www.halopolisi.com menyajikan berita dan informasi seputar dunia kriminal dan kegiatan kepolisian, kegiatan TNI, serta peristiwa umum. || Dapatkan info jadwal SIM dan Samsat Keliling Jatim setiap hari di halopolisi.com. || Jika Anda menemui penyimpangan tindakan anggota Polri atau PNS Polri, catat nama, pangkat dan kesatuan anggota tersebut. Laporkan ke Div Propam Polri melalui No Telp (021-7218615) atau pengaduan di Website Div Propam Polri (www.propam.polri.go.id) atau twitter Div Propam Polri (@propampolri) atau Facebook Div Propam Polri(propam.polri).

Polres Banyuwangi Urai Kepadatan Pelabuhan Ketapang

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Antrean tahunan yang biasa terjadi di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi pasca libur Nyepi Tahun Saka 1939 berhasil ditangani aparat gabungan Polri, TNI, Dishub, ASDP dan OPP. Setelah berjibaku selama kurang lebih sembilan jam pasca Pelabuhan Ketapang dibuka pada pukul 04.00 WIB, Rabu (29/3/2017), kepadatan arus balik kendaraan dari Jawa menuju Bali bisa terurai.

Kemacetan yang biasanya mengular sampai Pantai Grand Watudodol (GWD) Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, tahun ini tidak terjadi. Kepadatan kendaraan penumpang maupun barang berhasil dipangkas aparat gabungan dengan menerapkan rekayasa jalur.

Pertigaan Farly Ketapang sengaja ditutup bagi kendaraan roda empat yang hendak menuju arah pelabuhan agar tidak memicu macet. Kendaraan dari arah selatan dialihkan melalui jalur lingkar Ketapang tembus di pertigaan Polsek Kawasan Pelabuhan Tanjungwangi (KPT). Sebaliknya, kendaraan yang keluar dari pelabuhan diarahkan menuju arah selatan melewati Pertigaan Farly dan langsung menuju jalur lingkar.

Sementara, kendaraan yang melaju dari arah utara menuju Bali bisa mengikuti lajur kiri dan terus menuju arah Pelabuhan Ketapang. Petugas gabungan, kata AKP Ries Andrian Yudho Nugroho, siaga di titik simpul kemacetan untuk mengarahkan kendaraan agar tidak terlibat macet.

“Area sepanjang pintu masuk pelabuhan baik ASDP maupun LCM harus steril dari kendaraan parkir. Makanya di pintu masuk Pelabuhan ASDP kita pasang rambu pembatas agar kendaraan yang hendak memasuki area pelabuhan menunggu intruksi dari petugas,” jelas Kasatlantas.

Saat terjadi kepadatan antrian di dalam pelabuhan, kendaraan yang hendak menuju Bali langsung diarahkan masuk kantong parkir cadangan di Stasiun Banyuwangi Baru dan Pelindo.  Cara ini sukses mengatasi kemacetan kendaraan di jalan raya yang biasanya mengular panjang sejauh tiga kolimeter.

“Sampai pukul 13.00 WIB, antrian di dalam parkir Pelindo sudah kosong. Panjang antrian kendaraan di jalan raya juga tinggal sedikit,” terang mantan Kasatlantas Polres Situbondo ini.

Gerak cepat personil gabungan tahun ini terbilang sukses. Kendaraan yang melaju dua arah di jalur lingkar Ketapang sampai Pantai Grand Watudodol bisa melaju kencang karena tidak terhalang macet. Padahal petugas telah siaga untuk mengantisipasi kemungkinan itu sejak Selasa (28/3/2017).

Meski begitu, sejumlah personil tetap bertahan di titik tugasnya. Padahal di sekitaran Terminal Sritanjung Ketapang sampai Pantai GWD tidak ada kemacetan kendaraan. Tugas pengamanan gabungan dalam rangka Nyepi ini akan berakhir pada 31 Maret 2017.(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Situasi lalin pelabuhan ketapang dalam pemantauan jajaran Polres Banyuwangi.(hp banyuwangi/ziz)

Polres Banyuwangi Terus Pantau Pelabuhan Ketapang

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Meski libur Nyepi, Pelabuhan ASDP maupun LCM Ketapang Banyuwangi ternyata tidak sepi dari kendaraan. Selasa (28/3/2017) petang, area parkir dua pelabuhan ini tetap terisi kendaraan muatan orang serta barang yang menunggu menyeberang menuju Pelabuhan Gilimanuk Bali.

