www.halopolisi.com menyajikan berita dan informasi seputar dunia kriminal dan kegiatan kepolisian, kegiatan TNI, serta peristiwa umum. || Dapatkan info jadwal SIM dan Samsat Keliling Jatim setiap hari di halopolisi.com. || Jika Anda menemui penyimpangan tindakan anggota Polri atau PNS Polri, catat nama, pangkat dan kesatuan anggota tersebut. Laporkan ke Div Propam Polri melalui No Telp (021-7218615) atau pengaduan di Website Div Propam Polri (www.propam.polri.go.id) atau twitter Div Propam Polri (@propampolri) atau Facebook Div Propam Polri(propam.polri).

Menaker Hanif Dhakiri Puji Sampoerna Ikut Cetak Wirausahawan

MALANG (halopolisi.com) – Menteri Tenaga Kerja (Menaker), M. Hanif Dhakiri memuji langkah PT HM Sampoerna yang ikut serta dalam mencetak wirausahawan. Salah satunya melalui Pusat Pengembangan Kewirausahaan (PPK) Sampoerna Expo 2017 yang digelar di Taman Krida Budaya Kota Malang, Sabtu (14/10/2017).

Menaker mengaku, langkah PT HM Sampoerna membawa angin segar di mana masyarakat sudah mulai mengembangkan usaha untuk memajukan perekonomian dan penciptaan lapangan kerja.

Hal itu tampak dari jumlah wirausaha Indonesia yang dari tahun ke tahun bertambah bahkan sudah melampaui standar yang ditetapkan sebesar 2 persen. Data dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) jumlah wirausahawan Indonesia pada 2016 lalu sebesar 3,1 persen dari total penduduk. Dan sekarang sudah mencapai 3,4 persen.

“Ini zaman kompetisi. Kita berlari tapi orang lain berlari lebih cepat. Karenanya kita harus bekerja lebih keras, berusaha lebih keras agar kita bisa mengimbangi percepatan yang dilakukan negara lain,” kata Hanif Dhakiri.

Untuk menciptakan jumlah wirausahawan yang banyak itu dibutuhkan peran serta banyak pihak baik swasta maupun pemerintah daerah. Peran swasta kata Hanif salah satunya yang dilakukan PT HM Sampoerna Tbk melalui PKK Sampoerna melatih banyak usaha kecil menengah (UKM) untuk bisa mandiri dalam berbisnis demi pengembangan perekonomian.

“Swasta memang harus memberikan kontribusi terhadap perekonomian khususnya dalam pengembangan usaha kecil menengah,” jelasnya.

Pihak swasta dalam memberikan pelatihan bukan hanya berfokus pada pengolahan produk melainkan harus menyeluruh. Baik pelatihan pengolahan produk, kualitas produk, pengemasan, pemasaran baik offline maupun online.

“Sehingga bisnis yang semula informal menjadi formal. Dengan bisnis menjadi formal maka UKM ini bisa bankable, bisa pinjam dana ke bank. Bisa mendapatkan partner bisnis yang baik untuk mengembangkan usaha,” kata Hanif.(den/ziz)

FOTO: Menaker Hanif Dhakiri saat menghadiri kegiatan Pusat Pengembangan Kewirausahaan (PPK) Sampoerna Expo 2017 yang digelar di Taman Krida Budaya Kota Malang.(den)

Sampoerna Gelar PPK Sampoerna 2017

MALANG (halopolisi.com) – Kepedulian PT HM Sampoerna Tbk (HMSP/Sampoerna) kepada usaha kecil menengah (UKM) terus ditunjukkan, salah satunya melalui Pusat Pelatihan Kewirausahaan (PPK) Sampoerna Expo 2017. Acara tahunan ini digelar pada 14-15 Oktober dan bertujuan untuk mencetak pengusaha-pengusaha sukses sebagaimana program nawacita pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

“Selain itu, tujuan PPK ini untuk mendukung pemerintah daerah menaikkan perekonomian,” kata Head of Stakeholders, Regional Relations dan CSR Facilities Sampoerna, Ervin Laurence Pakpahan saat jumpa pers sebelum pembukaan PPK Sampoerna 2017 di Taman Krida Budaya, Malang, Sabtu (14/10/2017).

Ervin mengatakan, PPK tahun ini merupakan kolaborasi dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, produk Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ikut dalam pameran PPK lebih modern dari tahun lalu.

“Yang jelas produk yang ikut pameran tahun ini lebih modern dan lebih bagus dari tahun lalu,” ujarnya.

Sementara itu, Manager of Stakeholder dan CSR Facilities Sampoerna sekaligus Ketua Panitia PPK Sampoerna 2017, Mahfud Syah menambahkan, PPK Sampoerna 2017 ini bertema “Kita Mau Kita Bisa”.

“Tema ini diambil menekankan bahwa kalau kita menginginkan sesuatu kita bisa. Motivasi buat generasi muda untuk jadi pengusaha,” kata Mahfud.

PPK tahun ini menghadirkan 72 stan dari berbagai wilayah Indonesia untuk diperkenalkan secara luas kepada masyarakat. Program ini diyakini dapat mendukung target pemerintah untuk meningkatkan jumlah wirausaha sebesar tiga persen pada 2018 dibandingkan saat ini yang baru berjumlah sekitar 1,65 persen.

“Ada banyak rangkaian acara seperti Workshop, dengan pemateri-pemateri muda yang sudah sukses, untuk mengajak semua partisipan menjadi motovasi dan mengajak mereka bahwa kita bisa,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan tokoh-tokoh penting seperti Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri, Walikota Malang Ir. M. Anton, Dirjen Usaha Kecil Menengah, kalangan DPR RI dan lainnya.

Sejak pembukaan pada tahun 2007, PPK Sampoerna telah dikunjungi sekitar 68.000 orang, memfasilitasi pelatihan bagi pelaku UKM sekitar 33.000 peserta, dan menciptakan sekitar 3.300 wirausahawan sukses.

“Kami berharap kegiatan ini akan menciptakan lebih banyak pengusaha-pengusaha sukses, utamanya generasi muda. Melalui PPK ini, kami juga menarget produk UKM naik kelas, bisa menciptakan lapangan kerja dan bisa mengekspor produknya ke luar negeri,” kata Mahfud.(den/ziz)

FOTO: Pembukaan Pusat Pelatihan Kewirausahaan (PPK) Sampoerna Expo 2017.(den)

Tentang Kami || Redaksi|| Kontak || Disclaimer||
Copyright © 2014 HALOPOLISI.