupannya lebih banyak di laut. Itungannya sangat jarang para pelaut yang mengakses dunia maya maupun arus informasi nasional sehingga kurang memahami aliran yang berbahaya bagi kehidupan bermasyarakat.

“Gencar menyambangi kelompok nelayan merupakan cara jitu untuk menangkal masuknya paham radikalisme dan esktrimisme. Tiap kali sambang nelayan kita membagikan bendera kebangsaan serta gambar garuda sebagai dasar negara. Tujuannya untuk menguatkan paham nasionalisme di kalangan pelaut,” lontarnya.

Di Banyuwangi, kawasan teritorial laut yang menjadi kewenangan Polisi Perairan sepanjang 185,3 KM membentang dari Perairan Bimorejo Kecamatan Wongsorejo sampai Perairan Sukamade Kecamatan Pesanggaran. Secara berkala sejumlah masyakarat nelayan yang tinggal di sekitaran pesisir diberi pembinaan tentang anti radikalisme maupun penjagaan kawasan perairan dari aksi perusakan.

“Minimal seminggu sekali kita adakan sambang kelompok nelayan. Kita pilih kelompok karena jumlah nelayan di Bumi Blambangan sangat besar sehingga tidak mungkin ditemui di kapal masing-masing. Sementara anggota Satpolairud Banyuwangi hanya 20 personil,” terang AKP Subandi.

Selain Markas Satpolairud Ketapang, Polisi Perairan memiliki setidaknya tiga pos. Yakni Pos Polairud Pantai Pancer, Pantai Muncar dan Pantai Boom. Selain itu Korps Biru-Biru juga tergabung dalam Pos Keamanan Laut Terpadu (Kamladu) Pantai Grajagan. Secara rutin petugas di masing-masing pos melakukan sambang nelayan.(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Anggota Satpolairud Polres Banyuwangi saat berdialog dengan Pokmaswas.(hp banyuwangi/ziz)

 

Polres Banyuwangi Kawal Distribusi Naskah Soal UAN SD

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Satuan Binmas Polres Banyuwangi mengawal distribusi soal ujian akhir nasional (UAN) tingkat SD/MI. Soal ujian bagi pelajar kelas 6 yang semula disimpan di Ruang Dhira Brata Mapolres Banyuwangi dipindahkan penyimpanannya ke 24 polsek.

Proses distribusi soal ini kerjasama antara Dinas Pendidikan dan Polres Banyuwangi. Dispendik merupakan pemilik soal ujian bagi pelajar SD/MI. Sementara aparat kepolisian bertugas melakukan pengawalan dan pengamanan distribusi soal pada sebelum dan sesudah UAN diselenggarakan pada Senin (15/5/2017).

Status soal UAN merupakan lembaran yang bersifat rahasia. Sehingga tidak siapapun boleh membuka dan melihat apalagi membocorkan isinya sebelum UAN masing-masing bidang studi pelajaran dilaksanakan. Karena itu, kata Kasat Bimas Polres Banyuwangi AKP Imron, aparat kepolisian diperintahkan oleh negara untuk turut serta membantu pengamanan distribusi soal UAN agar aman dari aksi tangan jahil.

“Baik panitia ujian maupun guru di sekolah yang menyelenggarakan UAN tidak memboleh membocorkan isi soal. Tiap soal dikemas dalam kertas bersegel. Apabila membuka segel tanpa ijin termasuk pelanggaran,” jelasnya.

Demi menjaga keamanan soal itu, selama dalam perjalanan proses pengiriman dari polres ke polsek mendapat pengawalan dari anggota kepolisian. Setiba di mapolsek yang dituju, seluruh soal ujian akan disimpan di ruangan khusus yang terkunci rapat.

“Biasanya  soal disimpan dalam ruangan sel. Kunci gembok dipegang aparat dan panitia. Pola pengamanan sengaja dibikin ketat agar tidak terjadi kecoboran soal sehingga membikin geger dunia pendidikan di Banyuwangi,” terang AKP Imron.

Pengamanan berlapis ini tidak hanya berlaku bagi UAN tingkat SD/MI. Distribusi soal UAN bagi kalangan SMP dan SMA juga sama ketatnya.

“Alhamdulillah distribusi soal UAN dua jenjang sebelumnya berlangsung aman serta lancar. Semoga tingkat SD tidak ada problem di lapangan,” harap Kasat Bimas.

Sebenarnya di Banyuwangi secara administratif telah berdiri 25 kecamatan. Dari 25 wilayah itu baru 24 yang telah berdiri mapolsek. Satu kecamatan yang belum memiliki mapolsek adalah Kecamatan Blimbingsari. Karena itu soal untuk kecamatan ini dititipkan penyimpanannya di Mapolsek Rogojampi.(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Anggota Polres Banyuwangi tampak mengawal distribusi naskah soal UAN SD.(hp banyuwangi/ziz)

Bhabinkamtibmas Jajaran Polres Banyuwangi Salurkan Bantuan Sembako

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Brigadir Mastur, petugas Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa/Kecamatan Rogojampi Polres Banyuwangi menyalurkan bantuan sembako kepada warga Dusun Rogojampi Utara, Desa Rogojampi. Kegiatan amal tersebut rutin dilakukan sebagai bentuk pembinaan serta cara pendekatan terhadap masyakarat.

“Selaku petugas wajib melaksanakan itu sebagai cara berkomunikasi agar bisa lebih dekat dengan warga. Sehingga masyakarat tidak sungkan untuk memberi informasi  kamtibmas,” ungkapnya.

Sasaran kegiatan sosial yang dilakukannya adalah warga kurang mampu yang berada dalam wilayah binaannya. Untuk kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas melakukan koordinasi dengan kepala dusun setempat, terkait data warga kurang mampu.

“Terutama warga dengan status manula yang menjanda maupun duda tanpa penghasilan tetap,” tutur bintara berkaca mata ini.

Versi Brigadir Mastur, sebagian besar dana yang disalurkan berasal dari kocek sendiri. Secara pribadi bersedekah merupakan sebuah prinsip. Bantuan tidak hanya berupa sembako, tetapi menyesuaikan dengan kebutuhan lain seperti minyak goreng bahkan buku panduan tahlil.

“Tak hanya Dusun Rogojampi Utara, sebelumnya sudah ada beberapa dusun yang menerima bantuan serupa. Antara lain Dusun Jagalan, Prejengan I, Lugonto dan Maduran yang semuanya masuk wilayah Desa Rogojampi,” sebutnya.

Selain aksi sosial, Brigadir Mastur kerap melakukan sosialisasi kamtibmas di tempat biasa warga berkumpul. Seperti pangkalan tukang ojek, warung, serta pos kampling. Kadus Rogojampi Utara, Abdurrohman menyambut baik dan memberikan apresiasi terhadap  program Brigadir Mastur.

“Terbantu secara materi jelas. Sekaligus membantu pemetaan warga yang layak mendapat bantuan. Pemetaan dilakukan dengan menyisir kondisi rumah tak layak huni yang menjadi bidikan program dana desa,” ujar pria murah senyum ini.(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Bhabinkamtibmas Polres Banyuwangi saat menyalurkan bantuan sembako.(hp banyuwangi/ziz)

Halaman 1 dari 32 1 2 3 4 5 6 32
Tentang Kami || Redaksi|| Kontak || Disclaimer||
Copyright © 2014 HALOPOLISI.