Padahal PT ASDP dan Otoritas Pelabuhan Penyeberangan (OPP) Gilimanuk yang berkantor di Ketapang  akan membuka jalur penyeberangan penghubung Jawa – Bali  pada pukul 04.00 WIB, Rabu (29/3/2017). Namun sejumlah kendaraan telah memadati area parkir Pelabuhan LCM Ketapang.

Sementara, kondisi parkir di Pelabuhan ASDP jauh berbeda. Sampai Selasa petang area parkir yang tersedia masih belum dipadati antrean kendaraan yang menunggu diseberangkan menuju Pulau Dewata. Dari empat area parkir yang tersedia, hanya satu saja yang telah dipadati kendaraan.

Aparat gabungan yang melakukan pengamanan Hari raya Nyepi di Pelabuhan Ketapang memang sudah siaga di sejumlah titik rawan kemacetan. Sepanjang Selasa sore para personil masih terlihat santai karena belum muncul indikasi kemacetan lalulintas. Beberapa kantong parkir yang disediakan bahkan belum terisi.

Dijelaskan Kapolsek Kawasan Pelabuhan Tanjungwangi AKP Sudarmaji, arus kendaraan mulai memadati kawasan pelabuhan diprediksi pada Selasa malam hingga Rabu (29/3/2017) dinihari. Untuk mengantisipasi kemacetan, aparat gabungan telah mensterilkan jalan raya di sekitaran pintu masuk pelabuhan.

“Baik di pintu masuk LCM maupun ASDP tidak boleh ada kendaraan yang parkir. Kendaraan dari arah utara menuju Bali dan Kota Banyuwangi harus menggunakan jalur kiri. Sebaliknya, kendaraan dari jalur selatan yang meninggalkan pelabuhan wajib menggunakan jalur kanan. Tidak boleh ada yang menyerobot jalur,” tegasnya.

Sejauh ini, aparat juga belum melakukan pengalihan arus khususnya di Pertigaan Farly Ketapang. Penutupan pertigaan tepat di depan Hotel Manyar tersebut bakal diberlakukan apabila kepadatan kendaraan di utara Markas TNI AL mulai terjadi.

“Sore ini Pertigaan Farly masih beroperasi seperti biasa. Pengguna jalan bisa menfaatkannya seperti biasa,” tambah AKP Sudarmaji.

Demi menghindari kemacetan, para pengendara dimintai mematuhi arahan aparat yang telah siaga di sepanjang jalur pantura Banyuwangi yang membentang dari Pelabuhan Ketapang sampai Polsek Wongsorejo. Karena Pelabuhan Ketapang bakal melayani trip pelayaran lagi pada pukul 04.00 WIB, Rabu (29/3/2017).(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Antrean kendaraan di pelabuhan ketapang yang menjadi pengawasan Polres Banyuwangi.(hp banyuwangi/ziz)

Libur Nyepi, Polres Banyuwangi Pantau GWD

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Pantai Grand Watudodol (GWD) di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, diserbu pengunjung selama libur Nyepi Tahun Caka 1939, Selasa (28/3/2017).

Kelompok Masyakarat (Pokmas) Pesona Bahari bersama aparat Polres Banyuwangi meningkatkan kewaspadaan terhadap para pengunjung yang sedang menikmati keindahan panorama pantai di pintu Selat Bali.

Sepanjang pesisir disisir petugas bersama anggota Pokmas Pesona Bahari untuk memastikan tidak ada wisatawan yang terseret arus ke tengah perairan.

Kapolsek Wongsorejo, Iptu Kusmin memimpin jalannya patroli pengamanan di Pantai GWD dibantu dua personil Polsek Wongsorejo didampingi Ketua Pokmas Pesona Bahari, Abdul Azis.

Setiap pengunjung yang dilintasi langsung dihampiri. Kepada para pengunjung Iptu Kusmin selalu berpesan agar tidak mandi terlalu ke tengah apabila tidak mengenakan baju pelampung. Wisatawan juga diimbau untuk memantau anaknya yang sedang berenang di laut.

“Arus Pantai GWD tidak bisa diprediksi. Makanya, kita selalu berpesan kepada para pengunjung terutama anak-anak agar tidak mandi terlalu ke tengah. Masalahnya mereka murni mandi ombak, bukan snorkling,” paparnya.

Pesan itu terus disampaikan untuk menghindari jatuhnya korban. Mengingat Pantai GWD merupakan pintu masuk Selat Bali yang arus bawah lautnya terkenal deras. Terhadap wisatawan yang menikmati panorama bawah laut GWD lewat aksi snorkling, Iptu Kusmin, juga meminta agar waspada terhadap arus laut.

“Jangan lantaran keasyikan terus terseret ke tengah. Di sekitaran pantai banyak wahana wisata yang beroperasi. Tetap waspada ketika melakukan snorkling agar tidak terserempet dan tertabrak kapal wisata, bamper boat maupun wahana lainnya,” pinta Kapolsek Wongsorejo.

Langkah Iptu Kusmin didukung penuh oleh Abdul Azis. Ketua Pokmas Pesona Bahari ini bahkan membisikan pesan yang sama kepada pengelola wahana wisata BMR agar melakukan pengamanan terhadap kalangan pengunjung yang mandi tanpa pelampung di sekitaran Rumah Apung GWD.

Persoalan sampah turut menjadi perhatian. Tanpa malu, Abdul Azis memungut sampah yang tergeletak di sekitaran pantai, lantas memasukkannya ke tempat sampah. Aksinya ini merupakan prosedur wajib agar Pantai GWD tetap bersih dan asri.(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Anggota Polsek Wongsorejo jajaran Polres Banyuwangi saat memantau GWD.(hp banyuwangi/ziz)

Sambut Nyepi, Polres Banyuwangi Perketat Pengamanan Pelabuhan Ketapang

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Hari raya Nyepi Tahun Caka 1939 tinggal menghitung hari. Peringatan hari besar umat Hindu yang jatuh pada Selasa 27 Maret 2017 mendatang disikapi aparat Polsek Kawasan Pelabuhan Tanjungwangi (KPT) dengan meningkatkan intensitas Tiada Hari Tanpa Razia (THTR) di pintu masuk maupun keluar Pelabuhan Ketapang.

Seperti biasa, pemeriksaan mengarah pada barang bawaan penumpang baik pejalan kaki, pengendara roda dua serta roda empat. Target yang disasar sama, yakni minuman keras, bahan peledak, senjata tajam, senjata api maupun narkoba. THTR digelar di Pelabuhan ASDP dan LCM Ketapang.

Peningkatan ekskalasi pemeriksaan di pelabuhan yang menghubungkan antara Jawa – Bali ini, menurut AKP Sudarmaji untuk meminimalisir gangguan keamanan di Pulau Seribu Pura. Nyepi bagi umat Hindu identik dengan perayaan ogoh-ogoh yang dilanjutkan dengan melakoni penyendirian.

Polres Banyuwangi yang berdampingan dengan Bali turut berperan dalam memberi rasa aman bagi warga Tanah Dewata dalam melaksanakan Nyepi.

“Terutama bahan peledak dan narkoba sangat menjadi prioritas dalam THTR di pintu masuk pelabuhan. Jangan sampai ibadah tahunan umat Hindu Bali diganggu dengan ancaman aksi teror,” papar Kapolsek KPT.

Perwira dengan tanda pangkat tiga batang emas di bahu ini menambahkan, pengamanan di pintu keluar fokus dengan pengiriman miras serta narkoba dari Bali.

“Ini yang ingin kita antisipasi, tekan peredaran miras dari Bali agar tidak masuk Banyuwangi,” tegasnya.

Berdasarkan surat edaran Nomor : SE.01/UM.007/ASDP-KTP/2017 yang diteken General Manager Cabang ASDP Ketapang M Yusuf Hadi pada 10 Februari 2017, selama libur Nyepi Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk akan berhenti operasi melayani jasa penyeberangan Selat Bali. Surat edaran itu telah dikirim ke sejumlah instansi terkait termasuk Polsek Kawasan Pelabuhan Tanjungwangi (KPT) Ketapang.

Pemberangkatkan kapal terakhir dari Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk berbeda. Di Pelabuhan Ketapang kapal yang berangkat terakhir ditentukan pada pukul 23.00 WIB, Selasa 25 Maret 2017. Sebaliknya, pelayaran kapal terakhir dari Pelabuhan Gilimanuk-Bali dipastikan pada pukul 05.30 WITA.

Arus  lalulintas penyeberangan di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk akan dibuka kembali pada pukul 04.00 WIB atau 05.00 WITA, Kamis (29/2/2017). Pemberangkatan kapal pertama yang hendak melintasi Selat Bali akan disesuaikan waktunya.

Mengantisipasi munculnya antrian jelang pembukaan kembali operasional Pelabuhan Ketapang, kepolisian bersama ASDP telah menyiapkan sejumlah kantong parkir apabila area parkir di dalam pelabuhan tak cukup menampung kendaraan. Kantong parkir itu ada di Stasiun Banyuwangi Baru Ketapang dan Pelindo.(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Anggota Polres Banyuwangi saat memperketat pengamanan Pelabuhan Ketapang.(hp banyuwangi/ziz)

Polsek Genteng Kerja Bakti Bangun Mushola

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Jumat mubarok dimanfaatkan aparat Polsek Genteng untuk kerja bakti. Lokasi yang dipilih adalah turut membantu buruh bangunan dalam menuntaskan pembangunan Mushola Darul Aman. Sarana ibadah umat muslim ini berada di lingkungan Polsek Genteng.

Langgar yang dirobohkan pada 3 Maret 2017 lalu kini telah berdiri bangunan baru. Selama kurang lebih tiga pekan masa pengerjaan, mushola itu telah tuntas 70 persen. Bangunan fisik utama telah mencapai tahap pemasangan atap. Sedangkan emperan mushola dalam tahap penggalian pondasi.

Kerja bakti yang dilakukan aparat ini untuk mempercepat penuntasan pembangunan sarana ibadah. Pasalnya, kata Kompol Sumartono, bangunan yang dulu dirobohkan biasa digunakan anggota Polsek Genteng dalam kegiatan kerohanian. Masyakarat umum juga memanfaatkannya dikala menunaikan ibadah wajib lima waktu.

“Tuntas lebih cepat lebih baik agar bisa lekas dimanfaatkan. Selama bangunan baru belum kelar, kita harus sholat di ruangan,” ungkap Kapolsek Genteng.

Secara resmi pembongkaran dimulai Jumat (3/3/2017) sore. Alat berat dilibatkan untuk meruntuhkan bangunan yang berdiri sejak era Kapolsek Genteng AKP Prasojo dan dilanjutkan oleh kapolsek penggantinya, AKP Warsito yang kini menduduki posisi di Devisi Propam Mabes Polri.

Sebelum peruntuhan, Kapolsek Genteng Kompol Sumartono mengundang para tokoh agama di wilayah Genteng. Ketua PCNU Banyuwangi KH Maskur Ali, Ketua MWCNU Genteng Mohammad Sodiq, pengasuh Ponpes Bustanul Makmur KH Muafiq Amir dan pimpinan Ponpes Baitul Nisa KH Nizar, turut hadir. Para tokoh agama ini tidak hanya mendukung melalui pemikiran namun turut menyumbang material bangunan.

Seluruh anggota Polsek Genteng juga turut terlibat. Mereka secara sukarela menyerahkan sebagian pendapatannya untuk kelancaran pembangunan rumah ibadah yang berada persis di depan rumah dinas kapolsek. Proses sedekah itu, terang Kompol Sumartono, berlangsung selama dua tahun. Sodakoh dilakukan bersamaan dengan kegiatan bimbingan rohani dan mental (Binrohtal) yang digelar tiap Kamis pagi.

“Usai membaca Yasin dan Asmaul Husna, para anggota dihampiri kotak amal. Saat itulah mereka bersedekah seikhlasnya. Tak terasa selama dua tahun terkumpul Rp 27 juta,” ungkap Kapolsek Genteng.

Di hadapan para tokoh agama, Kompol Sumartono, juga memaparkan rencana pembangunan mushola baru. Penjelasan itu mengenai kontruksi, model arsitektur sampai kiblat yang telah bergeser dari titik ordinatnya. Para tokoh mendukung penuh langkah aparat Polsek Genteng karena peduli dengan rumah ibadah.(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Anggota Polsek Genteng saat kerja bakti membangun mushola.(hp banyuwangi/ziz)

Polres Banyuwangi Antisipasi Kasus Penculikan Anak

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Ini kabar baik bagi para orang tua yang anaknya sekolah TK maupun SD. Kapolres Banyuwangi, AKBP Agus Yulianto telah memerintahkan personil kepolisian untuk melakukan pengamanan di lingkungan sekolah di dua jenjang tersebut. Perintah ini terhitung efektif sejak Rabu (22/3/2017).

“Pengamanan yang dimaksud adalah saat commander wish pagi dan saat bubaran sekolah. Petugas kepolisian di masing-masing polsek supaya melakukan pengamanan kepulangan para siswa TK dan SD di wilayahnya,” perintah Kapolres yang diteruskan kepada Kasubaghumas AKP Bakin.

Pengamanan kepulangan siswa di dua jenjang ini supaya didokumentasikan. Selanjutnya, gambar dokumentasi dikirim secara berkala ke Sub Bagian Humas Polres Banyuwangi agar bisa dipantau.

Menurut Kapolres Banyuwangi, langkah ini sebagai upaya pencegahan terjadinya tindak pidana penculikan terhadap anak usia di bawah umur yang belakangan isunya kian marak.

“Waspada jauh lebih baik untuk menangkal aksi itu. Pengamanan merupakan bentuk nyata keterlibatan aparat kepolisian dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi para wali murid, guru serta siswa yang belakangan mulai diresahkan dengan kabar penculikan,” urai AKBP Agus Yulianto.

Di Banyuwangi, data kasus anak yang hilang diculik memang belum ada. Tapi isu ini sempat membuat resah kalangan pendidik dan orang tua peserta didik.

Sejumlah bhabinkamtibmas di masing-masing polsek yang ada di Bumi Blambangan mulai turun menggelar pendampingan.

Satbimas Polres Banyuwangi juga melakukan langkah yang sama. KBO Satbimas Ipda Karnoto secara inten memberikan sosialisasi cara menghadapi penculik anak. Paparan ini digelar di kalangan pelajar SD di wilayah Kecamatan Glagah.

“Cara paling aman, anak-anak diberi pemahaman agar tidak mudah terbujuk rayuan seseorang yang belum dikenal. Bujukkan itu biasanya menggunakan iming-iming uang atau jajanan. Apabila gerak-gerik orang itu mencurigakan segera menghindar,” jelas Ipda Karnoto.

Para guru bahkan diminta turut mengawasi kepulangan anak didiknya. Para pendidik harus memastikan bahwa seluruh muridnya telah pulang ke rumah dengan selamat bersama walinya. Jangan sampai terjadi saat kepulangan sekolah siswa dimanfaatkan oleh pelaku penculikan anak.(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Anggota Polres Banyuwangi saat sosialisasi antisipasi penculikan anak.(hp banyuwangi/ziz)

Polres Banyuwangi Imbau Warga Tak Terpengaruh Hoax Penculikan Anak

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Isu penculikan anak yang merebak di Bumi Blambangan disikapi aparat Polsek Songgon jajaran Polres Banyuwangi. Supaya tidak termakan kabar hoax, bhabinkamtibmas Desa Bedewang, Kecamatan Songgon, memberikan arahan kepada siswa PAUD serta wali muridnya agar tidak terlalu cemas.

Ibu dan anak diminta tetap menjalankan rutinitas sehari-hari dengan wajar. Kabar penculikan anak memang tengah gencar menghiasi media sosial. Tapi di wilayah Banyuwangi belum ada temuan kasus anak yang diculik dan mengamankan para pelaku terduga penculikan.

“Isu itu memang merebak, termasuk di wilayah Songgon juga sempat berhembus kabar seperti itu. Setelah kita dalami ternyata hoax. Jadi tak usah resah dan termakan isu yang belum jelas kebenarannya,” pinta Aiptu Tri Sabdono.

Bhabinkamtibmas Desa Bedewang ini juga berujar jika di wilayah Sempu berkembang kabar serupa. Informasinya ada warga yang melapor ke polsek setempat. Namun dari cerita yang didalami aparat, kisahnya sedikit janggal. Dan aparat setempat meminta warga tidak membesar-besarkan kabar tentang penculikan anak.

“Waspada boleh, tapi tidak perlu berlebihan sehingga menyusahkan diri sendiri. Langkah paling penting adalah memberi pemahaman terhadap anak agar tidak mudah terbujuk dengan ajakan orang yang belum dikenal,” pesannya.

Aiptu Tri Sabdono pun membocorkan teorinya. Bagi ibu-ibu yang memiliki anak di sekolah PAUD agar inten melakukan antar jemput. Lebih baik anaknya ditunggui selama mengikuti proses belajar.

“Umpama tidak bisa mengantar, tolong cari pengganti. Demi kebaikan bersama lebih baik saling menjaga diri,” tukasnya lagi.

Pengelola PAUD juga harus pro aktif melakukan pengawasan terhadap anak didiknya. Masing-masing pengajar harus mengenali siswa serta wali muridnya. Sehingga ketika jam belajar usai para pembimbing bisa memastikan bahwa anak didiknya pulang dengan selamat bersama keluarganya.

“Jangan sampai guru PAUD tidak tahu siswanya pulang dengan siapa. Pastikan para siswa datang dan pergi dengan wali atau yang mewakili. Jangan dilepas sendirian sehingga apabila terjadi sesuatu tidak tahu,” tegasnya.

Di Rogojampi bahkan berkembang kabar serupa melalui medsos. Kapolsek Rogojampi Kompol Toha Khoiri secara tegas menampik informasi yang beredar. Dia malah dengan tegas bila kabar itu adalah hoax. Warga juga diminta tidak gampang membagikan tautan mengenai isu penculikan yang informasinya belum akurat karena bisa dijerat dengan UU ITE.(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Bhabinkamtibmas jajaran Polres Banyuwangi saat memberi arahan ibu-ibu Paud.(hp banyuwangi/ziz)

Polres Banyuwangi Sosialisasi Operasi Simpatik di Uniba

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Jelang akhir Operasi Simpatik Semeru 2017, Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Banyuwangi terus gencar menggelar sosialisasi tertib berkendara. Mahasiswa Universitas Banyuwangi (Uniba) pun menjadi target pemahaman mengenai langkah disiplin berlalulintas yang digelar aparat Korps Sabuk Putih.

Dialog interaktif antara mahasiswa mewarnai pertemuan yang dihelat dengan tajuk Police Goes to Campus.

Kasatlantas Polres Banyuwangi, AKP Ries Andrian Yudho Nugroho didampingi Kanitlaka Polres Banyuwangi Iptu Budi Hermawan menjadi nara sumber dalam pertemuan itu. Persoalan tilang dan pengurusan kecelakaan lalulintas menjadi bahasan hangat.

Menurut Kasatlantas, dalam Operasi Simpatik Semeru 2017 aparat mengesampingkan sanksi tilang. Petugas lebih banyak mengedepankan teguran agar pelanggar memahami kesalahannya dan tidak mengulangi pelanggaran serupa di lain hari.

“Program ini akan berakhir 21 Maret 2017. Setelah itu semua pelanggar akan ditindak dengan sanksi tilang. Maka kami imbau agar masyakarat termasuk rekan-rekan mahasiswa Uniba untuk mengenakan helm dan membawa SIM maupun STNK,” pesannya.

Lebih penting lagi, para mahasiswa juga diingatkan agar mengendarai kendaraan sesuai standar pabrikkan. Untuk kendaraan roda dua dilarang menggunakan ban yang lebih kecil dari ukuran standar. Itu bisa membahayakan penggunanya maupun pengemudi lain yang melintas di jalan raya.

“Kaca spion mohon dilengkapi. Jangan dipasang cuma satu. Itu termasuk salah satu jenis pelanggaran lalulintas meski sepele. Termasuk knalpot, jangan yang brong. Suaranya bising dan mengganggu warga. Dan itu termasuk bagian dari penilaian petugas ketika menggelar razia kendaraan,” jelas AKP Ries Andrian Yudho Nugroho.

Umpama ada rekan mahasiswa yang senang dengan motor modif cutting stiker, disarankan agar tidak bertentangan dengan warna bodi yang asli seperti tertulis dalam STNK. Jika sampai merubah maka harus melakukan pembaruan STNK.

“Pengurusannya melibatkan Dishub dan Samsat. Daripada ribet sebaiknya hobi modif menyesuaikan warna dasar kendaraan,” tegasnya.

Terkait pengurusan kecelakaan lalulintas, Iptu Budi Hermawan menjelaskan secara rinci kepada para mahasiswa Uniba. Bagi yang terlibat laka sebaiknya mengurus sendiri ke Unit Laka Polres Banyuwangi yang beralamat di Jalan Letkol Istiqlah. Saat ini, Unit Laka telah membentuk komunitas korban laka yang membantu menyiarkan tentang tata cara mengurus masalah laka lantas.

“Satu komunitas sudah terbentuk. Sementara masih di wilayah Kota Banyuwangi. Rekan-rekan mahasiswa andai tertarik membentuk komunitas serupa kita dukung. Biar rekan-rekan berani mengurus masalahnya sendiri tanpa melibatkan pihak ketiga,” ungkapnya.

Satu yang menjadi penekanan Iptu Budi Hermawan dalam pertemuan itu. Banyak warga yang terlibat kecelakaan mengajukan permohonan asuransi tanpa mau proses hukumnya berlanjut. Padahal laporan polisi yang dikeluarkan petugas Unit Laka mewajibkan untuk meneruskan proses hukum.(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Kasatlantas Polres Banyuwangi saat memberi arahan mahasiswa Uniba.(hp banyuwangi/ziz)

Anggota Polsek KPT Banyuwangi Bantu TKW Melahirkan di Bus

BANYUWANGI (halopolisi.com) -Anggota Polsek Kawasan Pelabuhan Tanjungwangi (KPT) Banyuwangi yang sedang melakukan tugas Tiada Hari Tanpa Razia (THTR) di depan pintu masuk Pelabuhan ASDP Ketapang turut membantu TKW yang melahirkan dalam bus.

Cerita bermula saat seorang TKW asal NTB ini berniat melahirkan di kampung halaman. Tapi apa daya kalau jabang bayi ingin cepat menikmati indahnya dunia. Sehingga melahirkan di atas Bus Tiara Mas jurusan Jakarta – Bima.

Saat bus yang ditumpangi sedang menunggu antrean masuk kapal di Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, sekitar pukul 23.00 WIB, Kamis (16/3/2017), tiba-tiba kontraksi yang dirasakan sejak dalam perjalanan dari Jakarta tak terbendung lagi.

Akhirnya, dia melahirkan dalam kondisi darurat di atas bus. Awak Bus Tiara Mas pun segera memberitahu petugas pelabuhan yang diteruskan kepada aparat Polsek KPT yang sedang melakukan tugas Tiada Hari Tanpa Razia (THTR) di depan pintu masuk Pelabuhan ASDP Ketapang.

Jabang bayi yang baru dilahirkan dalam kondisi selamat. Cuma anak malang ini tidak mengeluarkan tangis perdananya. Atas pengalaman aparat KPT yang memiliki istri sebagai tenaga medis, akhirnya bayi yang masih merah itu dibawa ke seorang bidan yang tinggal di belakang masjid Ketapang.

Setelah itu, aparat KPT bersama pegawai pelabuhan dan awak Bus Tiara Mas menyusulkan sang ibu menggunakan ambulans ke kediaman bidan agar bersatu dengan anaknya. Perkembangan terakhir yang dikabarkan Kapolsek KPT AKP Sudarmaji, ibu dan bayi itu masih menjalani perawatan di kediaman bidan.

“Kondisi keduanya (ibu dan anak) dalam kondisi sehat. Rencana sore ini (Jumat, 17/3/2017), keduanya akan melanjutkan perjalanan menuju Lombok Timur menumpang Bus Tiara Mas yang lain,” ujar Kapolsek KPT usai Salat Jumat melalui sambungan telepon.

TKW asal Lombok Timur ini mengadu nasib di Negeri Jiran Malaysia. Di sana, wanita ini menjadi pahlawan devisa bersama suaminya. Lantaran hamil tua, dia disuruh pulang ke kampung halaman melalui jalur laut dan turun di Pekanbaru, Riau. Dari Sumatera ia melanjutkan perjalanan menuju Jakarta menumpang bus.

“Pulang sendirian. Maunya lahiran di tanah kelahiran. Dari Jakarta dia ganti naik Bus Tiara Mas jurusan Jakarta – Bima,” urainya lagi.

Kejadian ini menjadi pengalaman tersendiri bagi aparat Polsek KPT. Penanganan cepat tentu saja bisa menyelamatkan ibu dan anak dari kematian.(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Anggota Polsek KPT saat membantu TKW melahirkan.(hp banyuwangi/ziz)

Polsek Gambiran Bantu Bangun Rumah Warga Korban Bencana

BANYUWANGI (halopolisi.com) – Hujan deras disertai angin kencang merobohkan kediaman warga Dusun Yosowinangun, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran. Upaya rehab pun dilakukan bersama aparat Polsek Gambiran, Rabu (15/3/2017).

Tidak hanya datang menyumbangkan tenaga. Aparat yang dipimpin Kapolsek Gambiran AKP I Ketut Redana juga menyerahkan 10 sak semen untuk meringankan beban warga. Usai menyerahkan bantuan, rombongan anggota polisi ini langsung bergotong royong menjadi kuli bangunan.

Ada yang mengayak pasir. Ada yang membantu mengolah adukan semen bercampur pasir dan air sehingga menjadi luluhan. Tanpa malu beberapa anggota mengangkat batu bata.

Kapolsek Gambiran juga terlihat lihai mengaduk luluhan yang ada di dalam timba untuk dipasang ke dinding batu bata.

“Kasihan, bencana angin kencang telah merusak kediamannya. Mau tidak mau renovasi harus segera dijalankan agar bisa digunakan untuk berteduh,” terang AKP I Ketut Redana.

Bagi korban, membangun rumah sebenarnya masih jauh dari rencana. Lantaran tertimpa musibah akhirnya rehab harus dijalankan. Masalah biaya tentu menjadi kendala. Karena itu aparat kepolisian datang ke lokasi untuk mengulurkan bantuan.

“Bantuan materi memang tak seberapa. Tapi kami berupaya mengerahkan tenaga agar pembangunan berjalan lebih cepat. Sekarang biaya kuli dan tukang bangunan lumayan tinggi,” jelasnya.

Kehadiran aparat Polsek Gambiran juga menunjukkan bahwa polisi pelayan masyakarat adalah nyata. Bentuk pelayanan yang dilakukan tidak hanya sebatas di mapolsek. Membantu kesusahan warga yang tertimpa musibah termasuk bagian dari tugas pelayanan yang wajib ditunaikan aparat.(hp banyuwangi/ziz)

FOTO: Anggota Polsek Gambiran saat membantu membangun rumah warga korban bencana.(hp banyuwangi/ziz)

Halaman 1 dari 28 1 2 3 4 5 6 28
Tentang Kami || Redaksi|| Kontak || Disclaimer||
Copyright © 2014 HALOPOLISI.